chapter 1 ✅

23.7K 967 34
                                        

Vote guyss

3 tahun kemudian

Di perpustakaan sebuah sekolah menengah atas elit di kota J

"Ar, lo tau gosip terbaru engga?" Tanya seorang pemuda disampingnya.

"Hmm?" Pemuda yang sedang membaca sebuah buku itu mengangkat kepalanya dan menatap pemuda di sampingnya dengan wajah ingin tau.

Pemuda itu mengangkat tangannya dan berbisik "katanya bakalan ada murid baru di kelas 10, 11, sama 12, katanya yang kelas 12 harusnya dia udah lulus, cuma katanya ada 'sesuatu' jadi dia sekarang masih kelas 12"

"Oh" pemuda yang menjawab ini yang tak lain dan tak bukan adalah Arlan.

"Dia pasti ga naik kelas kan pas mau naik kelas 12 nya? Atau dia ga lulus?" Theo menyahut sembari tertawa terbahak-bahak membayangkan siswa baru yang se angkatan dengan mereka.

Sean ikut tertawa

Setelah 3 tahun berlalu ia banyak mengalami perubahan, tinggi badan yang kini mencapai 189 cm, rahangnya menjadi lebih tegas, mata Phoenix berwarna hitam, rambut hitam legam, hidung mancung, bibir tipis dan kulit berwarna gandum, membuatnya terlihat agak mencolok di angkatannya.

"Oh doang? Seriusan lo Ar? Bilang woww gituu" pemuda itu Sean, salah satu sahabat Arlan.

Pemuda di depannya yang melihat Sagara terus mengoceh pun membungkamnya dengan selembar roti. "Diem" Pemuda ini bernama Leo.

Sagara dengan kesal mengunyah roti di mulutnya, lalu melayangkan tatapan permusuhan pada Leo.

Theo yang berada di sebelah Sean tertawa melihat Sean teraniaya.

"Eh malem ini kita senggang kan? Main yok, kemana gitu " Saran Theo

"Balapan?" Saran Sean

Mereka ber 4 bertukar pandang dan mengangguk.

"Gas"

"Yang kalah harus traktir makan 1 bulan" ujar Leo.

"Ayo! Siapa yang takut!" Ujar Sean dengan penuh percaya diri.

Arlan hanya memandang mereka dengan sedikit antusias. "Baiklah, ayo masuk kelas" ajaknya.

"Ayo" seru mereka secara bersamaan.

•••

Disisi lain di ruang kepala sekolah.

Sesosok gadis dan 2 orang pemuda sedang berada di ruang guru menunggu guru menempatkan kelas mereka.

"Jadi Vano kamu di tempatkan di kelas 12-1, Fawaz di kelas 11-2, dan Vale kamu di kelas 10-4" guru tersebut menyebutkan kelas mereka, dan bangkit dari duduknya.

"Ayo saya antar"

Guru tersebut pertama mengantarkan Vale, lalu Fawaz dan terakhir Vano.

Tok

Tok

Tok

Arlan (Selesai Dirombak)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang