chapter 54 (end) ✅

7.7K 291 7
                                        

"selamat little wolf"

Setelah Ana pergi, Delon, Alex dan yang lainnya menyusul Arlan ke restoran dan menemuinya.

Alex memeluk Arlan dengan erat. Arlan menatap malas ke arah Alex tanpa melakukan perlawanan sedikitpun.

Delon mengucapkan selamat pada Arlan dan melepaskan Arlan dari pelukan Alex.

Tak berselang lama setelah kedatangan keluarga Smith, di dalam ruangan itu sedang terjadi sedikit keributan karena kedua wanita yang tadi meminta izin untuk ke toilet belum juga sampai padahal ini sudah lebih dari 40 menit setelah kepergian mereka.

Mereka sudah menelpon Riana dan Ana berkali kali namun tidak di angkat. Sampai akhirnya mereka menyusul ke toilet namun tidak menemukan siapa pun disana membuat semua orang kalang kabut.

Cctv! Benar kenapa ia tidak terpikir sedari tadi.

"Cek cctv" ucap Arlan.

Mereka pun berbekas memeriksa cctv yang berada di jalan yang di lalui mereka untuk ke toilet. Awalnya biasa biasa aja namun beberapa saat kemudian rahang mereka mengeras menahan emosi yang hampir membludak ketika mereka melihat Ana dan Riana yang di bawa oleh 2 orang berbadan besar yang mengenakan topeng, kemudian kedua pria itu memasukan keduanya ke dalam sebuah mobil lalu mobil tersebut melaju meninggalkan area restoran dengan kecepatan penuh.

Tanpa pikir panjang Arlan langsung saja melacak lokasi ana dan Riana saat ini. Untung tadi Ana memakai sepatu yang terdapat GPS yang ia pasang.

Semuanya memperhatikan Arlan yang sedang melacak lokasi Ana berharap jika itu membuahkan hasil, tadi mereka sudah menghubungi bawahannya untuk mencari keberadaan mereka berdua namun belum membuahkan hasil dan kini harapannya ada pada Arlan.

"Ketemu" gumam arlan setelah beberapa saat melacak lokasi ana. Ternyata jarak dari sini ke tempat tersebut cukup jauh.

"Aku pergi" ucap Arlan.

"Kemana?" Tanya Reynand.

"Bunda"

"Kamu menemukan lokasinya?" Tanya Reynand di balas anggukan oleh Arlan

"Kalo begitu aku ikut" ujar Reynand.

"Tidak, tetaplah disini sampai aku menyuruh kalian untuk menyusul"

"Ayah tidak mengijinkannya Ar! Setidaknya bawa ayah atau Samudra!" Ucap reynand sembari menatap manik kelam keponakannya.

"Sudahlah cepat ayah" Ucap Arlan dengan tergesa-gesa.

"Kami juga akan ikut Ar!" Ucap Delon, ia dan Alex bersiap untuk ikut.

Arlan hanya melirik mereka sekilas lalu segera mengangguk.

Ia takut, takut jika bundanya di apa apakan oleh mereka, takut jika bundanya kembali meninggalkannya lagi, ia bersumpah akan membalas orang itu berkali kali lipat jika berani menyakiti bundanya.

Arlan bergegas keluar dari ruangan itu menuju parkiran sedangkan Reynand, Samudra, Delon dan Alex masih berada di sana.

"Jika ingin menyusul bawa polisi juga" ucap Reynand.

"Tapi aya--"

"Diam lah jangan membantah, Samudra diam lah disini dengan yang lainnya, ada Crish juga disini, kalian diam lah disini jangan mengikuti kami dulu. Kalian nanti kesana bersama polisi " Potong Reynand.

Ia, Delon dan Alex dengan cepat menyusul Arlan ke parkiran tak mempedulikan banyak pasang mana yang menatap ke arahnya dengan keheranan.

"Arghhhhhh" Teriak frustasi Samudra

Arlan (Selesai Dirombak)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang