chapter 11 ✅

11.6K 596 5
                                        

Arka saat ini mengikuti bi Marry yang akan mengunjungi Arlan.

"TUAN MUDAA!?" Bi Marry berteriak ketika ia melihat ruang rawat Arlan yang kosong, padahal ketika pagi ruangan itu masih terisi oleh Arlan yang belum sadar dari koma nya. Apakah tuan muda nya itu sudah bangun lalu kabur dari rumah sakit? Atau tuan muda nya di culik?! Pikiran pikiran negatif saat ini mulai bersarang di kepala bi Marry.

Arka yang mendengar teriakan bi Marry pun langsung berlari ke arah ruang rawat Arlan.

"Ada apa bi?" Tanya Arka.

"D-den Arlan tidak ada di ruangannya tuan muda." lirih bi Marry.

Arka mengedarkan pandangannya keseluruhan penjuru ruang rawat Arlan namun nihil ia tidak menemukan sosok yang dicarinya. Bahkan setelah ia mengecek kamar mandi pun, kamar mandi itu kosong.

.....

Sedangkan sosok yang di cari saat ini sedang berada di kediaman Smith, karena Delon yang memaksa Arlan untuk berkunjung ke rumahnya.

Arlan yang saat ini sedang duduk memainkan handphone nya tidak sadar akan keberadaan beberapa manusia yang sedang memandangnya dari jauh.

"Sedang apa?" Tanya Delon yang baru saja turun dari tangga..

Arlan hanya diam dan meliriknya sekilas.

Arlan menghela nafas panjang "Aku ingin pulang" keluh Arlan sembari menatap ke arah Delon.

"Untuk apa kamu pulang? Di sini rumahmu" ucap Delon dengan santai.

"Aku hanya menginap di sini 1 hari tidak lebih, sekarang aku akan pulang dulu mengambil pakaian lalu kembali lagi kesini" Ujar Arlan.

"Tidak, aku bisa membelikan mu pakaian baru, jika kamu tidak mau, aku bisa mengambilkan pakaian mu di rumah mu, tapi untuk mengizinkan mu pulang aku tidak akan mengijinkannya" Ucap Delon.

"Sekarang ayo panggil aku Daddy" Pinta Delon.

"Ambilkan sweater biru dan belikan smoothies, terserah rasa apa saja, bebas, baru aku menuruti permintaan mu" Pinta Arlan.

"Baiklah, Daddy akan mengambilkan nya untukmu, jadi diam lah disini" bohong, jika ia akan mengambilkan pakaian Arlan sendiri ia akan menyuruh bawahan kepercayaannya untuk mengambil sweater biru milik Arlan dan membeli smoothies untuk Arlan, sedangkan ia sendiri pergi menemui para putranya.

Saat Arlan akan memejamkan matanya sebuah suara bariton tiba tiba saja terdengar membuat ia menoleh ke sumber suara.

"Dia?" Sulung Delon itu menatap Arlan.

"Anak ku" Ucap Delon dengan bangga.

"Kau menculik anak siapa dad?" Tanya putra ke 2 Delon.

"Enak saja kau menuduhku menculik dirinya?!" Enak saja ia di tuduh menculik anak yang duduk sendirian di sofa. Ia saja bersusah payah untuk membujuk anak ini untuk ikut dengannya, datu mana letak menculik nya?

"Jadi dia serigala kecilku kan?" Tanya si sulung.

"Huhhhh kenalkan dia anak yang pernah Daddy ceritakan kepada kalian waktu itu, anak yang akan menjadi adik kalian, dia sangat pintar! Dulu aku mengajarinya mengelola perusahaan, sekarang ia bisa mengelola perusahaan sendiri, betapa hebatnya dia! Lagipula dia jauh lebih penurut dari pada kalian." Puji Delon.

Tatapan kedua pemuda itu mengarah pada Arlan yang saat ini sedang bersandar di sofa menghiraukan keberadaan mereka. Alexander Smith (21 tahun) anak sulung Delon itu menatap Arlan dengan tatapan yang sulit di artikan hingga sebuah seringai tipis menghiasi wajahnya tanpa di ketahui oleh orang lain. Sedangkan Crishtian Smith (20 tahun) sang anak kedua juga memandang wajah Arlan dengan tatapan yang sulit di artikan.

Arlan (Selesai Dirombak)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang