Keesokan paginya, Arlan kembali mengambil alih kesadarannya lalu ia segera bersiap dan langsung pergi ke sekolah, setelah sampai ia memarkirkan motornya lalu berjalan menuju kelasnya, di pertengahan jalan ia bertemu dengan para sahabatnya lalu mereka berjalan beriringan menuju kelas, Arlan dkk memasuki kelas dan langsung pergi ke tempat duduknya.
Arlan menenggelamkan kepalanya pada lipatan tangan nya dan mulai memejamkan matanya. Hingga beberapa saat kemudian bel berbunyi dan seorang guru pun masuk.
"Selamat pagi" Sapa guru itu
"Pagi" Jawab seluruh kelas, Arlan juga terbangun kala sang guru masuk, ia menopang dagunya dengan sebelah tangan dan mulai mendengarkan apa yang di sampaikan olehnya.
2 jam sudah terlewati, kini saatnya sang guru tersebut mengakhiri pelajaran hari ini.
"Baik kita akhiri pertemuan kali ini, dan untuk Arlan kamu di tunggu oleh pak Zhehan di ruangannya" Ujar guru tersebut sembari membereskan bukunya dan keluar dari kelas.
Sean yang berada di sebelahnya menyenggolnya dan bertanya "Kira-kira kenapa lo di panggil sama pak Zhehan Ar?"
Arlan mengangkat kedua bahunya dan menjawab. "Ntah"
Lalu ia pergi menuju ruangan pak Zhehan.
Setelah sampai di depan ruang kepala sekolah Arlan mengetuk pintu tersebut dan tak lama kemudian seorang pria yang masih tergolong muda kisaran umur 30-an membukakan pintu tersebut.
"Silahkan duduk Ar"
"Terimakasih" Arlan duduk di salah satu sofa yang ada di ruangan tersebut.
"Jadi?" Tanya Arlan dengan penasaran.
"Begini Arlan tahun ini akan di adakan lomba basket lagi, saya harap kamu mau mengikutinya, bagaimana, apakah kamu mau mengikuti nya?" Tanya pak Zhehan.
"Antar sekolah??" Tanya Arlan.
"Iya, lombanya di adakan di kota G"
"Tim-nya bagaimana?" Tanya Arlan.
"Tim-nya sama seperti waktu itu, atau kamu bisa merekrut yang baru"
"Oke, saya ikut"
"Baiklah, terimakasih atas kerja samanya, saya harap kamu dapat kembali dengan kemenangan seperti sebelum-sebelumnya"
"Kapan?" Tanya Arlan.
"2 Minggu dari sekarang" Jawab pak Zhehan.
"Oh, oke, jika tidak ada yang ingin bapak sampaikan lagi saya pamit" setelah mengatakan itu Arlan bangkit lalu berjalan keluar dari ruang kepala sekolah.
Pak Zhehan itu hanya geleng geleng kepala melihat sifat Arlan yang sesuai mood hatinya, tapi ia juga sangat bangga kepadanya, dalam 2 tahun ini Arlan memenangkan 2 olimpiade fisika nasional, 3 lomba basket dan masih banyak lomba non-akademik yang diikutinya. Bisa di bilang ia juga anak yang aktif.
Aktif mendapat penghargaan maksudnya.
Oh ya sebenarnya Arlan itu ketika mendaftar sekolah, ia membuat data palsu tentang dirinya, namanya hanya Arlan Zayyan, dan ia mengaku hanya hidup sendiri tanpa orang tua atau kerabat.
•••••
Setelah dari ruang kepala sekolah, Arlan ingin kembali ke kelasnya, namun di tengah jalan ia bertemu dengan Vale, mereka berjalan berlawanan arah, Vale menyeringai lalu ia berjalan mendekat ke arah Arlan lalu dengan sengaja ia terjatuh tepat di depan Arlan.
Bruk
"Hiks huaaaaa a-abang jangan pukul Vale hiks Vale engga sengaja hiks lagian Vale tadi cuma nge deket doang, kenapa Abang malah ngedorong Vale " Vale menangis dengan kencang membuat banyak pasang mata melihat kearahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Arlan (Selesai Dirombak)
RandomThis is brothership and bromance area! Jangan lupa vote nya guys. Arlan Zayyan Gahendra, seorang pemuda berusia 18 tahun, dan berada di kelas 3 SMA ternama di kota nya. Memiliki segudang prestasi di bidang akademik dan non-akademik semenjak sekolah...
