chapter 26 ✅

7.8K 374 10
                                        

"Mau kemana kamu?" Tanya reynand yang saat ini sedang duduk di sofa di temani oleh Riana.

"Luar" Jawabnya.

"Jangan pulang mal--" ucapan reynand terpotong kala suara anak sulung nya terdengar

"Tidak, kau tidak boleh kemana mana"

"Bener doang" decak Arlan lalu ia berjalan melanjutkan langkahnya yang terhenti.

"Jika kau ingin pergi aku akan ikut" ucap samudra

"Tidak" tolak Arlan mentah mentah, oh ayolah dia ke sini supaya bebas dari Alex namun sekarang? Usaha nya sepertinya sia sia.

"Namun sayangnya aku akan tetap ikut" Ucap Samudra.

"Jangan menyusahkan" pesan Arlan pada samudra, ucapan yang sedikit menusuk dari Arlan membuat samudra tersenyum paksa, selama hidupnya baru kali ini ia di katakan menyusahkan.

Arlan berjalan dahulu di ikuti oleh Samudra di belakangnya. Mereka menaiki mobil yang saat ini di kendarai oleh samudra.

Arlan berniat untuk mengunjungi apartemen nya sekaligus melihat apa yang di lakukan oleh curut curut nya itu. Sedangkan Samudra memilih menunggu di mobil karena Arlan yang menyuruhnya, Sesampainya di apartemen ia langsung kaget melihat bagaimana apartemen nya yang saat ini tidak bisa di bilang baik, bungkus makanan ringan dan minuman di mana mana serta terdapat banyak noda minuman di sofa nya membuat Arlan tersenyum tertekan.

"Keluarlah kalian" Ucap Arlan dengan nada dingin.

Akhirnya ke empat curut itu keluar dari tempat persembunyiannya, sedari Arlan bediri di depan apartemen, mereka cepat cepat bersembunyi supaya tidak mendapat amukan dari Arlan, karena pastinya mereka akan di marahi karena membuat apartemennya yang rapih menjadi seperti kapal pecah.

"Apa yang kalian lakuin sama apartemen gue hmm?" Tanya nya sembari tersenyum, keempat curut itu tertunduk tak berani melihat ke arah Arlan, senyuman Arlan saat ini terlihat lebih menyeramkan daripada saat ia tanpa ekspresi.

"Ar... Ta-tadi kita mau beresin tapi lo keburu datang jadi ya gitu" Ucap Sean.

"Emang gue nyuruh nge berantakin apartemen? Gue nyuruh kalian buat tinggal disini sampe gue balik bukan nyuruh nge berantakin" Arlan menghela nafas, ia tak tau lagi harus bagaimana menghadapi sikap mereka itu, membuatnya ingin melemparkannya ke kandang Liam.

"Terserah kalian gue udah bilang berapa kali sama kalian tapi kalian enggak ngerti-ngerti, renungkan kesalahan kalian dan jangan ketemu sama gue kalo kalian belum menyadari kesalahan kalian" Ucap Arlan.

Mereka sontak mengangkat kepalanya dan memandang ke arah Arlan.

"Bang, bang gue bisa jelasin" ucap Leon.

"Ar.. kita beresin sekarang tapi lo jangan pergi oke" bujuk Theo.

"Jika seperti itu kapan kalian akan kapok?" Tanya Arlan lalu berlalu begitu saja dari hadapan mereka.

Sepeninggalan Arlan keempat curut itu malah ribut karena Arlan yang tiba tiba berkata seperti itu.

"Lo sih, kalo lo pas malem enggak nge berantakin kayak gitu mungkin aja Arlan gak bakalan marah" ujar Sean sambil menunjuk ke arah Theo.

"Kok gue?! Perasaan kalian juga ngikut, kenapa sekarang pada nyalahin gue?! Kayak gue yang paling salah aja deh" ucap Theo dengan raut wajah yang di buat se menyedihkan mungkin.

"Buat apa lo kayak gitu? Kita ga bakalan ngasih lo ampun kalo bang Arlan gak mau ketemu sama kita lagi" ucap Leon, Theo meneguk ludah nya susah payah membayangkan dirinya di jadikan samsak oleh mereka bertiga saja membuatnya merinding apalagi jika benar benar terjadi?

Arlan (Selesai Dirombak)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang