12 : Clark Averill

7.7K 442 0
                                    

12 : Pertunangan.

Pukul 17.00 tanggal 6 Juni 2015

Aku berada di ruang ganti pria. Satu jam lagi aku dan Amaris Ernestine akan resmi bertunangan dan melepas masa lajang kita bersama.

"Wah Clark, kau paling cepat di antara kita." Ucap Nando sahabatku.

"Iya, aku kira Clark lebih memilih untuk menjomblo seumur hidup. Ternyata aku salah." Tambah Tred dengan cengiran.

"Makanya cepat cari pacar." Ucapku.

"Padahal aku ingin Ama, eh sudah kau ambil." Ucap Nando.

"Hei itu milikku tahu!" Balasku dengan menatap tajam kepada Nando.

"Siapa Ama?" Tanya Tred.

"Amaris, calon tunanganku." Jawabku.

"Aku tidak pernah melihatnya, mungkin karena aku tidak pernah ke kantormu lagi." Ucap Tred.

"Cantik loh." Ucap Nando.

"Aku menyesal karena kalah start dengan Clark, padahal aku menyukainya." Tambah Nando.

"Awas kamu merebut dia."
Ucapku.

"Whoa rupanya ada yang sedang kasmaraan." Sindir Tred.

"Terserah kalian saja." Ucapku pasrah.

"Clark, ayo keluar. Ama sudah menunggu." Ucap mama yang tiba tiba masuk.

"Ayo keluar." Ucapku kepada kedua sahabatku.

Aku melihat seorang wanita yang menggunakan dress berwarna hitam gradasi di depan ruang ganti wanita. Wanita itu sedang berbicara dengan sahabatnya, kalau tidak salah namanya Aubree.

"Ama!" Panggil Nando.

Ama menoleh ke arah Nando, aku dan Tred. Pandangan kita tidak sengaja bertemu lalu dia segera menoleh ke arah Nando.

Dia sangat cantik menggunakan dress itu. Sangat cantik, aku akui Ama adalah wanita tercantik. Tubuhnya yang langsing dan rambut coklatnya yang digerai lalu dibuat keriting menambah kesan dewasa.

Dia seperti malaikat.

"Kamu cantik." Ucap Nando.

"Iya kamu cantik!" Tambah Tred.

Aku melirik mereka berdua tajam, "ok ok." Ucap mereka berdua setelah sadar aku lirik tajam.

Aku menghampiri Ama, "ya tuhan Ama! Lo bilang calon tunangan lo itu nyebelin? Engga tahu! Kelihatan dari mukanya dia ga nyebelin. Malah tampan lagi, lo tuh gimana sih? Punya calon tunangan setampan ini malah di sia siain. Mending dia lah dari pada mantan lo itu si r-- mmphh."

Ama segera membekap mulut Aubree, "sorry ya dia kalau ngomong emang ga berhenti berhenti." Ucap Ama.

"Aww." Ringis Ama.

"Jangan gigit Bree!" Ucap Ama sambil mengibas ngibaskan tangannya.

"Mana yang sakit?" Tanyaku sambil mengambil tangannya.

Dia langsung melepaskannya, "udah engga sakit kok."

"Makanua jangan nutup nutup mulut gue, liat tuh lipstick gue jadi berantakan kan." Protes Aubree.

"Ter. Se. Rah." Ucap Ama pasrah.

"Ama cintaku dan Clark ayo keluar, udah mau mulai. Aubree dan teman teman Clark juga keluar." Ucap Tante Ava.

Aku langsung merangkul pinggang Ama posesif, "lepasin kali." Bisik Ama.

"Biasain lah Am. Kalau kamu gitu terus mau sampai kapan kita dekat?" Tanyaku gemas.

Bitter than SugarTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang