[D e n e e e r s]
[ON GOING] !!!
[PROSES REVISI]
________________
Lady Rosella Valencie Zhalaena de Santos adalah seorang putri bungsu dari Raja Aldrich Xavier de Santos dan Ratu Diona Gracelya Joxiel de Santos. Lady Rosella memiliki dua kakak laki...
Aula kerajaan cahaya begitu terasa senyap saat itu, bagaimana tidak, sejak lady rosella membuka cadarnya, itu membuat semua orang yang berada disana begitu terpesona akan kecantikannya. Pangeran gilbert bahkan sudah tanpa sadar menatap ketertarikan ke arah sang lady
Melihat semua orang yang dominan lelaki di aula itu, seolah terhipnotis oleh kecantikan sang lady, membuat duke harvey menggeram tak suka dan menatap tajam ke arah setiap orang yang terang-terangan menatap gadis yang kini telah menjadi istrinya
Tersadar akan apa yang mereka lakukan, membuat mereka segera menunduk takut, termasuk pangeran gilbert yang kini cepat-cepat menyingkirkan perasaan tertariknya kepada lady rosella, bagaimana pun lady itu sudah menjadi istri sang duke
Bagaimana tidak, pria mana yang tak jatuh cinta pada pandangan pertama ketika melihat wajah bak dewi itu, hanya pria bodoh yang menolak gadis sempurna seperti lady rosella
Bahkan pria yang telah menikah pun menatap tertarik kepada sang lady, seakan melupakan istri dan anak mereka. Sungguh kecantikan itu benar-benar serasa berbisa dan mampu menaklukkan seluruh lelaki di penjuru dunia ini
Mereka merasa iri dengan duke harvey yang begitu beruntung mendapatkan gadis yang nyaris sempurna, tapi tak hayal, mereka pun merasa keduanya telah ditakdirkan bersama, sebab sang duke pun juga tak kalah tampannya, bahkan mereka berani bersumpah belum pernah melihat lelaki setampan duke harvey di dunia ini
Berbeda dengan apa yang dirasakan lady rosella, gadis itu merasa sangat bahagia, karna melihat seluruh orang yang berada disana terlihat baik-baik saja setelah melihat wajahnya. Tetapi untung saja, ia mampu menormalkan ekspresi wajahnya dengan sangat baik dan tetap menampilkan ekspresi datar
Tapi tak lama lady rosella tanpa sadar tersenyum, karna kutukan yang selama ini menghantui hidupnya benar-benar telah lenyap. Melihat sang lady tersenyum tipis, membuat orang-orang yang berada disana, kembali terpesona seakan sudah melupakan kewarasan mereka
Duke harvey yang sudah tak tahan gadisnya di tatap banyak pasang mata, akhirnya membawa lady rosella keluar dari aula menariknya cukup kasar
Lady rosella tersentak ketika merasa tangannya di tarik begitu saja, tapi ia tak bisa melawan karna merasa sangat gugup, apalagi melihat ekspresi di wajah duke harvey seakan ingin membunuh memangsanya
Memperhatikan kedua pasangan yang baru saja resmi menikah itu telah keluar dari aula, membuat mereka semua menghela nafas panjang karna masih ingin menatap wajah sang lady
Pangeran gilbert yang sedari tadi terdiam karna mencoba sebaik mungkin untuk mengontrol perasaannya, akhirnya angkat bicara
"Tuan-tuan dan nyonya-nyonya, terimakasih telah hadir di pernikahan yang mulia duke, tapi saat ini pesta telah selesai, dan semua orang yang berada di sini diperintahkan bubar"
Mendegar perintah putra mahkota, mau tak mau mereka akhirnya undur diri dan pulang ke kediaman masing-masing, walaupun sebenarnya mereka masih ingin berlama-lama di istana
Kini lady rosella dan duke harvey berada di ruangan pribadi pria itu, mereka sama sekali belum sadar jika tangan mereka masih saling bergandengan. Tak lama lady rosella tersadar dan langsung melepaskan kaitan tangan mereka, ia pun tanpa disuruh langsung duduk di kursi yang biasanya ia duduki
Duke harvey yang melihat itu pun ikut duduk di kursi kebesarannya. "Jadi ada apa duke membawa saya secara paksa kesini, apakah acara pernikahan telah selesai?"
Duke harvey yang baru duduk, mendengar kecil, suara lembut dari gadisnya itu sedikit membuatnya kesal, apalagi saat mengingat kejadian di aula tadi
Sang duke bahkan merasa dirinya aneh, entah kenapa ia merasa tak suka, jika gadis yang kini berstatus istrinya itu membuat semua lelaki terpesona karna kecantikannya. Duke harvey benar-benar tak suka jika miliknya di lihat orang lain, atau di tatap penuh harap seperti itu, seolah mereka sangat ingin merebut lady rosella darinya
Duke harvey sungguh tak mengerti ada apa dengan dirinya saat ini. Tetapi kenyataannya memang begitu, siapa yang akan menyia-nyiakan kesempatan, jika lady rosella lepas dari dirinya, pasti seluruh lelaki di penjuru dunia akan berlomba-lomba untuk mendapatkannya
Lady rosella yang melihat keterdiaman duke dihadapannya ini, membuatnya menghela nafas panjang. "Hei apa kau mendengarku" ucapnya lagi yang kali ini membuat duke harvey menatap tajam ke arahnya
Kening lady rosella mengkerut seakan bingung, kenapa dengan tatapan itu, seolah ia telah membuat kesalahan atau ia mengucapkan sesuatu yang salah tapi ia rasa tidak
"ada apadengannya" batinnya
"Bukan kah kau tak sabar untuk menemui para pengawal dan pelayanmu, sebaiknya kita berangkat sekarang"
Mendengar perkataan itu, membuat lady rosella sedikit kaget dan menggerutu akibat kekonyolannya, sebab hampir melupakan prajurit dan pelayannya yang masih mencari keberadaan dirinya saat ini, lalu tak lama, ia tersenyum senang menatap sang duke
Lady rosella langsung bersemangat dan berdiri menghampiri meja pria yang kini telah menjadi suaminya. "Benarkah, kalo begitu ayo cepat, aku tidak ingin mereka semua menunggu semakin lama" ucapnya begitu semangat, sembari tersenyum begitu manis ke arah sang duke
Duke harvey yang melihat senyuman gadisnya itu, seakan tercekat karna ke sempurnaan wajah lady rosella, ia merasa jantungnya berdetak tak karuan saat ini. Merasa aneh, ia pun berdehem dan tetap mempertahankan ekspresi dinginnya
"Sebelum itu, ganti pakaianmu dulu, apa kau akan pergi dengan pakaian seperti itu" lady rosella tentu setuju, apalagi baju yang dipakainya ini sedikit berat dan itu membuatnya tak bebas bergerak
"Baiklah, aku akan segera kembali" ucapnya kemudian menunduk, sebagai tanda hormat lalu langsung berlari kecil kembali ke kamarnya
Melihat kelakuan lady rosella yang begitu gampang berubah, membuat jantungnya semakin berdetak tak karuan, ia tak mengerti dengan keadaan jantungnya saat ini, ini pertama kalinya ia merasa kan ada yang aneh dengan jantungnya. Duke harvey berpikir akan memanggil tabib, untuk memeriksanya setelah ia kembali dari hutan eleiz nanti
Lady rosella yang telah berada di kamarnya, telah selesai mengganti ke pakaian yang lebih sederhana yang terlihat begitu tradisional, tetapi tetap anggun di badannya. Sepanjang jalan, menuju kamarnya tadi, ia berlari kecil sembari tersenyum lebar, itu membuat semua orang yang tak sengaja melihatnya dibuat begitu terpesona, sampai mereka harus menghentikan kesibukan mereka, lalu fokus memandang wajah sang lady
Mereka begitu tak menyangka, jika gadis yang dibawa tuannya pulang, ternyata adalah jelmaan malaikat. Sungguh, hanya ke kaguman yang bisa mereka semua rasakan, dan mulut mereka tak berhenti untuk memuja kecantikan yang dimiliki lady rosella
Lady rosella yang telah selesai bersiap-siap, membuka pintu kamarnya kembali dan berjalan keluar menuju ruangan sang duke. Melihat lady rosella yang kembali berjalan di sepanjang lorong istana, tentu membuat mereka semua kembali terpesona dan hanya bisa membungkuk hormat karna tak berani menatap lama istri tuannya itu
Pakaian khas kerajaan cahaya yang memang telah di siapkan di kamarnya, terlihat sangat cocok di badan sang lady. Ingatkan mereka untuk berkedip dan bernafas, karna sekarang, setiap orang disana seakan terhipnotis dengan tampilan lady mereka itu
Lebih tepatnya Duchess mereka. Ya kini lady itu sudah menikah dengan duke harvey, sudah sepantasnya mereka memanggil gadis itu dengan sebutan Duchess
Duchess Rosella Valencia Zhalaena de Santos.
Hi balik lagi dengan chap baru, as usual vote dan komen ya dan makasih banyak yang udah hargain aku dengan vote it's really makes me happy 🥺💖 juga kalo ada typo tolong ingatin karna aku emg jarang baca ulang jadi harap dimengerti readers ku. Love author 🎀
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.