Arlan yang dari kemarin tidak tidur dan hanya fokus pada layar komputer di hadapan nya tanpa ada niat untuk beranjak sedikit pun, namun.
Tok
Tok
Tok
Suara ketukan pintu terdengar membuat Arlan bangkit dari kursi dan berjalan ke arah pintu, saat membuka pintu ia melihat sosok bunda nya yang sedang berdiri di hadapan pintu.
"Ada apa bun?" Tanya Arlan.
"Itu, bunda ingin memanggil mu untuk sarapan"
"Baiklah, bunda duluan saja aku ingin mandi terlebih dahulu" Ucap Arlan, ia mengambil handuk nya lalu pergi ke kamar mandi.
Sedangkan Ana dia tak langsung pergi dari kamar Arlan, ia melihat-lihat kamar Arlan dan terkejut ketika kamar anak nya itu banyak piagam dan juga piala, anak nya itu benar benar penuh dengan kejutan sekali. Ahh ia sangat sangat bangga terhadap anak nya Yang satu ini.
Pada akhirnya ia keluar dari kamar Arlan dan turun menuju ruang makan, di sana seluruh anggota keluarga sudah berkumpul dan termasuk Delon entah mengapa pria ini sering sekali berkunjung, entah itu waktu di Edinburgh dan sekarang di rumah Arlan, bahkan anak-anak nya pun berada di sana.
Delon sering ke rumah Arlan dengan dalih 'mengunjungi putranya'. Ana hanya menganggapnya biasa namun Reynand dan yang lainnya tidak.
Alex yang saat ini sedang menatap ke arah tangga menunggu sosok yang sudah ia tunggu selama beberapa hari ini tidak ia temui, tak jauh berbeda dengan Crish dan juga si kembar D, mereka selalu menunggu Arlan di sekolahan namun ia tidak pernah terlihat batang hidung nya sekalipun sampai pada akhirnya Daddy nya memberitahu bahwa ia sedang berada di rumah Arlan, awal nya mereka tidak mengetahui di mana lokasi rumah Arlan, namun Delon memberitahu lokasinya.
Dasar Delon, ucapkan selamat tinggal pada kehidupan tenang mu Ar...
Sesosok yang mereka nantikan akhirnya turun, Arlan berjalan menuju kursi kosong di meja makan itu ia duduk di antara Delon dan juga bunda nya. Sedangkan Alex dan adik adik nya berada di sebrang meja.
"Ayo di makan" instruksi Reynand.
Sarapan itu berjalan dengan tenang, sedangkan Alex ia mencuri curi pandang ke arah Arlan di sela sela makan nya dan itu di sadari oleh Arlan.
"Berhenti menatap ku seperti itu" kata Arlan.
Alex segera mengalihkan pandangan nya ke arah lain begitupun dengan yang lain nya.
Setelah acara sarapan berlangsung mereka berkumpul di ruang keluarga.
"Bagaimana kabar mu?" Tanya Crish basa basi.
"Baik"
Tenggara memperhatikan Alex yang sering melirik ke arah Arlan, ia menatap tak suka ke arah Alex .
"Bang lo liat tuh orang" Bisik Tenggara di telinga Samudra.
"Liat apaan?" Balas Samudra.
"Lo liat tuh orang merhatiin Arlan terus, mata nya minta gue congkel" Geram Tenggara.
"Lo mau nyongkel mata nya anak nya om Delon? Emang berani?" Tanya Samudra berbisik.
"Y-ya enggak sih, sebelum gue congkel tuh mata mungkin tangan gue yang ilang duluan"
"Mangkanya diem, nanti kalo dia kayak punya niat jahat langsung aja kita laporin ke ayah" Ucap Samudra.
"Gak langsung lo tegur aja? Atau jangan jangan lo gak berani sama dia" Tanya Tenggara.
KAMU SEDANG MEMBACA
Arlan (Selesai Dirombak)
AcakThis is brothership and bromance area! Jangan lupa vote nya guys. Arlan Zayyan Gahendra, seorang pemuda berusia 18 tahun, dan berada di kelas 3 SMA ternama di kota nya. Memiliki segudang prestasi di bidang akademik dan non-akademik semenjak sekolah...
