13. Putus

46 31 1
                                        

Sai sedang rangkulan dengan cewek lain di kantin. Sai tidak tahu kalau Leanor sudah kembali masuk sekolah. Leanor melihat Sai yang sedang rangkulan, mendekati Sai.

"Bagusnya. Pacarnya sakit, disini malah selingkuh" kata Leanor.

"L-Leanor" kata Sai kaget.

"Apa? Terkejut karena ketahuan selingkuh. Aku sudah tahu dari kemarin" kata Leanor tegas.

"Kamu tahu darimana?" tanya Sai.

"Dari chattingan kamu lah, darimana lagi kan? Ada 20 cewek kayaknya, benar kan buaya?" jawab Leanor.

"Baguslah kalau sudah tahu, kita putus" kata Sai.

Leanor menyeringai "Dengan senang hati" kata Leanor.

Leanor pergi dengan senyuman tapi di dalam hati, dia sangat sedih. Leanor berjalan ke arah taman belakang sekolah. Langit mendung, sepertinya sebentar lagi akan hujan. Leanor duduk di bangku taman. Gerimis turun, menyamasrkan air mata yang menetes dari mata Leanor. Hujan semakin deras, Leanor duduk menangis.

Bang Adrean melihat Leanor hujan hujanan, menyodorkan payung miliknya. Leanor tidak menyadari kehadiran Bang Adrean. Payung melindungi Leanor dari hujan. Bang Adrean menyadari bahwa Leanor hujan hujanan untuk menutupi tangisnya. Punggung Bang Adrean basah karena tidak terlindung dari paying yang disodorkan kearah Leanor.

"Leanor, kenapa kamu hujan hujanan disini?" tanya Bang Adrean.

"Eh?!" Leanor kaget tiba tiba ada yang bertanya.

"Maaf, aku mengejutkanmu. Habis kamu melamun di tengah hujan begini, mana nangis lagi" kata Bang Adrean, duduk di sebelah Leanor.

"Siapa yang nangis? Aku nggak nangis" kata Leanor mengelak sambil menghapus air matanya.

"Kamu mau bohong sama Bang Adrean ini? Oh tidak bisa. Aku dari tadi sudah memanyungimu dan saat dipanyungi, aku melihat air matamu mengalir. Ada apa? Kenapa menangis?" tanya Bang Adrean tersenyum.

"Bukan apa apa" jawab Leanor.

"Benarkah? Kamu habis sakit kan? Kamu sakit pasti karena banyak pikiran, selalu. Aku tah itu" kata Bang Adrean sambil mengelus rambut Leanor.

"Iya, aku habis sakit tapi kenapa Bang Adrean tahu kalau aku sakit karena banyak pikiran?" tanya Leanor.

"Dari tingkah Abangmu satu itu" jawab Bang Adrean.

"Bang Luzio? Emang, kenapa dengan Bang Luzio?" tanya Leanor

"Luzio selalu membuat masalah saat kamu sedang disakiti atau banyak masalah kan?" jawab Bang Adrean dengan bertanya.

"Iya, lalu apa hubungannya dengan aku banyak pikiran?" jawab Leanor.

"Kamu pasti sudah tahu Luzio yang memukul Sai dan aku sudah tahu apa yang terjadi dengan melihat perbuatan Luzio. Sai selingkuh kan?" jawab Bang Adrean.

Leanor mengangguk. Air mata Kembali berlinang.

"Sudahlah cowok seperti itu tidak usah ditangisi" kata Bang Adrean menghibur.

"Bang Adrean benar. Ayo harus move on!!

"Udah gih, masuk kelas. Nanti sakit lagi lho, terus Abangmu buat masalah lagi" kata Bang Adrean terkekeh.

"Oh oke" kata Leanor tersenyum.

Leanor dan Bang Adrean masuk gedung sekolah. Bang Adrean memberikan jaketnya untuh Leanor, takut Leanor kedinginan. Bang Adrean mengantar Leanor ke kelas Leanor. Leanor masuk tapi segera terhenti saat Bang Adrean memanggilnya.

"Leanor minta nomormu dong" pinta Bang Adrean.

"Buat apa?" tanya Leanor.

"Gak papa, minta aja" jawab Bang Adrean.

"Nomorku 083**" kata Leanor memberi nomor teleponnya.

"Thanks" kata Bang Adrean sambil berjalan pergi.

*****

Malam harinya, Leanor mendapat pesan dari nomor tidak dikenal. Ternyata nomor itu milik Bang Adrean.

+62

Hii

19.00

Leanor

Siapa?

19.05

+62

ini Adrean. Aku mau ajak kamu jalan jalan besok minggu

19.06

Leanor

Jalan jalan kemana?

19.06

+62

Ke bioskop, mau?

16.08

Leanor

Boleh, sampai jumpa besok

19.08

My Best Brother (Segera Terbit)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang