"Tuan apakah anda jadi untuk mengunjungi tuan kecil." Tanya sang sekretaris.
"Tentu saja, aku sudah menunggu lama untuk ini dan aku tidak ingin menyia-nyiakan hal ini lagi, sudah cukup aku bersabar dengan sikap Geo yang semakin biadab terhadap putra bungsuku. Aku sudah lama tidak mengunjunginya, apakah dia merindukanku?"
"Tunggu sampai seminggu, jika ia bum bangun kita langsung kesana." Lanjutnya.
"Baik tuan."
••••
1 Minggu telah berlalu, kondisi Arlan saat ini sudah cukup membaik, luka di dada akibat tikaman nya juga sudah tertutup, tapi ia masih belum menunjukkan tanda-tanda bahwa ia akan bangun.
Selama seminggu ini pula hanya bi Marry yang menjaga Arlan dan terkadang dokter yang datang untuk memeriksa Arlan.
"Den, Aden kapan mau bangun?" Bi Marry menatap Arlan dengan tatapan sendu.
"Bibi mau pulang dulu ya den, nanti kalo pekerjaaan bibi udah selesai bibi bakalan ke sini lagi" Setelah mengucapkan itu bi Marry pergi menuju mansion Geoeo untuk melaksanakan pekerjaannya.
••••
Derap langkah kaki terdengar menuju ke arah ruang rawat Arlan. Sosok pria itu melihat ke arah Arlan, mata tajamnya melembut kala melihat sosok yang terbaring di atas bangsal.
"Cepatlah sadar boy." Pria itu mengelus rambut Arlan dengan lembut.
"Aku akan membawamu jauh dari keluargamu dan kau akan menjadi putraku." Pria itu melangkahkan kakinya menuju sofa yang berada di ruangan itu dan duduk disana tanpa melakukan apapun.
Tanpa pria itu sadari jari jari tangan Arlan bergerak, ia berusaha untuk membuka matanya dan mengangkat tangan nya untuk memijat pelipisnya yang berdenyut, pria di sofa yang melihat Arlan sadar pun segera mendekat.
"Apa yang kau butuhkan boy?" Tanya pria itu.
"A-air" lirih Arlan.
Pria itu dengan cepat mengambil air yang berada di nakas lalu membantu Arlan untuk meminum nya.
"Apa yang anda lakukan di sini tuan Delon Smith?" Tanya Arlan dengan heran.
"Tentu saja untuk membawamu pulang bersamaku son" Jawab Delon
Delon Smith nama itu adalah nama seorang CEO perusahaan terbesar dan tersukses kedua di benua ini. Orang yang sama yang merawat dan mendidik Arlan hingga ia bisa sukses seperti ini.
Identitas serta wajah Arlan sebagai pemilik perusahaan X belum di ketahui oleh publik hanya para karyawannya yang mengetahuinya. Dan juga perusahaannya masih dibawah nama Delon karena dulu ia masih tak cukup umur untuk memegang penuh kendali perusahaan.
"Apa maksud anda?" Arlan menatap Delon dengan tatapan penuh selidik.
"Hahahaha aku tau kau tidak lah bodoh untuk mengetahui apa yang aku maksud" ucap Delon
"Aku menolaknya" jawab Arlan dengan cepat.
"Hei tidak ada salahnya kau pulang dengan ku, keluargamu bahkan tidak menganggap mu, jadi lebih baik kau pulang bersamaku dan menjadi anak ku, bukankah kita pernah sedekat itu dulu? Kita bahkan sudah seperti ayah dan anak kandung!"
"Tidak terimakasih" balas Arlan.
"Oh ayolah, aku hanya ingin kau menjadi anak ku apakah itu hal yang salah? Lagipula anak-anak ku pasti akan menyukai mu dan memperlakukan mu dengan baik tidak seperti anak anaknya si brengsek Geo" Ucap Delon dengan raut wajah memelas yang dibuat buat sehingga membuat Zayyan jijik.
KAMU SEDANG MEMBACA
Arlan (Selesai Dirombak)
RandomThis is brothership and bromance area! Jangan lupa vote nya guys. Arlan Zayyan Gahendra, seorang pemuda berusia 18 tahun, dan berada di kelas 3 SMA ternama di kota nya. Memiliki segudang prestasi di bidang akademik dan non-akademik semenjak sekolah...
