4

16 3 0
                                        

"𝙒𝙝𝙖𝙩 𝙖 𝙨𝙞𝙜𝙝𝙩 𝙛𝙤𝙧 𝙨𝙤𝙧𝙚 𝙚𝙮𝙚𝙨."
-𝙃𝙚𝙖𝙩𝙝𝙚𝙧, 𝘾𝙤𝙣𝙖𝙣 𝙂𝙧𝙖𝙮

.
.
.


Pagi itu, Ayasya melangkah dengan perlahan ditengah lapangan yang masih sepi, menuju kelasnya. Sesampainya di kelas Ia segera menduduki bangkunya, tak lama kemudian kedua sahabatnya yang baru saja tiba datang menghampirinya. Tanpa kata, mereka langsung memeluknya erat.

"Lo gapapa kan sya? Lo baik-baik aja kan?" tanya Clara pada gadis itu, Ayasya hanya diam.

Ivy langsung mengecek seluruh tubuh gadis itu, memastikan keadaannya.

"Lo ga luka-luka kan? kaga lecet kan sya?"

Ayasya hanya tersenyum tipis dan mulai menceritakan semua kejadian tadi malam, tentang kedua orang tuanya yang ingin cerai. Ivy yang mendengar cerita dari Ayasya mengeluarkan suara.

"Jadi, orang tua lo bakalan cerai sya?"

"Iyaa, tinggal tunggu proses pengadilan aja."

"Aaa semangat sya, Gue yakin Lo pasti bisa." ucap Clara sambil memeluk temannya itu.

"Bohong kalo gue ga sedih, tapi mau gimana lagi mungkin ini udah jalannya. Gue berharap Bunda ga beneran selingkuh, dan semoga yang Ayah bilang itu ga bener."

Bel istirahat berbunyi, mengundang gelombang riuh dari para murid SMA BANTARA yang berhamburan keluar menuju kantin, memuaskan rasa lapar yang tidak bisa di tahan. Ayasya dan sahabatnya ikut berjalan ke kantin, namun langkah mereka terhenti ketika mendapati setiap meja sudah di isi penuh oleh siswa-siswi lain.

"Guys pindah ke kantin sebelah yuk, disini rame banget kita ga kebagian tempat."

"Gamau ah sya, gue males. disitu aja yuk, tuh ada tempat kosong."

Ivy menunjuk meja makan yang telah diduduki oleh Danan, Ayasya yang menyadari itu segera menggeleng cepat.

"Gak mau ah, disitu ada Danan vy."

"Kenapa sih elah, buruan gue laper sya."

Ivy menarik Ayasya menuju meja makan itu, sedangkan Clara hanya mengekori dari belakang sembari geleng-geleng kepala melihat kelakuan sahabatnya itu. Sesampainya, Ivy segera meminta izin untuk ikut bergabung dengan Danan.

"Permisi, kita boleh gabung gak? soalnya meja pada penuh."

"Ohh boleh kak, silahkan." lelaki itu merespon sambil tersenyum.

Clara yang berada di sebelah Ayasya menyenggol pundak gadis itu, Ayasya hanya tersenyum canggung menanggapi perlakuan temannya itu. Mereka pun segera duduk dan memesan makanan.

.
.
.


Selepas pulang sekolah, Ayasya yang tengah asik bermain handphone di kamarnya itu membuka aplikasi Instagram. Matanya tertuju pada notifikasi bahwa Danan sedang memposting story Instagram. Karena penasaran, Ayasya segera melihat isi story tersebut.

Di layar ponselnya, terpampang gambar Danan sedang bersama seorang perempuan yang tak lain adalah kekasih dari laki-laki itu. Ayasya termenung sesaat, perasaan sesak yang tiba-tiba menyeruak di dadanya membuat napasnya terasa berat dan tak kunjung menghilang. Gadis itu memaksa bibirnya melengkung dalam senyuman kecil, ia masih menatap lekat pada gambar itu, meskipun hatinya perlahan hancur.

 Gadis itu memaksa bibirnya melengkung dalam senyuman kecil, ia masih menatap lekat pada gambar itu, meskipun hatinya perlahan hancur

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ternyata udah punya pacar ya.." lirihnya

"Sebentar.. ini bukannya anggota osis juga? namanya kalo ga salah.. ah Leona!! iya Leona Syifa, setahu gue sih dia juga sekelas sama Danan." gumam Ayasya, berbicara dengan dirinya sendiri.

Gadis itu segera menutup handphonenya, tak berniat membukanya lagi.

Cast

Leona Syifa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Leona Syifa

DANAYATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang