chapter 8 ✅

11.7K 507 2
                                        

Beberapa saat kemudian Zayyan bangun dari tidurnya, ia mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut dekat danau, namun tidak menemukan seorangpun disana.

Ia mengangkat bahunya dengan acuh, lalu pergi pulang menuju mansion Geo, ia sudah muak karena di telpon terus menerus oleh Arka, hingga akhirnya ia memutuskan untuk pulang ke mansion Geo, dan mengumpulkan bukti untuk membalas si jalang kecil yang telah berani menuduh Arlan.

••••

Mansion Geo.

"Hiks..pah t-tadi hiks ... Bang Arlan hiks mukul Vale hikss.. padahal kan, v-vale enggak punya salah sama bang Arlan" Vale menangis dengan kencang, dihadapannya ada ayah serta para abangnya.

Rahang Geo mengeras, emosi nya sudah memuncak. "Anak sialan itu!" Geo menggeram marah mendengar bahwa Vale dipukuli oleh anak sialan itu.

Tiba-tiba suara seseorang berjalan mendekat ke arah mereka ahh lebih tepatnya, tanpa pikir panjang Geo segera bangkit dari tempat duduk nya.

Bugh

Geo memukul Zayyan dengan kuat. Zayyan membalasnya dengan memukulnya.

"Apa sih gue udah bela-belain pulang malah dapet pukulan, tau gitu gue gausah pulang ke rumah lo"

"Anak sialan kayak kamu memang pantes buat mati"

"Dasar sampah gak berguna" Ucap Arka.

Zayyan bangkit mulai berjalan ke arah orang yang mengatainya tadi.

Bugh

Arka berteriak kesakitan kala Zayyan menendang perutnya dengan keras.

Apakah Arka menyadari bahwa bola mata adiknya itu terasa berbeda? Tentu saja tidak!!! Ia sudah di butakan oleh amarah yang menguasainya sehingga melupakan bahwa Xavier sudah memberitahunya bahwa Arlan mengikuti pertandingan basket selama beberapa hari ini.

"Apa yang kamu lakukan pada Kakakmu hah?!" Bentak Geo.

"Apa tidak cukup membully Vale hingga kamu juga melukai kakak mu itu?!" Lanjut nyaa.

"Asal kau tau pak tua, yang salah disini itu anak lo bukan gue, emang lo punya  bukti yang ngarah ke gue kalo gue yang salah?" Tanya Zayyan dengan nada dingin membuat Geo terdiam.

Zayyan terkekeh, tapi kekehannya membuat beberapa orang di sana merinding "Enggak kan? Makanya jangan nuduh orang tanpa bukti, mentang-mentang tuh anak pungut anak kesayangan lo, sampe anak sendiri yang dituduh lo malah percaya" Ucap Zayyan.

Geo terdiam, namun segera membalas "Tapi kau telah menyakiti anak anakku sialan! Apakah pantas seorang adik menyakiti kakak dan adiknya sendiri?!"

"Rumah gede, duit banyak dan lo masih gabisa ngaca ya? Emang pantes lo disebut seorang ayah? Lo bahkan nyiksa sama nelantarin anak sendiri selama bertahun tahun dan sekarang lo nganggep gue itu bagian dari kalian? Bukan budak yg kalian beli untuk melampiaskan amarah kalian?" Zayyan berujar dengan nada rendah.

"Tapi karena mu istriku meninggal karena mencari mu! Dan juga karena mu anak anakku menjadi terluka" Geo murka ia hendak malayangkan pukulan lagi kepada Zayyan tetapi ia tidak jadi melakukanya karena Arlan melemparkan sebuah pisau lipat yang tepat melewati wajah Geo.

Zayyan tertawa rendah. Ia tau kabar itu, namun ia juga tau kebenarannya.

"Lalu bagaimana denganku? Yang tidak pernah lepas dari luka yang kalian berikan padaku." Ucap Arlan.

"Dasar tidak tau di untung ayahku masih berbaik hati untuk menampung mu di rumah ini setelah kau menjadi penyebab ibuku tiada dan kau malahmenyiksa saudara saudaraku sialan!" Kata vano dengan nada yang cukup tinggi.

Arlan (Selesai Dirombak)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang