hallo holla!! 👋🏻👋🏻
sorry menghilang lama, aku lagi sakit. jadi ini aku update dikit dulu, karena baru sembuh ye kan 🤧
aku juga mau bilang, kalau setelah ini updatenya mungkin nggak akan sering seperti dulu lagi, karena aku bener-bener lagi nggak sesehat sebelumnya. tapi cerita ini akan aku usahakan selesai, sisanya ya... liat aja nanti. hehe
anyway, enjoy!!! 🩷
🌸
Zee, memiliki empat orang adik. Empat sebelum menjadi tiga.
Zee pikir, keluarganya cukup normal. Dengan seorang ibu yang sedikit tidak terlalu peduli dengan hal-hal 'kecil' seperti nilai tes nya, atau bagaimana terkadang ayahnya pulang kerja dengan desahan panjang. Dengan seorang ayah yang menghabiskan terlalu banyak waktu berkerja untuk menghidupi keluarganya, walaupun terkadang masih dianggap kurang oleh istrinya sendiri. Dengan adik-adik yang terlalu banyak bermain dan sedikit terlalu dimanjakan oleh ibunya.
Zee pikir keluarganya normal.
Tetapi rasa normal itu mulai retak saat Zee berusia 15 tahun, saat Zee merasa kurang nyaman dan meminta izin untuk pulang sekolah lebih awal , lalu mendapati ayahnya sedang beradu mulut hebat dengan ibunya yang sedang hamil besar, adiknya yang ke kempat.
Banyak kata-kata ambigu yang saling dilontarkan ayah dan ibunya saat itu, kata-kata yang tidak Zee mengerti, dan mungkin tidak ingin dia mengerti.
Zee memilih untuk berpura-pura tidak tau apa-apa saat itu.
Ayahnya menjadi semakin sering menghabiskan waktunya di kantor, dan Zee memilih untuk tetap diam.
Beberapa bulan kemudian, adiknya lahir. Dan Zee tidak tau apa yang harus dia rasakan saat itu, saat ibunya sendiri menolak untuk memberikan perhatian yang wajar kepada anak bungsunya. Tapi saat Zee melihat bagaimana ayahnya menatapi bayi yang bahkan belum genap berumur satu hari itu dengan mata yang merah, dan sentuhan yang dilembutkan, hati Zee melemah, dan saat itu dia bertekat untuk menyayangi adik bungsunya.
Seperti ayahnya menyayangi makhluk tidak berdosa itu.
Si bungsu itu diberi nama Fluke oleh ayahnya, Fluke Panich.
Zee menyayangi si kecil Fluke, mungkin sedikit lebih banyak dibandingkan adik-adiknya yang lain.
Dan menyaksikan pertumbuhan Fluke, semakin hari Zee semakin sadar jika tidak ada kemiripan sedikitpun antara dirinya dengan Fluke, antara dirinya dan adik-adiknya yang lain. Zee yang sering kali dikatakan miniature muda tuan Panich.
Sesuatu yang mungkin juga disadari oleh tuan Panich sejak lama.
Tetapi ayahnya memilih untuk diam, dan Zee memilih untuk mengikuti jejak ayahnya, diam.
Apapun yang disadari keduanya tentang Fluke tidak mengurangi rasa sayang keduanya pada si bungsu itu, bahkan Zee memiliki kecurigaan, Fluke adalah anak favorit tuan Panich, dengan bagaimana pria itu memanjakan adiknya. Dan Zee tidak keberatan akan hal itu, karena Zee sendiri juga menyadari, jika dia sendiri memperlakukan Fluke jauh lebih baik dari adik-adiknya yang lain.
Hari Zee berjalan normal. sampai akhirnya dia harus menikah dengan Meena diusia remajanya, saat Zee bahkan belum sempat berkuliah. Dan hari-harinya tetap terasa 'normal', sampai suatu hari Fluke tiba-tiba menghilang.
Fluke yang dijaga dengan ketat oleh ayahnya dan tidak pernah kemanapun tanpa pengawasan pengasuhnya menghilang begitu saja. Tuan Panich panik, begitu juga dengan Zee, dan didalam kepanikan keduanya, mereka tidak sadar jika kepanikan yang sama tidak terlihat jelas pada nyonya Panich saat itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
SECOND MARRIAGE OF WEALTHY OLD MAN - ZNN VERSION
Fiksi PenggemarTerinspirasi dari novel china dengan judul yang sama. Tapi karena di remake dengan karakter znn, alur cerita, karakter tokoh, dan runtutan kejadian tidak akan sama persis dengan yang ada di novel.