Happy Reading 💙
Setelah percakapan mereka di taman tadi, kini duchess rosella sudah berada di kamarnya. Kamar itu terlihat ramai sebab beberapa pelayan membereskan barang-barangnya untuk dipindahkan ke kamar sang duke
Lily yang sedari tadi memindahkan baju-baju nonanya, sedikit menengok melihat duchess rosella yang tengah menunduk mengelus lulu di kasurnya. Lily tau, pasti nonanya saat ini merasa sangat gugup dan tak nyaman mengingat hubungan mereka tak begitu baik
Tapi tak hayal lily hanya bisa berdoa, semoga nonanya akan selalu baik-baik saja. Lily hanya takut, apalagi mengingat kejadian saat sang duke hampir saja membunuh duchess rosella, Lily pun cepat-cepat menyingkirkan pikiran buruk itu dan lanjut membereskan semua pakaian duchess rosella
Tak lama seluruh barang sang duchess telah siap dipindahkan, seluruh pelayan yang bertugas di kamar itu mulai berjalan mengangkat barang di tangannya menuju kamar sang duke
Duchess rosella hanya menghela nafas melihat itu semua, kini isi kamarnya terasa begitu kosong, entah kenapa duches rosella merasa begitu deg-degan saat ini. Lily pun berjalan menghampiri nonanya yang saat ini tampak termenung
"Duchess apa anda tak ikut ke kamar yang mulia" suara itu untung saja bisa mengalihkan atensi duchess rosella
"Aku akan menunggu disini sampai semuanya selesai di bereskan disana lily"
"Baiklah duchess sesuai permintaan anda" sebelum pergi, lily pun kembali berkata
"Jika duchess membutuhkan sesuatu tolong panggil saya segera" duchess rosella hanya mengangguk ringan, merasa tak membutuhkan sesuatu, duches rosella lebih ingin menghabiskan waktu di kamar ini sebentar lagi, sebab akan jarang masuk ke kamar ini lagi nanti
Lily pun pamit untuk kembali mengurus pakaian duchess rosella di kamar sang duke. Tak terasa sudah satu jam berlalu, kini duchess rosella tengah berjalan menyusuri istana menuju ke kamar duke harvey bersama lulu dan lily
Setelah menyelesaikan pekerjaannya, lily segera kembali menghampiri duchess rosella untuk memberi tau bahwa semuanya telah selesai. Tak lama mereka pun tiba tepat di depan pintu kamar bernuansa hitam putih itu
Terdiam memperhatikan pintu kamar itu, sebab saat ini isi pikiran duches rosella seolah mengingat kejadian saat itu, kejadian dimana dirinya hampir celaka sebab cekikan oleh sang duke. Lily segera mempersilahkan nonanya untuk masuk
Duchess rosella pun mencoba tak menghiraukan hal itu dan berjalan masuk, menyusuri sekitar kamar untuk memperhatikan barang-barangnya yang telah disusun rapi
Beberapa menit pun berlalu, kini duchess rosella berdiri di balkon kamar itu ditemani oleh lily karna lulu sudah ia taruh di keranjangnya. Untung saja duke harvey saat ini tengah sibuk di ruangan pribadinya, jadi duches rosella bisa sedikit leluasa untuk melihat-lihat isi kamar tersebut
"Duchess, apa anda baik-baik saja" mengangguk pelan sebagai jawaban, lily pun kembali diam memperhatikan nonanya yang saat ini memandang lurus ke arah kebun
"Aku ingin istirahat lily" seakan mengerti, lily mengangguk lalu membungkukkan badannya pamit dan keluar dari sana. Kini duchess rosella sendirian di balkon itu, menghela nafas lalu berjalan masuk menuju kasur yang begitu asing untuknya
Duchess rosella merebahkan dirinya di kasur itu karna merasa sedikit lelah, terlebih besok dirinya akan mulai berlatih lagi dengan sang duke. Tak butuh waktu lama, duchess rosella pun akhirnya tertidur lelap
Berbeda di ruangan duke harvey, tampak begitu menegangkan, sebab duke harvey tengah marah dengan matthias. "Aku tidak membutuhkan saranmu dan tutup mulutmu itu, atau kau akan merasakan akibatnya" perkataan yang begitu kejam dan menusuk membuat matthias terdiam kaku
KAMU SEDANG MEMBACA
Become The Duchess Of Light
Lãng mạn[D e n e e e r s] [ON GOING] !!! [PROSES REVISI] ________________ Lady Rosella Valencie Zhalaena de Santos adalah seorang putri bungsu dari Raja Aldrich Xavier de Santos dan Ratu Diona Gracelya Joxiel de Santos. Lady Rosella memiliki dua kakak laki...
