9. Mulai mengenal

48 33 3
                                        

Dari kejauhan Leanor sedang memandangi Sai. Sahabat sahabat Leanor menemani Leanor yang kasmaran. Sahabat Leanor sempat bingung, seorang Leanor jatuh cinta apalagi ini pada pandangan pertama.

  “Ehem, Nor. Mau sampai kapan kita disini?” tanya Cheryl.

  “Sampai masuk jam ke empat” jawab Leanor yang yang tidak memalingkan pandangan dari Sai.

  “Astaga, Nor. Aku udah lapar nih, tadi pagi belum sempat sarapan” keluh Freya.

  “Ya kalau lapar, ya makan” kata Leanor.

  “Temanilah” sahut Freya.

  “Ya sudah, ayo. Ternyata aku juga belum sarapan juga” kata Leanor dengan perut keroncongan.

Leanor dan sahabatnya pergi ke kantin untuk makan. Di kantin ada Bang Arya dan Kak Kana yang sedang pacaran, dan tentu saja ada Bang Luzio yang jadi obat nyamuk.

  “Oyy Bang, sinilah daripada jadi obat nyamuk disitu” kata Leanor dengan nada mengejek.

Semua ketawa melihat Bang Luzio yang sedang di ejek Leanor.

  “Dasar, anak ini” kata Bang Luzio geram dengan tingkah Leanor.

  “Wlee” ejek Leanor lagi.

Bang Luzio menjitak kepala Leanor karena sudah tak tahan.

  “Mau lagi, huh? tanya Bang Luzio.

  “Udah Bang, benjol kepalaku nanti” jawab Leanor.

Semua yang melihat tingkah kakak beradik ini tersenyum senang. Bukan hal yang aneh kalau Leanor dan Bang Luzio bertengkar setiap hari. Walau mereka sering bertengkar tapi mereka tau kalau mereka saling menyayangi satu sama lain. Leanor berhenti lalu mematung. Leanor melihat Sai sedang makan di kantin bersama temannya. Bang Luzio segara menyadari apa yang terjadi.

  “Aduh duh, si bocil mulai puber” sindir Bang Luzio.

  “Apa dah! Berisik, sana lanjut jadi obat nyamuk” kata Leanor kesal.

  “iya deh iya. Udah ada punya cowok, jadi abangnya dibuang” kata Bang Luzio ngambek.

  “Enggak gitu maksudku. Dasar” kata Leanor menolak perkataan Bang Luzio.

Bang Luzio kembali ke tempat duduknya. Leanor duduk dan terus memandangi Sai. Sai melihat Leanor dan menyapa Leanor sambil tersenyum.

  “Hai, Lea” sapa Sai dari jauh.

  “H, hai Sai..” balas sapa Leanor dengan tersipu.

  “kamu makan apa?” Sai berjalan mendekat ke arah Leanor.

  “Makan seblak. Mau?” jawab Leanor.

  “Minta dikit” jawab Leanor.

  “Ini” kata Leanor sambil menawari sesendok seblak.

Sai memakan seblak yang di tawari Leanor

  “Enak?” tanya Leanor.

“Enak banget karena disuapin kamu” jawab Sai.

  “Apa sih?” kata Leanor tersipu.

  “Ehem! Dunia berasa milik berdua ya?” sahabat sahabat Leanor berdehem. bersama.

  “Maaf ya, ngebucin didepan para jomblo” kata Sai menyindir.

  “Dih, mentang mentang. Padahal jadian aja belum” jawab Bellona ngegas
.
  “Jahatnya omonganmu” sahut Freya.

  “Ya maaf, habis aku kesel” kata Bellona.

  “Udah udah, ayo lanjut makan dan Sai kamu balik ketempatmu ya” kata Cheryl menenangkan suasana.

  “Oke oke. Dada cantik” kat Sai sambil mengacak acak rambut Leanor.

Sai kembali ke tempat duduknya dan wajah Leanor sangat merah saat Sai berkata demikian. Setelah terdiam lama, Leanor lanjut memakan seblak.

*****

Saat pelajaran, Leanor tidak fokus. Dia terus teringat kejadian di kantin tadi. Freya melihat Leanor, bertanya tanya kenapa dia tidak fokus pada pelajaran kesukaannya hari ini. Freya menyikut leanor dan leanor menoleh ke arah Freya.

  “Ada apa?” bisik Leanor.

  “Kamu sedang memikirkan apa? Sampai tidak fokus di mapel favoritmu” tanya Freya.

  “Aku  tidak memikirkan apa pun kok” jawab Leanor.

  “Ah yang bener?” goda Freya.

  “Iya lho” kata Leanor.

Bel pulang berbunyi

  “Pelajaran hari ini cukup sampai sini. Sampai jumpa di pelajaran berikutnya” kata Miss Sofia.

  “Yes miss” jawab para murid serentak.
Para murid berhamburan keluar. Sai mendekati Leanor yang sedang memasukkan bukunya ke dalam tas. Sai menyentuh bahu Leanor.

  “Kamu pulang sama siapa?” tanya Sai.

  “Sendiri. Bang Luzio ada eskul hari ini” jawab Leanor.

  “Mau pulang bareng?” tanya Sai lagi.

  “Huh?! pulang bareng?” kata Leanor terkejut.

  “Iya, pulang bareng. Mau gak?” kata Sai.

  “M-mau” jawab Leanor tersipu.

Leanor pulang bersama Sai. Sai dan Leanor pulang menggunakan sepeda masing masing. Mereka mengobrol saat perjalanan pulang. Sai bertanya tentang Leanor seperti umur, keluarga, dan hobi Leanor. Leanor juga bertanya pada Sai tentang Sai. Tanpa terasa Sai dan Leanor sudah sampai di rumah Leanor. Sai langsung berpamitan dan pulang tanpa mampir.

My Best Brother (Segera Terbit)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang