Beberapa Minggu Delon mengumumkan secara resmi bahwa Arlan adalah anaknya. Kini ia juga mendapatkan undangan dari Geo untuk menghadiri pesta untuk memperkenalkan Vale pada publik.
"Tuan ada undangan dari pesta dari tuan geo di gedung xxx untuk Minggu depan" Ucap Arthur sambil menyerahkan sebuah undangan yang cukup mewah.
"Arthur"
"Ya tuan"
"Siapkan hadiah untuk tuan Geo Minggu depan tepat di acara tersebut, aku beri kau waktu 3 hari untuk mendapatkan nya lalu berikan pada ku" Ucap Arlan.
"Baik tuan" Ucap Arthur kemudian dia pergi dari sana meninggalkan Arlan sendiri an di ruangan itu
"Ahh..... Aku tidak sabar untuk memberikan hadiah itu pada tuan Geo" Gumam Arlan.
'aku juga, aku ingin melihat wajah si brengsek itu menyesal"
'tapi apa kau akan memaafkan nya jika dia meminta maaf padamu? Kau akan kembali dengan keluarga brengsek itu?' tanya zayyan
"Entah lah, aku tidak yakin untuk sekarang" jawab Arlan sembari menatap lurus ke arah depan.
....
"Papa!!!!" Teriak Vale saat melihat Geo yang sedang berjalan menuju ke arah nya.
"Jalan lari-lari sayang nanti jatuh" nasehat geo saat melihat putri nya berlari menuju ke arah nya.
"Hehehe maaf papa" ucap Vale sembari menunjukkan raut wajah menyesal nya
"Tidak apa apa sayang, tapi jangan di ulangi lagi oke?"
"Oke!!" Seru Vale dengan bersemangat.
"Dimana kakak mu ?" Tanya geo
"Bang arka lagi ke kantor bang vano lagi kerkom" jelas Vale.
"Oh, Minggu depan papa akan memperkenalkan kamu pada rekan kerja papa jadi kamu harus datang oke? Gaada alasan kamu enggak ikut"
"Iya iya Vale ikut, ta-tapi bang Arlan gimana papa? Dia ikut? Dia kayaknya enggak suka banget deh sama Vale tadi aja di sekolah dia bilang kalo Vale cuma anak pungut" Gumam Vale tapi suara nya masih terdengar oleh Geo.
"Udah jangan di dengerin dia cuma anak pembawa sial"
"Dia cuma iri sama kamu jadi jangan dengerin anak sialan itu" ucap Geo sambil mengelus Surai Vale.
"Iya pa"
...
Reynand, Riana, Samudra dan Tenggara baru sampai di mansion baru mereka pukul 2 siang. Semua bodyguard dan para maid menyambut mereka.
"Bang cepet telpon Arlan suruh dia kesini" Ucap Tenggara.
"Gue ga punya nomer nya, suruh ayah atau enggak bunda aja sana"
Tenggara berlalu begitu saja dari hadapan samudra.
"Mama!" teriakan menggelegar di mansion itu membuat Riana yang sedang berada di dapur pun langsung menghampiri anak nya.
"Apa?? Ada apa?? Ngapain kamu teriak teriak?! Ini bukan hutan" Ucap Riana sambil menjewer telinga sebelah kiri tenggara membuat anak itu mengaduh kesakitan.
"Aduh, duhh, mama sakit tau, lepasin, huhu ayah tolongg"
"Salah kamu sendiri" Ucap reynand tak peduli.
"Huhuhu iya iya maaf gaakan ngulangin lagi"
"Mama pegang omongan kamu" tenggara mengangguk
"Oh iya mama ayo telpon Arlan suruh dia kesini buat makan malem bareng"
KAMU SEDANG MEMBACA
Arlan (Selesai Dirombak)
RandomThis is brothership and bromance area! Jangan lupa vote nya guys. Arlan Zayyan Gahendra, seorang pemuda berusia 18 tahun, dan berada di kelas 3 SMA ternama di kota nya. Memiliki segudang prestasi di bidang akademik dan non-akademik semenjak sekolah...
