The Light That Remains Forever [END]

464 14 2
                                        

Happy Reading 💙

Malam di kerajaan Alaida berlalu dengan tenang. Setelah hari panjang penuh pelukan dan pertemuan kembali dengan seluruh keluarga. Istana akhirnya kembali hening, bukan keheningan yang dingin melainkan keheningan yang damai

Di kamar kerajaan, Duke Harvey yang telah terbangun lebih dulu. Masih setia memandangi wajah istrinya yang tertidur di dadanya. Duches Rosella tampak begitu tenang, seakan semua beban dunia telah benar-benar hilang dari pundaknya

Duke Harvey mengusap lembut rambut sang duches. Mengingat setiap kejadian yang mereka alami, membuatnya terasa lelah. Peperangan telah usai. Raja iblis telah dikalahkan dan dunia akhirnya benar-benar terang

Kini mereka bisa hidup tanpa bayang-bayang ancaman Raja Iblis lagi. Duke Harvey dan Duches Rosella telah berhasil menyelamatkan keseimbangan dunia, mereka berkomitmen kedepannya akan memastikan tak ada lagi kesengsaraan yang di alami siapapun. Duke Harvey tersenyum penuh hangat dan mengecup pucuk kepala Duches Rosella

Berbeda dengan pria yang berada di sisi lain istana, tepatnya masih di sebuah taman yang diterangi cahaya bulan, dan beberapa lampu minyak yang menghiasi taman itu. Pangeran Cassel masih berada disana, pria itu belum menemukan kedamaian di dalam hatinya

Ia yang awalnya ingin kembali ke istana, mengurungkan niatnya karna masih tak sanggup bertatapan dengan kedua pasangan itu dan memutuskan tetap disana. Di sisi taman, tempat ia berdoa sore tadi. Danau itu memantulkan cahaya bulan dengan tenang.

"Aku telah kalah...."  gumamnya pelan.

"Terkadang yang terlihat seperti kekalahan, hanyalah jalan menuju sesuatu yang berbeda" suara itu membuat Pangeran Cassel menoleh.

Seorang wanita berdiri tak jauh darinya, wanita itu menatap lurus ke arah danau. Mengeryit bingung sembari memperhatikan penampilan wanita itu. Pakaiannya terkesan tak mencolok. Gaunnya sederhana, tetapi pembawaannya anggun. Tatapannya lembut namun tegas.

"Ah maafkan kelancanganku, aku tak bermaksud menguping, tapi aku melihat punggung seorang pria yang terlihat menyimpan luka terlalu dalam?" perkataan itu terdengar hati-hati membuat Pangeran Cassel terdiam

Untuk pertama kalinya, seseorang bisa mengetahui apa yang ia alami dan berani mengatakan langsung kepadanya. Bahkan terlihat jelas di mata wanita itu jika wanita itu memandangnya bukan sebagai pangeran, tapi sebagai seorang pria.

"Aku tak bisa memaksa hati" ujar Pangeran Cassel lirih yang masih bisa di dengar wanita itu. Berjalan mendekat tepat di samping kursi Pangeran Cassel, wanita itu segera melanjutkan perkataan sang Pangeran

"Dan kau tak perlu memaksa takdir,  terkadang cinta sejati tidak diambil dari orang lain. Tapi cinta itu datang pada waktunya" menoleh dan menatap wanita itu, tatapan mereka akhirnya bertemu untuk pertama kalinya

Malam itu mereka berbincang cukup lama. Bukan tentang Duches Rosella, bukan tentang luka, tapi tentang dunia, tentang kerajaan dan tentang mimpi-mimpi yang belum sempat diwujudkan.

Dan untuk pertama kalinya sejak lama. Pangeran Cassel akhirnya pulang dengan hati yang sedikit lebih ringan. Entah kenapa percakapan tadi berhasil membuatnya merasa lebih baik.

_________________________

Sebulan kemudian, kerajaan Alaida menggelar pesta terbesar sepanjang sejarah. Pesta yang di beri nama Pesta Perdamaian Dunia. Undangan dikirim ke seluruh penjuru dunia, seluruh kerajaan hadir. Rakyat dari berbagai wilayah juga memenuhi alun-alun dengan pakaian terbaik mereka.

Become The Duchess Of Light Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang