Di mana anak itu? Batin Delon
Sejak pagi Delon memang sudah berada di kawasan sekolah Arlan menunggu Arlan pulang yang entah akan ia temui atau tidak, niatnya hanya satu yaitu membawa Arlan untuk pulang ke rumahnya.
Saat sedang memandang ke arah sekolah itu netra nya tidak sengaja menangkap sosok yang ia kenali sosok yang telah ia tunggu sedari pagi, tunggu, bukan kah ini belum waktunya pulang? Kenapa anak itu sudah pulang? Batin nya bertanya-tanya.
Delon dengan cepat turun dari mobilnya menghampiri Arlan yang sedang berjalan ke arah parkiran untuk mengambil motornya
"Tunggu!!"
Teriakan itu membuat ia menghentikan langkahnya dan berbalik melihat ke arah suara itu.
Arlan tersenyum paksa dan menoleh ke arah Delon.
"Kenapa?" Tanya nya.
"Ayo ikut pulang dengan ku" Ucapnya sembari menarik tangan Arlan.
Arlan menghempaskan tangan yang memegangnya tadi dan menatap orang itu.
"Untuk apa tuan Delon?" Tanya Arlan.
"Kamu mulai saat ini tinggallah bersama ku, jadi jangan panggil aku tuan, panggil aku Daddy"
"Tidak" tolak Arlan. Dengan halus.
Ia masih menghargai Delon sebagai penyelamat hidupnya.
"Geo sudah memberikan hak asuh nya kepada ku jadi secara otomatis kau sekarang adalah anakku jadi sekarang jangan membantah dan ikut aku ke mansion" Ucapnya dengan nada santai.
"Semudah itu dia memberikannya?" Tanya Arlan dengan tak percaya.
"Ya, aku bilang padanya jika dia tidak putrinya aku bunuh, dia harus menyerahkan hak asuh mu. Lalu dia menyerahkannya.
Arlan tersenyum "pantas"
"Saya menolaknya, terimakasih" tolak Arlan yang masih kokoh pada pendiriannya.
"Aku tidak peduli, jika kau menolak pun aku akan membawamu pulang bersama ku" Ucapnya sembari menatap Arlan dingin.
Ah, kenapa dia tidak sedari dulu saja mengangkatnya sebagai putranya, waktu itu Arlan masih polos-polos nya mungkin ia
Arlan bergegas menuju motornya ia menyalakan motornya lalu melesat meninggalkan Delon yang masih berada di kawasan sekolah nya.
"Sialan!" Umpatnya.
"Ar! Arlan!" Teriak Delon. Namun si empu yang di panggil tidak menoleh sekalipun ke arahnya.
"Padahal aku ingin menjemputnya agar dia tidak bertemu dengan Alex, tapi dia tidak mau, jadi biarkanlah"
Dia kemudian pergi menuju perusahaannya, dijalan ia menghubungi seseorang untuk terus mengawasi Arlan.
Disisi Arlan, ia dicegat oleh sekelompok begal
"Turun, serahkan barang berharga yang anda punya! Jika tidak kami akan menggunakan kekerasan!"
"Bagaimana jika aku tidak ingin?" Tanya nya dengan seringai yang lebar.
Orang orang itu saling menoleh seolah berbicara lewat telepati beberapa orang itu mengangguk dan langsung saja menyerang Arlan.
Seringai Arlan semakin lebar ketika mereka mulai menyerangnya ia mengambil pistol dan sebuah belati hitam yang berada di tangan mereka. Dan dengan lihai menggunakannya.
"Sudah lama kita tidak bermain, saat nya kita bersenang-senang" batinnya, sambil menatap ke arah Orang orang itu
Dor
KAMU SEDANG MEMBACA
Arlan (Selesai Dirombak)
AcakThis is brothership and bromance area! Jangan lupa vote nya guys. Arlan Zayyan Gahendra, seorang pemuda berusia 18 tahun, dan berada di kelas 3 SMA ternama di kota nya. Memiliki segudang prestasi di bidang akademik dan non-akademik semenjak sekolah...
