Keesokannya, pagi pagi sekali mansion Geo sudah kedatangan tamu tak di undang. Geo yang melihat bahwa ada seseorang di ruang tamunya pun mengerutkan keningnya.
Geo berjalan mendekat ke arah sang tamu, sang tamu yang mendengar suara langkah kaki pun menoleh ke sumber suara.
Melihat bahwa yang berada di ruang tamu itu adalah seseorang yang cukup ia kenali di dunia bisnis, akhirnya ia pun berbasa-basi. "Ahh apa kabar tuan Delon?"
Orang yang bertamu ke rumah Geo adalah Delon, ia datang ke kediaman Geo dengan tujuan yang jelas, dan harus dibicarakan 'baik-baik' dengan si pemilik rumah.
Delon meladeni basa-basi nya. "Saya baik, bagaimana kabar anda juga?" Tanya nya balik.
"Saya juga baik, jadi ada apa ya tuan delon pagi pagi seperti ini sudah mengunjungi kediaman saya?"
Setelah mereka berbasis basi seperti itu mereka akhirnya membahas tentang bisnis mereka masing masing, tapi kedatangan Delon ke kediaman Geo bukanlah untuk membicarakan tentang bisnis"
"saya denger denger kalo anda punya 4 anak kan?" Tanya Delon basa basi sembari mengalihkan topik pembicaraan mereka mengenai perusahaan.
"Hahaha iya, saya punya 4 anak yang tiga laki laki dan 1 perempuan, anak sulung saya saat ini sudah berada di semester 3, anak kedua saya berada di kelas 12, dan anak ke 3 saya berada di kelas 11 dan ke 4 saya masih kelas 10" jelas geo
"Anda punya anak perempuan? Saya kira mereka berempat laki laki semua" ucap Delon sembari menatap geo
"Itu memang jarang di ketahui publik, jadi wajar jika banyak yang tidak tau" Ucap geo sembari menunjukkan senyum canggung nya pada Delon, entah mengapa ia merasa kan adanya aura aura tidak mengenakan dari sekarang Delon.
'sebenarnya apa maunya?!' geram geo dalam hati
"Geo, Geo kamu pikir saya sebodoh itu heh?" Ucap Delon sembari menatap remeh Geo.
"M-maksudnya?" Tanya gugup Geo.
"Saya tau bahwa kamu memiliki satu orang putra lagi, dia adalah anak ke tiga mu yang kau usir 3 tahun lalu dan beberapa Minggu lalu kau seret kembali ke rumahmu" Ucap Delon sembari menatap dingin Geo sedangkan yang di tatap saat ini sudah berkeringat dingin.
"Langsung pada intinya sebenernya saya ke sini itu untuk meminta hak asuh Arlan" Lanjut Delon to the point.
"S-siapa Arlan? Saya tidak mengenalinya" ucap Geo.
"Apa kau yakin?" Tanya Delon
Kemudian Delon memberikan sebuah berkas yang berisi tentang identitas Arlan dan di sana tercantum bahwa Geo adalah ayah kandung Arlan.
"Tidak, aku tidak mengenalinya" bantah geo
"apa masih tidak cukup bukti yang aku berikan?" Tanya Delon dengan nada dinginnya.
Sial! Umpat geo dalam hati.
"Sekarang berikan hak asuhnya padaku" perintah Delon
"Tidak! Saya tidak akan memberikannya!" Tegas Geo, entah mengapa ia merasa marah dan sedih secara bersamaan ketika mendengar bahwa hak asuh Arlan di pinta oleh Delon, entahlah ia mereka tak rela jika Arlan harus berjauhan dengannya. Tidak!! Itu tidak boleh terjadi!!
"Apa kau yakin hmm? Padahal ketika kau mengusirnya aku yang membantunya, bukankah aku lebih terlihat seperti ayahnya dari pada dirimu?" Tanya Delon dengan seringai yang tercetak jelas di wajahnya.
Wajah Geo memucat mendengar ucapan Delon, dan dengan terbata-bata ia menjawab. "T-tentu saja" Ujar Geo.
"Berikan hak asuhnya kepada ku atau ku bunuh anak perempuan kesayangan mu itu" ucap Delon dengan seringai yang semakin lebar, ia tertawa dalam hati ketika melihat wajah Geo yang gelisah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Arlan (Selesai Dirombak)
AléatoireThis is brothership and bromance area! Jangan lupa vote nya guys. Arlan Zayyan Gahendra, seorang pemuda berusia 18 tahun, dan berada di kelas 3 SMA ternama di kota nya. Memiliki segudang prestasi di bidang akademik dan non-akademik semenjak sekolah...
