"Berani sekali kamu menamparnya"ucap gracio .
"Tuan gracio "ucap Davin."tuan anak ini telah mencelakai anak saya tuan sampai anak saya harus di rawat di rumah sakit"lanjut nya.
"Om Davin seharusnya mencari tau terlebih dahulu. saya saksinya bahwa ashel yang lebih dahulu membully adel .wajar Adel membalas nya karna seseorang ada batas sabarnya "ucap Gito yang tiba tiba datang.
"Apa maksud kamu Gito"ucap Davin.
"Ashel dia selalu mencari masalah pada Adel om .tapi Adel tidak pernah membalas nya .tapi sekarang ashel keterlaluan om dia sengaja menyiram Adel dengan minuman nya sampai seragamnya basah om"ucap Gito.
"Tidak mungkin ashel dia anak baik .pasti kamu hanya menyembunyikan kesalahan anak sialan ini"ucap Davin.
"Siapa yang anda bilang anak sialan tuan Davin"ucap gracio.
"Tuan anak ini anak yang tidak benar .dia adalah jalang dan ular bermuka dua tuan "bukan Davin yang menjawab melainkan mely.
"Karna dia.."ucap Shani
Shani dia berhenti bicara sebab Adel langsung memegang tangan Shani.
"Kita pergi aja aku udh males "ucap Adel .
Dan Adel pergi tentu dengan Zee.
"Lihat tuan gracio anak itu memang kurang ajar "ucap Davin.
Gracio dan Shani mereka tidak mendengar kan ucapan Davin mereka malah pergi meninggalkan mereka .dan di susul oleh sahabatnya adel.
"Om Tante semoga kalian tidak menyesal atas perbuatan kalian"ucap Gito lali pergi.
"Astaga dad anak jaman sekarang pada kurang ajar pada lebih tua "ucap mely.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
...
Bel pulang sudah bunyi Adel dan yang lain sedang berada di parkiran.
"Ma pa Adel sama yang pulang dlu ya"ucap Adel.
"Iya kalian semua hati hati"ucap Shani.
"Jangan ngebut ngebut bawa motornya"ucap gracio.
"Iya ma pa"ucap Adel
"Siap ma pa"ucap Leon.
"Iya ma pa"ucap Aran.
"Siap om Tante"ucap mereka .
"Zee jagain Adel ya"ucap Shani.
"Itu mah pasti Tante"ucap Zee.
Dan mereka semua pun pergi meninggalkan sekolah salindra.
Adel dia menuju ke markas vior karna ada hal yang harus dilakukan.
Adel Zee dan yang lain kecuali Aran Leon dan oniel mando mereka harus latihan basket . Adel dan yang lain masuk ke dalam markas vior.
"Kalian istirahat lah gw mau ke kamar sebentar"ucap Adel.
"Iya Del"ucap mereka .
"Zee tunggu sebentar ya gw mau selesain kerjaan dlu"ucap Adel.
"Iya baby aku tunggu sini ya kalo capek selesai besok aja"ucap Zee
"Iya aku ke atas dlu ya"ucap Adel
Adel pun menaiki tangga menuju ke kamar pribadi nya.
Saat Adel masuk ke dalam kamar nya dia langsung mencari laptop nya.
Sebenarnya Adel tidak ada kerjaan yang harus di selesaikan tetapi dia hanya ingin mencari sosok misterius kemarin yang mengirim paket pada dirinya.
Jari Adel menari di laptop tersebut dengan lincah.
"Seperti nya orang ini bukan orang biasa tapi siapa dia "ucap Adel"gw harus cepat cepat menemukan orang di balik semua ini"lanjut Adel.
Dan tiba tiba ada telpon di hp Adel.
Bang Leon.
"Dek Lo lagi
Di mana"
"Gw lagi di
Markas bang
Kenapa ?"
"Dek ada orang
Meneror
Orang rumah"
"Teror gimana
Bang""
"Bik Siti dia
Menemukan
Bangkai tikus
Di taman Belakang
dan ada orang
Melemparkan batu
Ke jendela belakang
Rumah Yang ada
kertas tulis."
"
Apa isi tulisan
Di kertas itu
Bang"
"Bi Siti dia
Gak berani
Membuka kertas
Itu.lo pulang
Lihat keadaan
Rumah
Abang gak bisa
Lagi latihan "
"Ok gw balik sekarang "
Telpon mati.
"
Sial orang itu malah meneror orang orang mansion "ucap Adel
Adel pun langsung berlari ke luar dan menuruni tangga.
"Guys gw balik dlu"ucap Adel.
"Kenapa tiba tiba Del"ucap Chika.
"Ada orang yang meneror orang rumah katanya ada orang melemparkan batu yang berisi kertas"ucap Adel.
"Sayang aku ikut"ucap Zee.
"Gimana kalo kita semua kesana melihat situasi di sana "ucap Jessi.
"Hem iya ayok kita pergi"ucap Adel.
Mereka semua pun pergi meninggalkan markas dan menuju ke mansion salindra.
.....
LANJUT PART 71
KAMU SEDANG MEMBACA
TRANSMIGRASI (Reva or Adel)
RomansaMenceritakan se orang gadis mafia yang transmigrasi ke tubuh gadis cupu yang di benci oleh keluarganya akibat adik nya sendiri
