chapter 12 ✅

11.4K 551 2
                                        

Keesokannya tubuh Arlan saat ini sudah mendingan, ia saat ini memilih untuk pergi dari mansion ini dan pulang ke rumahnya saja dari pada harus berurusan dengan Delon dan anak anaknya.

Baru saja ia akan keluar dari kamar dan berpamitan pada Delon, tiba tiba lengannya di cengkram oleh Alex, namun mengapa iris matanya berwarna merah? Bukankah kemarin berwarna biru?

Kenapa matanya berwarna merah?apakah dia juga memiliki alter ego? Atau karena ia memakai softlens?. Batin Arlan bertanya-tanya.

Ia dengan cepat menepis tangan Xenan yang tadi mencekal pergelangan tangannya, tapi bukannya di lepaskan ia  malah diseret menuju ke arah sofa yang berada di kamar itu, Xenan mengambil sebuah rantai dan memasangkannya di kaki kanan Arlan dan satu lagi di pasangkan di kaki sofa.

"Mau pergi kemana hmm?" Xenan bertanya dengan nada rendah di tambah tatapan yang bahkan lebih mengerikan dari Alex.

"Pulang" Jawabnya dengan enteng.

"Jangan mencoba lari dariku atau kau akan ku hukum" bisik Xenan pada telinga sebelah kanan Arlan.

"Apasih!? Gue cuma mau pulang! Lepasin gue Alex!!".

"Not Alex, Call me Xenan" Ucap Xenan memperkenalkan diri.

Tok

Tok

Tok

Suara ketukan pintu itu membuat Xenan mengalihkan pandangannya ke arah pintu, sedangkan Arlan kini mengucapkan banyak terima kasih kepada orang yang mengetuk pintu itu di dalam hatinya.

"Ada apa?" Tanya nya dingin.

Crish tersenyum canggung melihat sang alter ego milik kakaknya yang saat ini mengambil alih kesadarannya.

"Aku akan mengambil dia" ucap Chris sambil menunjuk ke arah Arlan.

"Tidak! Biarkan dia di sini"

"Teman temannya mencarinya di bawah kak, apa kau ingin jika dia menjauhi mu karena tidak mengijinkan nya bertemu dengan teman temannya?"

Beberapa saat yang lalu

Sean, Theo serta Leo sedang berkumpul di sebuah cafe namun suara nada dering telpon salah satu dari mereka mereka mengalihkan atensinya di sana tertera sebuah nomor asing, karena penasaran mereka mengangkat telpon tersebut dan tak lupa menyalakan speaker supaya teman temannya dapat mendengar siapa dan apa yang akan ditanyakan si penelpon.

"Halo, siapa ini?" Tanya Theo.

"Ini bi Marry, pelayan keluarga Gahendra, maaf sebelumnya bibi dapet nomor ini dari den Arlan"

Theo mengerutkan keningnya dan bertanya "ada apa bi?" Tanya Theo.

"Apa den Arlan sedang bersama kalian?"

"Tidak bi, kami tidak bersama dengannya, dia sudah lama tidak berangkat sekolah" Jawab sean.

"Memang nya kenapa bi?" Lanjut Sean

"Itu den, den Arlan hilang"

"APA?!!" Mereka refleks berteriak secara bersamaan

"Bagaimana dia bisa hilang bi? Dan kemana dia pergi selama seminggu ini, dia tidak bisa di hubungi sama sekali."

"Maaf sebelumnya den saya tidak mengabari bahwa selama satu Minggu ini den Arlan mengalami koma" Jelas bi marry dengan suara yang bergetar.

"Apa?! Bagaimana bisa?" Tanya Theo.

"Nanti saya jelaskan, sekarang tolong saya untuk mencari den Arlan dulu"

Arlan (Selesai Dirombak)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang