Pertandingan telah berakhir, hanya tinggal menunggu pengumuman untuk menentukan juaranya. Arlan tidak pulang ke penginapan melainkan ia pergi ke sebuah toko bunga. Matanya mengamati setiap jenis bunga bunga yang berada di toko tersebut sampai tatapannya terkunci di sebuah bunga tulip berwarna putih.
"Saya mau buket tulip putih satu yang besar" Ucap Arlan.
"Baik tuan, tunggu sebentar" Ucap sang penjual bunga.
Tak berselang lama si penjual bunga itu datang kembali pada Arlan dan menyodorkan sebuah buket bunga tulip berukuran besar itu pada Arlan.
"Jadi berapa?" Tanya Arlan
"1jt tuan" Ucap si penjual bunga.
Arlan kemudian menyerahkan kartu atm nya pada si penjual bunga.
Setelah selesai pembayaran akhirnya memutuskan untuk pergi ke penginapan dan merebahkan dirinya di sana. Bunga tulip itu akan ia berikan nanti malam untuk seseorang yang begitu berarti baginya. Tunggu di mana bundanya? Tadi ia sama sekali tidak melihat bundanya ketika seusai pertandingan hanya ada Reynand dan yang lainnya.
Ia menatap langit langit kamarnya, ia merasa ada yang tidak beres, perasaan mengganjal apa ini?
"Sudahlah" Lirihnya. Mungkin ia terlalu khawatir, setelah beberapa menit akhirnya ia terlelap.
...
Ana? Saat ini ia sedang berada di sebuah toko bunga bersama dengan Riana, sama seperti Arlan tadi, Ana membeli sebuket bunga anyelir berwarna putih dengan ukuran sedang untuk di berikan pada sang anak.
"Buket apa yang akan kamu beli kak?" Tanya Ana.
"Aku akan membeli yang bunga mawar berwarna merah " jawab Riana.
Ana hanya mengangguk sebagai balasan. "Kita akan kemana setelah ini?" Tanya Riana.
"Langsung pulang saja, nanti malam kita makan malam bersama di restoran yang dekat dengan tempat turnamen Arlan tadi! Aku dengar restoran di sana memiliki banyak makanan yang enak" Ucap Ana dengan antusias.
"Baiklah, kita akan pulang" ucap Riana.
Setelah mengatakan itu mereka memasuki mobil menuju ke penginapannya.
Di perjalanan Ana menghubungi semua anggota keluarganya agar pergi ke restoran yang ia katakan tadi untuk makan malam, dan semua anggota keluarganya mengiyakan ajakan tersebut.
....
"Sebentar lagi, sebentar lagi kehancuran kalian Gahendra!!" Teriak pria itu di ruangannya
"Darah di balas dengan darah dan nyawa akan di balas dengan nyawa"
"Aku pastikan akan membuat kalian merasakan hal yang lebih menyakitkan dari pada yang aku rasakan" ucap dingin pria itu
....
Malam harinya Arlan telah siap dengan celana hitam dan Hoodie berwarna abu abu tua. Ia melangkah kakinya menuju mobilnya yang terparkir di parkiran penginapan itu.
Entah mengapa tiba tiba ia tersenyum sendiri.
"Ada apa denganku? Apakah aku gila?" Monolognya.
"Oh sadar akhirnya, kau kan memang gila" sahut Zayyan.
"Sialan" desis Arlan
"Aku tak tau apakah bunda akan menyukainya, tapi aku harap dia akan menyukainya"
Ya, bunga yang Arlan beli tadi sore untuk Ana bundanya, entah mengapa ia jadi tiba tiba ingin memberikan bunga pada Ana, jujur saja ini adalah hadiah pertama yang akan ia berikan pada bundanya setelah tidak bertemu selama bertahun-tahun.
KAMU SEDANG MEMBACA
Arlan (Selesai Dirombak)
RandomThis is brothership and bromance area! Jangan lupa vote nya guys. Arlan Zayyan Gahendra, seorang pemuda berusia 18 tahun, dan berada di kelas 3 SMA ternama di kota nya. Memiliki segudang prestasi di bidang akademik dan non-akademik semenjak sekolah...
