chapter 24 ✅

8.1K 377 2
                                        

"Aku tidak bisa" Balas Arlan membuat raut wajah mereka murung, mengingat ucapan dari kakak sepupunya tadi yang mengatakan bahwa ini adalah permintaan dari bunda nya, jadi mau tak mau Arlan menjawab.

"Hanya 3 hari" wajah murung mereka kini kembali ceria mendengar ucapan Arlan

" Oh ayolah Ar.. kenapa hanya 3 hari? Padahal kau bisa tinggal di sini seterusnya" Tanya Tenggara dengan muka yang di melas melas kan.

"Sekolah" ucap nya singkat.

"Kau bisa pindah ke sini, kami akan mengurusnya" tawar Reynand.

"Tidak, tidak perlu" tolak Arlan mentah mentah

"Atau kita saja yang pindah ayah?" Bisik tenggara.

"Boleh, nanti kita bicarakan dengan opa mu dulu" Balas Reynand yang juga berbisik, namun sayang bisikannya terdengar oleh Arlan yang memiliki pendengaran yang tajam.

"Sekarang kamu istirahat dulu, nanti kita panggil jika sudah jam makan
Siang" Ucap Reynand di balas anggukan oleh Arlan.

"Dimana?" Tanya Arlan.

"Huh?" Tenggara tidak mengerti apa yang di ucapkan oleh Arlan

"Kamarnya" jelas Arlan.

"Ouh.. tenggara antar Arlan ke kamar nya" titah Riana.

Tenggara mengangguk, ia mengantarkan Arlan ke kamarnya yang berada di mansion angkasa dirgantara, kamar yang dulu pernah ia tempati.

...

"Tuan saya ingin memberitahu bahwa tuan muda Arlan ada di mansion tuan Reynand" Ucap orang itu.

"Arlan?" Tanya orang itu dengan nada rendah.

"Dia anak ketiga dari nyonya Ana tuan" jelas orang itu.

"Siapkan penebangan ke London secepat mungkin"

"Baik tuan"

...

Drttttt

Drttttt

Suara nada dering telpon membangunkan Arlan yang semula tertidur, ia dengan terpaksa melihat layar handphone nya di sana tertera nama 'Leon', ia dengan ogah ogahan pun mengangkat telpon itu.

Ketika Arlan mengangkat telponnya, suara teriakan Leon terdengar begitu nyaring. "ABANGGGGGGG" Teriak Leon dari sebrang sana.

"Apa?" Tanyanya dengan nada rendah.

"Bang temenin kita yokk!"

"Engga mau ah" singkat padat jelas membuat Leon dan yang lainnya murung.

"Kenapaa??"

"Sibuk" ucap Arlan lalu mematikan telpon nya sebelum Leon kembali mengucapkan kalimatnya.

Sibuk tidur ejek Zayyan.

"Hahh...."

Ia

Arlan bersiap lalu ia turun ke lantai bawah, semua orang yang berada di ruangan itu menatap Arlan yang kini sudah rapi dengan setelan pakaian hitam

"Mau kemana kamu?" Tanya Reynand

"Main" Jawab Arlan

"Dengan?"

"Teman"

"Yang denganmu tadi?" Tanya Tenggara yang sedari tadi diam.

"Iya"

"Baiklah tapi jangan pulang larut" pesan Riana.

Arlan menganggukkan kepalanya, ia berjalan ke arah luar mansion melihat sebuah mobil yang di sana sudah ada Arthur.

Arlan (Selesai Dirombak)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang