The Duchess's Unilateral Decision

2.7K 119 4
                                        

Happy Reading 💙

Halaman kerajaan alaida terlihat begitu ramai saat ini, seluruh prajurit dan pelayan yang diperintahkan untuk mengawal sang duchess telah kembali

Raja dan ratu maupun putra mahkota dan pangeran kedua, telah berdiri menanti orang yang sangat mereka rindukan. Seluruh prajurit dan pelayan membungkuk memberi hormat secara bersamaan

"Salam kepada yang mulia raja, yang mulia ratu, putra mahkota dan pangeran kedua semoga dewa selalu memberkati"

Sang ratu yang sedari tadi menatap dengan tatapan berbinar ke kereta kuda, menatap tak sabar menanti putrinya turun. Maxim yang melihat itu, merasa begitu gugup dan takut, tapi maxim pun perlahan melangkah kedepan

Menghela nafas berat untuk menetralkan ke gugupannya, Maxim mulai membuka suara. "Yang mulia, tolong maafkan hamba, karna duchess rosella tak ikut pulang dengan kami yang mulia"

Sudah dipastikan keempat orang yang tengah berdiri di hadapan sana, begitu terkejut setelah mendengar ucapan maxim. Terlihat sang ratu yang hampir terjatuh jika tak cepat di pegang oleh sang raja karna begitu terkejut

Pangeran bryan yang tak mengerti maksud perkataan maxim, segera berjalan menghampiri tangan kanannya itu. Mencengkeram kuat kerah maxim dengan tatapan membunuh

"Apa yang kau maksud?!" ucapnya yang begitu tegas, maxim yang sudah bergetar ketakutan seolah tercekat tak bisa mengatakan apapun akibat perlakuan pangeran bryan

Selama ini, maxim tak pernah melihat pangerannya itu semarah ini. Viola yang sedari tadi terdiam memperhatikan dengan rasa takut, akhirnya memberanikan diri berjalan kedepan, lalu detik itu juga viola bersujud ke hadapan raja dan ratu

Begitu juga dengan seluruh prajurit dan pelayan yang ikut bersujud dengan viola. "Tolong maafkan kami yang mulia, duchess rosella telah memerintahkan kami untuk pulang tanpanya" nada yang terdengar begitu gugup, membuat sang raja mengerutkan keningnya masih mencerna situasi itu

Mendengar perkataan viola membuat pangeran bryan melepaskan cengkramannya, dan berbalik menatap viola tak mengerti

"Apa maksud ini semua, mengapa kau memanggil putriku dengan sebutan duchess" ucap sang ratu seolah mewakili pertanyaan ke 3 pria tersebut. Mereka pun baru menyadari, jika sedari tadi putri bungsu mereka tak dipanggil lady oleh pelayan dan prajuritnya

"Maafkan saya yang mulia ratu, tapi ini perintah duchess rosella kepada kami, dan duches rosella berpesan untuk memberikan ini kepada anda"

Viola pun mengeluarkan surat dan membungkuk memberikan ke hadapan raja dan ratunya. Pelayan pribadi sang ratu melangkah maju mengambil surat tersebut, lalu menyerahkannya kepada sang raja

Masih membungkuk takut, seluruh prajurit dan pelayan disana tak berani menatap raja dan ratu mereka, begitupun dengan putra mahkota dan pangeran kedua. Sang raja tanpa membuang waktu, segera membuka surat dari putrinya, lalu membacanya bersama sang ratu yang juga begitu penasaran akan surat itu

"Salam kepada yang mulia raja, yang mulia ratu, juga kepada putra mahkota dan pangeran kedua. Bagaimana kabar kalian? aku harap kalian akan selalu baik-baik saja, karna akupun akan seperti itu

Sebelumnya aku sangat meminta maaf kepadamu, ayah, ibu karna aku tak kembali pulang bersama para prajurit dan pelayanku, tapi ijinkan aku menjelaskan melalui surat ini

Aku menulis surat ini untuk memberitahkan kabar baik ini ke kalian, bahwa kini kutukan yang selama ini berada pada diriku telah hilang, semua ini berkat aku yang telah berhasil menemukan keturunan dewa cahaya

Become The Duchess Of Light Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang