Beberapa minggu kemudian setelah ujian, semua murid menyiapkan kelulusan kelas 9 yang diadakan sebentar lagi. Leanor dan sahabatnya akan menampilkan tari pada acara kelulusan karena dia mengikuti ekstra tari di sekolahnya. Setiap hari setelah pulang sekolah, Leanor dan para sahabatnya berlatih menari di rumah Leanor. Leanor akan membawakan tari jaipong yang berasal dari Jawa Barat. Leanor dan sahabatnya sangat berusaha agar bisa mengeluarkan usaha terbaiknya yang telah dia latih selama ini.
Hari ini adalah hari terakhir kalinya mereka latihan untuk tampil. Semua berusaha semaksimal mungkin. Mereka hanya belajar dari video saja karena guru tari mereka sedang cuti hamil. Namun saat latihan, Cheryl terjatuh dan membuat kakinya terkilir. Semua orang tampak kebingungan bagaimana agar bisa tetap tampil besok pada acara kelulusan. Akhirnya, Cheryl digantikan Hyuna yang sudah pandai menari sejak kecil.
Suasan menjadi sangat tegang karena Hyuna tidak mengangkat telepon. Udara terasa sangat lembab, padahal mereka sedang berada di luar. Satu detik berasa selamanya karena ini hari terakhir, mereka sudah tidak punya waktu banyak untuk Latihan. Setelah beberapa detik berlalu, akhirnya Hyuna mengangkat telepon. Semua menghela nafas lega bersamaan. Hyuna bertanya kenapa menelpon dirinya.
"Kenapa kamu meneleponku, Leanor?" tanya Hyuna dari sisi sebelah penelepon.
"Aku mau minta tolong sama kamu buat gantiin Cheryl nari. Cheryl tadi terjatuh, sekarang kakinya terkilir. Untuk besok kayaknya belum bisa buat nari." jawab Leanor, menjelaskan situasi Cheryl yang terjatuh dan tidak bisa untuk menari.
"Besok?! Mendadak banget, nor!" teriak Hyuna karena terkejut.
"Iya, sorry banget ya. Bisa gak ya kamu?" tanya Leanor yang harap harap cemas.
"Bisa kok, tenang aja. Sekarang ini kamu ada di rumah siapa?" Hyuna berkata setelah mempertimbangkan tawaran Leanor. Suasana menjadi lega kembali karena Hyuna sudah setuju.
"Kamu tahu rumahku kan? Kita Latihan di rumahku" kata Leanor menjelaskan lokasi tampat mereka Latihan.
Hyuna menutup telepon dan segera bersiap siap menuju rumah Leanor. Hyuna berganti pakaian dan celana, lalu memanggil supirnya untu mengantarnya ke rumah Leanor. Semua yang berada di rumah Leanor menunggu Hyuna sampai. Setelah beberapa menit, datanglah sebuah mobil berwarna putih di depan rumah Leanor. Semua orang berdiri menyambut Hyuna. Hyuna turun dari mobil dengan segala perlengkapan untuk latihan menari. *prok prok* semua orang bertepuk tangan menyambut Hyuna.
"Ayo langsung latihan aja, waktunya terbatas banget ini" ajak Hyuna untuk Latihan. Semua mengangguk, lalu mulai latihan menari lagi.
Hyuna dengan cepat dapat beradaptasi dengan sesama rekan menari. Hyuna bisa menyesuaikan tempo dari rekan rekannya. Leanor yang melihat Hyuna mudah beradaptasi. Semuanya semangat berlatih agar besok tidak ada kesalahan.
Mereka berlatih hingga hari sudah semakin gelap. Bibi yang melihat masih pada latihan, meminta untuk mereka makan malam terlebih dahulu. Semua orang setuju untuk berstirahat dan makan malam Bersama. Semua sudah duduk melingkar di meja makan, akan tetapi ada satu kursi yang kosong. Kursi itu milik Bang luzio yang biasanya dia pakai.
"Bi, Bang Luzio kemana?" tanya Leanor yang sambil mengambil nasi.
"Oh, Abangmu tadi ijin keluar" jawab Bibi.
"Pergi kemana? Besok kan sudah acara wisudanya" tanya Leanor penasaran.
"Gak tahu, udah biarin aja" jawab Bibi yang sedang meletakkan air putih di meja.
Leanor sudah tidak bertanya lagi setelah mendengarkan jawaban Bibi. Leanor melanjut makan Bersama sahabat sahabatnya menggunakan lauk ikan, makanan kesukaan Leanor. Semuanya makan Bersama sama dengan sesekali bercanda gurau. Setelah makan, semuanya lanjut berlatih menari lagi hingga pukul delapan malam. Saat pukul delapan, sahabat Leanor pulang ke rumah masing masing agar besok pagi tidak terlambat untuk berdandan sebelum tampil.
*****
Besok paginya, Leanor berangkat ke rumah Bellona untuk dandan. Ibu Bellona mempunyai salon sendiri. Leanor diantar oleh Pamannya dengan menggunakan mobil kesayangan Paman. Hanya butuh beberapa menit untuk sampai ke rumah Bellona. Saat sampai di rumah Bellona, Leanor adalah orang pertama yang sampai. Leanor langsung disuruh untuk ke meja rias. Leanor akan di dandan i yang pertama. Setelah beberapa saat, sudah banyak yang berdatangan untuk dandan. Setelah berdandan, Leanor memilih kostum yang cocok dengan badannya. Leanor memakai kostum itu dengan bantuan Hyuna. Agak sedikit sulit untuk memasang bagian bawahnya karena ada rumus untuk menalinya.
Butuh waktu yang cukup lama agar semua siap. Zemira menjadi yang terakhir selesai bersiap. Zemira datang paling terlambat dari waktu yang ditentukan. Setelah Zemira selesai, semua bersiap di depan rumah. Mereka menunggu jemputan dari supirnya Hyuna. Leanor mengambil HP, membuka kamera untuk berfoto Bersama.
"Ayo foto bareng!" ajak Leanor sambil mengangkat HP keatas.
"Ikut! Ikut!" teriak Freya, ingin ikut foto Bersama.
Semua memposisikan diri di belakang Leanor agar terlihat semuanya. Saat semua sudah siap, Leanor menekan tombol dan cekrek. Sebuah foto keluar, menampilkan hasil foto mereka. Mereka berfoto lagi setelah melihat hasilnya. Saat asyik berfoto, sebuah mobil datang, Tin! Tin!. Mereka menengok ke asal suara. Melihat bahwa itu mobil jemputan mereka, semua masuk ke dalam. Zemira bersalaman pada ibunya, lalu masuk ke mobil.
*****
Setelah beberapa saat, mereka sampai di sekolah. Bersama sama berjalan menuju aula, tempat acara kelulusan diadakan. Leanor berjalan menuju backstage (belakang panggung) bersama sahabatnya. Sesampainya di backstage, kakak pengatur acara memberi arahan sebelum nanti tampil. Leanor tampil setelah acara pembukaan oleh kepala sekolah. Leanor sangat gugup, takut melakukan kesalahan. Sahabat Leanor memberi dukungan agar jangan gugup. Mereka saling memberi dukungan dengan cara berpegangan tangan.
Acara diawali dengan arakan masuk oleh guru dan murid. Dilanjutkan dengan menyanyi Indonesia Raya dan mars. Semua yang hadir ikut bernyanyi Bersama dengan grup paduan suara. Setelah bernyanyi, acara selanjutnya acara pembukaan oleh kepala sekolah. Leanor dan sahabat sahabatnya bersiap siap untuk tampil sebentar lagi. Semua memposisikan diri sesuai urutan maju. Hanya sampai beberapa detik, acara pembukaan pun selesai. Pembawa acara memanggil ekstra tari, yaitu Leanor dan para sahabatnya.
Leanor maju ke atas panggung dengan diiringi lagu dan tepuk tangan yang meriah. Dengan anggunnya dia menari, begitu lihai hingga semua orang merasa takjub. Cara Leanor menggunakan selendangnya dengan adiwarna. Leanor merasa bahwa saat dia menari bukan seperti dirinya, begitu berbeda. Semua orang pun merasa aura Leanor sangat berbeda saat menari, begitu indah seperti angsa. Hanya beberapa menit untuk menyelesaikan satu tari jaipong. Memasuki ending tari, semua bersiap berpose. Sampai pada ending, semua orang bertepuk tangan.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Best Brother (Segera Terbit)
Teen FictionLeanor adalah seorang yatim piatu. Orang tuanya meninggal saat dia masih kecil. Karena itulah, Leanor tinggal dengan paman dan bibinya. Leanor juga mempunyai kakak kandung bernama Luzio. Suatu hari, Leanor dibully di sekolahnya. Leanor dibully oleh...
