Happy Reading 💙
Lady rosella kini telah selesai makan dan juga meminum ramuan dari tabib akibat paksaan dari duke harvey. Lady rosella terlihat masih sedikit lemas, tapi lady rosella begitu pandai menormalkan keadaannya saat ini, hingga terlihat biasa saja
Setiap gerak-gerik gadis itu tak pernah luput dari pandangan duke harvey yang menatapnya dingin nan tajam
"Jadi bagaimana, aku tak ingin membuang-buang waktu lagi seluruh pengawal dan pelayanku akan dalam bahaya jika kita membuang waktu terlalu lama"
Lady rosella membuka suara dengan nada tak sabaran, menuntut jawaban atas pembicaraan mereka sebelumnya di kamar
"Hmm..menikah" ucapan singkat tapi pelan dengan suara yang berat membuat lady rosella kembali merinding, tapi tetap berani menatap tajam ke sang duke
"Ya menikah, aku tau itu konyol karna aku pun merasakan itu, tapi seperti yang kau dengar tadi, tak ada cara lain selain cara konyol ini"
Mendengar ucapan lady rosella, ia sedikit setuju, memang ini adalah cara konyol tapi setelah di pikir-pikir tak ada salahnya dengan ini
Kesepakatan di antara mereka berdua bisa berjalan, terlebih ia begitu membutuhkan gadis ini demi kelangsungan hidup kerajaan cahaya yang terancam keberadaannya
"Baik sesuai kemauanmu, aku putuskan kita akan menikah besok" ucapnya final
Semua orang di kerajaan cahaya tentu tau apa yang telah di putuskan sang duke adalah mutlak. Duke harvey menatap dingin ke arah gadis yang saat ini begitu terkejut mendengar ucapannya, sampai lady rosella yang biasanya sangat pandai mengatur ekspresi keterkejutannya tak bisa ia kendalikan lagi, mendegar keputusan tiba-tiba yang di ucapkan pria itu
"Apa?! k-kau, apa kau gila?!! gadis itu berdiri dari duduknya, saking kagetnya dan melayangkan tatapan sangat tajam ke arah pria itu
"Bukannya kau sangat ingin terbebas dari kutukan itu" sang duke memiringkan kepalanya, sembari menaikkan sebelah alisnya menatap dingin kepada lady rosella
"Y-ya aku tau tapi tidak secepat ini, orang tuaku bahkan tak disini" ucapnya gugup bukan main atas keputusan pria itu
"Hm jika kau memang tak ingin aku juga tak akan memaksa, tapi keputusanku adalah mutlak, lagipula apa kau tak muak selalu menutupi wajahmu itu"
Ucapan itu membuat lady rosella seketika tercekat, ia benar-benar tak bisa membantah keputusan pria ini dan itu membuatnya tak terima, tapi ia bisa apa-apa selain pasrah saat ini
Menghela nafas panjang sembari menutup mata, seolah masih merasa ini semua mimpi, ia pun akhirnya mengangguk mengiyakan keputusan duke harvey
Melihat ketidakberdayaan sang lady, entah kenapa membuatnya begitu senang, duke harvey pun segera memanggil tangan kanannya matthias, untuk datang ke ruangannya. Matthias segera datang ketika dipanggil oleh tuannya melalui seorang pengawal
Tiba di ruangan sang duke, matthias membungkuk memberi hormat kepada duke harvey dan lady rosella, yang kini telah memakai cadarnya kembali ketika mendengar sang duke akan memanggil orang untuk masuk kesana
Mengangguk sebagai balasan ke matthias, duke harvey pun segera memerintahkan tugas yang membuat matthias sangat terkejut mendengarnya
"Aku akan menikahi lady ini besok, urus semua keperluan pernikahanku dan ingat aku tak ingin ada kekurangan sedikit pun kau mengerti bukan"
Perkataan penuh tekanan itu, membuat matthias segera mengangguk mengerti, walaupun dirinya begitu terkejut saat ini
"Kalo begitu saya ijin pamit untuk mengurus segalanya yang mulia" menundukkan badan kepada keduanya, matthias pun segera keluar dan segera mengurus semua keperluan pernikahan sang duke yang begitu tiba-tiba
KAMU SEDANG MEMBACA
Become The Duchess Of Light
Storie d'Amore[D e n e e e r s] [ON GOING] !!! [PROSES REVISI] ________________ Lady Rosella Valencie Zhalaena de Santos adalah seorang putri bungsu dari Raja Aldrich Xavier de Santos dan Ratu Diona Gracelya Joxiel de Santos. Lady Rosella memiliki dua kakak laki...
