Seminggu berlalu semenjak Arlan di skors, dan hari ini Arlan kembali memasuki sekolah, tak lupa dengan ketiga curut nya yang selalu mengikutinya.
Ia masih belum kembali ke kediaman Geo karena menurutnya itu hanya akan membuat nya terkena masalah.
"Arlan!!" Seseorang memanggil Arlan dengan cukup kencang membuat beberapa siswa yang berada di parkiran memusatkan pandangannya pada Arlan. Melihat seseorang yang ia kenali memanggilnya membuat memberhentikan langkahnya.
Arlan menoleh dan mengangkat sebelah alisnya tanda bertanya 'apa?'
"Lo kemana aja hah? Gue cariin tapi engga pernah ketemu" ucap sang kakak.
"Di skors" jawabnya.
Si kembar mengangguk tanda mengerti.
"Yahhhh, lo engga tau ya seminggu ini Arlan kemana, kita dong tau" Ucap Theo dengan nada sombong nya.
"Kalian kenapa enggak ngajak kita? Kita kan mau ikut" kata Devon.
"He kita juga itu maksa, lagian kalian kan ga di skors tadinya, jadi kita ga ngajak kalian deh" Jawab Sean.
Si kembar cemberut mendenganya.
"Perasaan yang maksa itu cuma kalian bukan gue" Leo yang sedari tadi diam kini berbicara
"Iya deh terserah, yang pasti lo juga ikut"
"Lain kali ajakin kita, kita juga kan mau ikut" ucap si kembar sembari cemberut.
"Oke" jawab mereka.
•••••
Jam istirahat berbunyi membuat semua murid berhamburan keluar menuju kantin, Theo, Sean dan Leo, Arlan dan si kembar D kini berjalan beriringan menuju kantin.
Mereka memilih meja yang berada di pojok, karena menurut mereka meja yang berada di pojok lebih nyaman.
Arlan memakan makanannya sembari ikut bercanda bersama Leo, Theo, Sean, Devan dan Devon.
"Lo yang waktu itu kan?" Tanya seseorang yang baru saja tiba dan menunjuk ke arah Arlan.
Arlan mengerutkan dahinya lalu ia menaikan alisnya dan bertanya "kalian siapa?"
"Kayak nya emang dia deh, tapi kenapa matanya beda?" Bisik salah satu pemuda yang berada di sana.
"Entah"
"Boleh kita gabung di sini?" Tanya pemuda sebelah nya.
Mereka menatap ke arah Arlan yang saat ini fokus memakan makanannya.
Arlan mendehem, mempersilahkan.
"Meja masih banyak ngapain kalian kesini?" Sinis sean
"Ini kantin sekolah jadi kita bebas mau duduk di mana aja " Kata salah satu pemuda tersebut.
"Oh ya kenalin gue arsen" Ucap salah satu pemuda itu.
"Gue Leon"
"Gue Agra dan ini Ryan" ucap Agra sembari menunjuk ke arah Ryan.
"Kita enggak nanya" ucap Sean.
"Kita ngenalin diri dodol, lagian siapa juga yang kenalan sama lo heh?" Balas Arsen.
"Baji---" ucapan Sean terpotong kala melihat tatapan tajam dan dingin itu melihat ke arahnya
"Diem" Ucap Arlan sembari menatap mereka tajam.
"Dia duluan" tunjuk Sean pada arsen
"Apa orang Lo duluan malah nyalahin gue"
"Lo"
KAMU SEDANG MEMBACA
Arlan (Selesai Dirombak)
CasualeThis is brothership and bromance area! Jangan lupa vote nya guys. Arlan Zayyan Gahendra, seorang pemuda berusia 18 tahun, dan berada di kelas 3 SMA ternama di kota nya. Memiliki segudang prestasi di bidang akademik dan non-akademik semenjak sekolah...
