A Feeling

2.3K 104 0
                                        

Happy Reading 💙

Duchess rosella saat ini tengah di periksa oleh tabib di kamarnya ditemani duke harvey juga lily yang tampak begitu khawatir. Waktu masih menunjukkan pukul 6 pagi, lily yang baru bangun dan selesai bersiap-siap berjalan ke arah kamar sang duchess

Sudah jadi rutinitasnya untuk menunggu duchess rosella bangun, dan lily akan menunggu di depan kamar sang duchess

Tapi lily begitu terkejut ketika hampir sampai di kamar duchess rosella, sebab melihat sang duke menggendong duchess rosella menuju ke kamarnya. Lily langsung berlari menghampiri keduanya dengan wajah yang begitu khawatir

Menyadari kehadiran lily sang duke pun langsung memerintahkannya. "Cepat panggilkan tabib" nada suara itu terdengar khawatir

Lily yang masih mencerna apa yang tengah terjadi langsung segera berlari memanggil tabib. Duke harvey segera membaringkan duches rosella, karena begitu khawatir, duke harvey seolah lupa, jika dirinya bisa menyembuhkan duches rosella yang tengah pingsan

Tak lama lily datang bersama tabib di belakangnya

"Salam ke.."

"Tak perlu memberi salam cepat periksa istriku" tabib yang tengah memberi salam terlonjak kaget mendengar bentakan dari sang duke, tabib itu pun hanya mengangguk ketakutan dan langsung mendekat untuk memeriksa duchess rosella

Duke harvey sedikit bergeser untuk memberikan akses pada tabib, agar cepat memeriksa duches rosella. Tabib yang terlihat sedikit gugup, membuatnya tak fokus memeriksa sang duchess, tapi tabib itu berusaha untuk tetap tenang agar tak mendapat masalah

Setelah memeriksa duchess rosella, tabib itu sedikit mundur dan mulai membungkuk

"Yang mulia maafkan saya, saat ini duchess mengalami sesak nafas ringan, terlihat dari detak jantungnya yang tak stabil, tapi anda tak perlu khawatir duchess akan segera sadar, dia hanya harus istirahat saat ini"

Mendengar perkataan tabib, duke harvey sedikit menyesal, bagaimanapun duches rosella seperti ini karna dirinya. Namun, tak ada cara lain, duches rosella harus bisa mengetahui alasan penyebab kekuatannya muncul saat itu, agar duches rosella bisa melihat cara untuk mengendalikan kekuatannya

Tabib pun segera undur diri setelah disuruh keluar oleh sang duke, begitupun lily ikut keluar dari sana, sembari membawa lulu yang sudah bangun

Kini tinggallah duke harvey yang masih setia menatap wajah duchess rosella, gadis itu tampak tertidur lelap, duke harvey pun menghela nafas kasar, lalu perlahan tangannya bergerak mengelus rambut sang duches

"Maafkan aku" lirihnya, sungguh suatu keajaiban mendengar kata maaf dari mulut pria yang terkenal sangat kejam dan dingin itu

Selama ini duke harvey tak pernah mengucapkan kata maaf kepada siapapun, tapi sekarang duke harvey benar-benar merasa bersalah, dan menyadari hanya duchess rosella yang bisa membuatnya seperti ini

Duke harvey pun mulai menyadari kalau dirinya sebenernya telah menyukai duchess rosella, semakin duke harvey menyangkal perasaannya, tapi perasaan itu malah semakin besar, duke harvey mungkin masih tak paham tentang perasaannya sepenuhnya, yang duke itu tau, ia begitu tak mau terjadi apa-apa dengan duches rosella

Rasanya duke harvey selalu ingin berada di sisi duches rosella setiap kali mereka bertemu, duke harvey akan selalu merasa nyaman, apalagi setiap mereka bertatapan, membuat duke harvey selalu ingin membuat duches rosella tersenyum bahagia

Sepertinya duke harvey benar-benar sudah gila saat ini, tanpa duke sadari, mata duchess rosella perlahan mulai terbuka. Duchess rosella mengedarkan pandangannya yang sedikit buram, mengerjapkan beberapa kali agar kembali fokus

Become The Duchess Of Light Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang