10. perhatian kecil

422 44 4
                                        


Update-an malming,
Yang lagi di apelin, bacanya nanti aja tapi jangan lupa votmen ya guys,

See youu readers:)


~~HAPPY READING~~

Caca membuka perlahan matanya, bau obat obatan seketika menyerang indra penciuman nya, Caca menyesuaikan pencahayaan di ruangan yang serba putih itu, "ini dimana?" Caca sedikit kebingungan akan keberadaan nya saat ini, karena ruangan itu berbeda dengan kamar nya,

Caca memegangi kepalanya yang masih terasa pusing, pandangannya mengarah pada Nathan disana yang sedang tertidur bertumpu pada tangannya, Caca merasa bersalah saat itu karena membuat Nathan harus mengurusi dirinya.

Tangannya nya terulur mengusap lembut rambut tebal Nathan, Caca menyunggingkan senyum saat melihat wajah damai Nathan sedang tertidur, ia menjadi teringat dimana pertama kali dirinya tergila-gila pada lelaki yang sekarang sudah berstatus sebagai suaminya ini, ada rasa bahagia hingga meledak dihatinya tapi sesaat ia harus merasakan pahit karena Lelaki ini belum seutuhnya menerima kehadirannya sebagai pasangan.

Entah akhir apa yang akan di dapatkan suatu hari nanti, yang jelas ia akan berusaha sekuat hati untuk membuat suaminya bisa mencintai dan menerimanya kelak, mau cepat atau pun lambat ia harus bisa bersabar.

Nathan melenguh saat merasakan usapan pada rambutnya, ia terbangun dan memposisikan dirinya duduk bersandar di kursi di samping brankar Caca,

Nathan mengerjab beberapa kali matanya, netra Dingin Nathan langsung menuju pada Caca yang masih terbaring.

"Udah sadar, ada yang sakit? Atau mau sesuatu?" Tanya Nathan saat itu setelah melihat Caca siuman, jujur saat Caca tidak sadarkan diri, Nathan panik hingga menerobos hujan untuk membawa istri kecilnya itu ke rumah sakit dan mendapatkan pertolongan.

Nathan beranjak dari posisi Duduk hendak keluar ruangan, namun tangannya di cekal oleh Caca.

"Kakak mau kemana?" Kata Caca dengan suara lirih.

"Panggil dokter, buat periksa lo"

"Gak usah kak, aku udah gak kenapa-napa"

Nathan melepaskan cekalan tangan Caca pada pergelangan tangan nya, "sebentar aja, lo tunggu sebentar,"

Nathan lalu keluar ruangan rawat Caca, Caca hanya memperhatikan punggung lebar Nathan yang semakin menjauh, beberapa menit kemudian Nathan kembali keruang itu bersama dokter perempuan.

Senyum ramah dokter perempuan itu menyapa Caca, Caca ikut membalas.

"Saya periksa sebentar ya" kata dokter anggun, terlihat dari nametag yang tertempel di jas putihnya.

"Kondisi kamu udah jauh lebih baik," ucap dokter anggun lagi.

"Kira kira saya boleh pulang kapan ya don?"

"Hari ini udah boleh pulang, tunggu infusnya habis ya mbak, baru pulang"

Caca mengangguk memahami "terimakasih Dokter"

"Sama sama" dokter anggun pamit untuk pergi dari ruangan itu.

Nathan dengan sopan mempersilahkan setelah mengucapkan terimakasih,

"Kak"

Refleks Nathan menoleh pada Caca, gadis itu tersenyum saat itu.

"Kenapa?" Tanya Nathan mendekat

"Makasih, maaf udah ngerepotin kamu kak, maaf juga untuk kesalahan aku yang kemarin kemarin"

Entah kenapa Nathan merasa bersalah saat itu, matanya yang biasa menatap dingin netra Caca berubah menjadi tatapan hangat, entah keberanian dari mana Nathan mengelus pucuk kepala caca,

NEVER ENDING LOVE Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang