chapter 7 ✅

12.3K 605 5
                                        

Setelah berhari-hari dan kemarin babak final, hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu oleh seluruh peserta, tapi tidak dengan Arlan dan timnya, manusia-manusia ini malah berada di taman belakang gedung pertandingan sambil meneguk minuman yang berada di tangannya, Arlan tidak mempedulikan suara nada dering ponsel yang sedari tadi masuk ke ponselnya, sekitar 15 panggilan dari arka 7 panggilan dari 'ayahnya' dan 50 panggilan dari teman temannya belum lagi ratusan pesan yang berasal dari teman temannya dan beberapa berasal dari Arka. Ia baru lagi membuka ponselnya setelah lima hari bertanding, ia tidak punya waktu untuk sekedar membuka ponselnya.

Langit yang saat ini tengah mendung membuat Arlan dan teman se tim-nya betah berlama lama duduk di bangku taman tersebut. Namun, tak lama kemudian rintik hujan turun membuat beberapa orang yang berada di taman itu berlarian agar tidak kehujanan, Arlan dan yang lainnya juga beranjak dari tempat duduknya, dan berlari menuju tempat yang teduh. Melihat bahwa sebentar lagi pengumuman pemenang di umumkan, mereka bergegas masuk kedalam dan duduk.

“Selamat sore, para pecinta basket! Mungkin ini yang kalian nantikan selama 5 hari ini. Baik jangan berlama-lama.
Tim Orion keluar sebagai juara setelah mengalahkan tim mars dengan skor 85‑79. silahkan pada peserta maju untuk menerima penghargaan"

"Selamat pada sekolah terkemuka di kota J, SMA Orion! Mendapatkan juara 1" sang MC melanjutkan menyebutkan SMA mana lagi yang mendapatkan juara.

Suara riuh tepuk tangan ucapan selamat dari para peserta diperuntukkan bagi para pemenang pertandingan basket kali ini, mereka naik ke atas podium.

Pikiran Xavier saat ini di penuhi dengan banyak kemungkinan dan pertanyaan yang bersarang di otaknya, Xavier akhirnya memotret Arlan yang berada di podium kemudian mengirimkannya pada Arka.

••••

Disisi Arka.

Ting!

Arka menatap ponselnya dan melihat bahwa Xavier mengirimkan foto padanya.

Xavier


[Foto]

Gue gak salah liat, itu emang Arlan. Bahkan gue sempet bicara sama dia.

Ekspresi wajah Arka saat ini segitu rumit, ketika melihat pesan dari Xavier, bahkan ketika ia melihat foto Arlan yang sedang menerima penghargaan, rasa tak percaya muncul di hatinya.

•••••

Malam harinya Arlan dalam perjalanan pulang ke kota J, arlan sekarang berada di dalam pesawat ia membawa pulang  mendali emas serta trofi, niat nya nanti ia akan pulang ke rumahnya sendiri, bukan ke mansion Geo karena jika ia pulang pasti ia akan mendapatkan 'hadiah' dari ayah serta para abangnya. Ia berniat menyimpan semua mendali tersebut di rumahnya seperti hasil olimpiade dan lomba olahraga sebelumnya, arlan tertidur karena waktu yang di butuhkan untuk sampai kembali ke kota J memakan waktu yang cukup lama.

Esok harinya pukul 2 dini hari pesawat yang ditumpangi oleh Arlan mendarat, ia langsung menelpon sopir pribadinya tak lama kemudian sang sopir datang, sang sopir keluar dari mobilnya lalu membukakan pintu mobil untuk Arlan kemudian langsung menjalankan mobilnya pergi meninggalkan bandara.  Arlan kembali tertidur karena kelelahan.

"Tuan bangun, anda telah sampai" Ucap sang sopir. Membuat Arlan membuka matanya dengan malas dan dengan enggan keluar dari mobilnya berjalan ke masuk ke dalam rumahnya diikuti sang sopir yang membawa barang barang Arlan.

Bruk

Arlan menjatuhkan dirinya pada kasur king size nya, ia baru saja akan kembali menyelami alam mimpinya namun nada dering telpon membuat Arlan dengan terpaksa membuka kembali matanya dan mengangkat telpon tersebut, di layar ponselnya tertera nama 'Arthur'. jika Arthur yang menelpon, maka pasti itu hal yang berhubungan dengan perusahaannya atau tentang organisasi yang dipimpin olehnya

Arlan (Selesai Dirombak)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang