Sehari setelah acara kelulusan adalah pembagian rapot untuk kelas 7 dan 8. Leanor mengambil rapot dengan Bibinya. Bibi masuk ke kelasnya Leanor, sedangkan Leanor menunggu di taman dengan sahabatnya, termasuk Cheryl. Kebetulan kaki Cheryl sudah mendingan, sudah bisa digunakan untuk berjalan. Mereka bercanda gurau, tiba tiba Bellona mengajak liburan Bersama.
"Ayo liburan bareng saat libur Panjang besok" celetuk Bellona.
"Hayuk, kemana?" tanya Freya.
"Ke villa keluargaku mau gak? Kata Leanor menawarkan.
Semua terdiam mendengar penawaran Leanor, mereka tahu bahwa villa itu memiliki banyak kenangan antara Leanor dengan keluarganya. Mereka berpikir dua kali karena takut akan memunculkan trauma Leanor lagi. Leanor menyadari sahabatnya takut traumanya muncul lagi,
"Kalian tenang aja, aku udah gak apa apa" kata Leanor mengendalikan suasana yang tidak mengenakan.
"Beneran?" tanya Zemira memastikan.
"Iya, aku beneran gak apa apa" jawab Leanor.
"Oke, berarti ini kita jadi liburan ke villa keluarga Leanor, kan?" tanya Freya.
"Iya, nanti aku ajak Bang Luzio juga besok biar ada yang ngawasin sama jaga kita" kata Leanor.
"Oke Leanor, makin sayang deh sama kamu" kata Freya.
"Eh btw, kok Hyuna gak datang ya?" tanya Cheryl.
"Dia lagi ada acara, yang ngambil rapotnya Hyuna aja supirnya" jawab Zemira.
"Ohh" kata mereka berempat bersamaan.
Wali murid dari kelas 7-2 keluar dari ruangan pembagian rapot. Bibi keluar dengan orangtua Bellona dan langsung ke taman untuk memanggil Leanor. Leanor yang mendengar bahwa dia dipanggil, segera mencari asal suaranya. Leanor yang melihat Bibinya, segera menghampiri Bibinya. Bibi mengajak pulang, karena dia harus segera ke butik. Sebelum pulang Bibi tidak lupa memberi apresiasi pada Leanor karena nilainya.
"Makasih atas usahanya sayang" kata Bibi sambil menepuk kepala Leanor dengan tersenyum.
"Makasih kembali Bibi, tapi kenapa Bibi selalu seperti ini setiap pembagian rapot atau nilai?" tanya Leanor.
"Karena itu yang diajarkan oleh ibumu saat Bibi masih kecil" jawab Bibi.
"Ibu? Benarkah Bibi?" tanya Leanor lagi.
"Iya, sayang. Ayo pulang" ajak Bibi.
Leanor mengangguk lalu pulang Bersama Bibi. Mereka menggunakan taksi untuk pulang. Saat di taksi, Leanor bercerita tentang rencana liburannya dengan sahabatnya. Bibi mengizinkan tapi Bibi memberi syarat agar dirinya bisa ikut juga. Dengan cepat Leanor setuju. Leanor mengirim pesan pada grup chat dengan sahabat sahabatnya. Leanor bertanya ingin kapan berangkat liburan ke villa. Hyuna membalas tiga hari lagi karena dia baru bisa pulang dua hari lagi dari acara keluarganya. Semuanya setuju dengan jawaban Hyuna. Tanpa terasa Leanor sudah sampai di rumah. Leanor turun, sedangkan Bibi langsung pergi ke butik.
*****
Saat malam hari, Leanor sedang berkumpul di ruang keluarga Bersama sama dengan Paman, Bibi, dan Bang Luzio. Leanor mendekati Paman untuk meminta izin liburan ke villa. Paman tentu saja langsung mengizinkan karena Leanor benar benar kesayangan Paman. Bang Luzio sedikit cemburu tapi tidak apa apa karena dia paham. Meski begitu Bang Luzio tetap sayang pada sang adik. Leanor melihat raut wajah Bang Luzio berubah, mendekatinya dan menggenggam tangan Bang Luzio.
"Kenapa, Nor?" tanya Bang Luzio kaget.
"Abang ikut aku ya" pinta Leanor.
"Oke, Abang ikut tapi berapa hari? Karna abang kan harus mendaftar sekolah" kata Bang Luzio.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Best Brother (Segera Terbit)
Fiksyen RemajaLeanor adalah seorang yatim piatu. Orang tuanya meninggal saat dia masih kecil. Karena itulah, Leanor tinggal dengan paman dan bibinya. Leanor juga mempunyai kakak kandung bernama Luzio. Suatu hari, Leanor dibully di sekolahnya. Leanor dibully oleh...
