AUTHOR POV
Ini tentang masa kecil Hades dan Hera.
Dua manusia yang sudah bersama sejak bayi. Lahir hanya beda satu hari, Hades dan Hera tumbuh bersama hingga mereka berusia tiga tahun.
Beberapa orang yang mengunjungi mereka bahkan berpikir kalau Hades dan Hera adalah anak kembar.
Dan karena itulah sekalian saja dikasih nama yang gak berbeda jauh.
Sebenarnya nama itu memang sudah disiapkan sejak lama. Siapa sangka akan dipakai juga.
Hades dan Hera. Terinspirasi dari dewa dewi Yunani kuno. Saat itu Calista dan Tamara lah yang berkuasa, jadi apapun yang mereka mau turuti saja lah.
Di pagi hari yang cerah ini dua bayi yang masih berusia satu minggu itu sudah bersama sejak pagi.
Ya, menikmati sinar matahari pagi bersama kedua orang tua mereka.
"Hades rewel banget, kenapa sih sayang? Lihat Hera.. dia nggak nangis loh." Ditya kesulitan menangkan Hades yang merengek saat kulitnya terkena sinar matahari.
"Dia cuma belum terbiasa, nanti juga nggak rewel lagi." Barabas menjawab. "Hades lebih suka tidur sepertinya."
"Tidur di dalem rumah. Lihat Hera aja kena sinar matahari santai gitu."
"Hahaha!"
Suara tawa itu membuat si bayi bernama Hera membuka mata dan bibirnya. Ketenangannya terganggu.
Dua pasangan suami istri itu selalu kompak melakukan apa saja. Seperti ini, berjemur bersama anak bayi mereka.
"Pantes banyak yang bilang mirip ya. Kalau dipakein baju gini beneran mirip." celetuk Tamara terkekeh melihat baju Hades dan Hera yang sama persis.
Ini adalah baju hadiah pemberian teman mereka. Mirip memang cuma beda warnanya saja. Biru dan pink. Pas sekali, untuk laki-laki dan perempuan.
"Iya.. rasa-rasanya Hera jadi makin gembul aja." dicoleknya pipi Hera oleh Calista.
"Bayi cepet banget besarnya ya? Perasaan baru kemarin di perut kita."
"Iyaa.. sekarang udah bisa tengkurap aja."
Obrolan mama-mama muda yang bayinya masih berusia 5 bulanan itu didengarkan oleh papa-papa muda.
Mereka yang sedang mengobrol mengenai pembahasan tentang bisnis pun kembali berlanjut.
Mereka bekerja diurusan bisnis yang berbeda tapi nyambung-nyambung saja tiap membahas sesuatu. Begitulah bapak-bapak.
Mereka tentu saja tidak lupa bermain dengan dua bayi yang kini sama-sama menangis itu.
Hera biasanya nggak secengeng ini loh. Sekarang denger suara tangisan Hades dia juga ikut menangis.
Seperti telepati anak kembar saja. Tapi ya mau gimana lagi mereka sejak dari lahir aja barengan.
"Aku pengen dandanin Hera boleh nggak Ta?" tanya Calista kepada Tamara.
"Haha ya boleh.. Hades biar sama aku kalau gitu."
"Bajunya aku yang pilih ya?"
"Iya iya terserah kamu aja. Beneran bilang ke Ditya deh buat adek baru untuk Hades. Yang perempuan ya?" goda Tamara terkikik geli.
Calista senang sekali kalau soal mendandani Hera. Dia dulu tuh nggak peduli mau anak cowok apa cewek.
Sekarang pas udah makin gede gini rasanya kok anak cewek makin gemesin aja. Dia lihat Tamara memakaikan aksesoris dan banyak pernah-pernik untuk Hera.

YOU ARE READING
HADESHERA
RomanceHanya kisah dua manusia yang punya nama unik mirip dewa dewi Yunani. Hades dan Hera.