~~~HAPPY READING ~~~
Votmen jangan lupaaa
Terimalah ☺️
Bantingan pintu utama dari seseorang membuat pemilik rumah mewah itu terkejut. Adhitya menatap kearah sumber suara.
Tak hanya Adhitya, Yunna pun sama terkejutnya melihat seseorang yang melakukan itu, Nathan. Anak tunggal mereka pelaku nya. dengan pakaian acak acakan, wajah kemerahan menahan amarah serta kedua tangannya terkepal kuat.
"Apa apan kamu, Nathan. Bertamu kerumah papa tidak ada adab dan sopan santun" Adhitya mendekatkan dirinya menuju sang anak yang berdiri, dengan menatap tajam arah nya.
Nathan tersenyum menyeringai saat melihat wajah terkejut dari papanya.
"Ternyata ulah papa, ternyata semua itu rencana papa, Bianca ninggalin aku karena papa, Bianca batalin pernikahan dan pergi saat hari H pernikahan aku itu juga ulah papa, aku gak nyangka. kurang nurut apa aku sebagai anak papa? Aku ikutin semua ucapan papa, perkataan papa tidak pernah aku bantah, tapi apa? Papa nyakitin aku pa. Papa sadar gak sih?"
Adhitya tidak terkejut mendengar ocehan anaknya, dirinya tersenyum kecil. "Kamu sudah tau. Perempuan itu udah nemuin kamu?"
"Maksud papa apa?" Amarah Nathan mengebu tanpa sadar ia menarik kerah baju sang papa, membuat Yunna ikut bergabung untuk memisahkan.
"Nathan. sadar nak," ucap yunna dengan mata berkaca-kaca menahan tangisnya, berusaha melepaskan cengkeraman putra nya pada sang suami. Bukan kali pertama Yunna menyaksikan hal seperti ini, pertengkaran antara sang anak dan suami. Tapi kali ini anaknya sudah kelewatan batas, membuat dirinya cemas akan aksi selanjutnya dari sang anak.
Nathan menulikan telinganya, ucapan mamanya tak sedikitpun ia dengar, bukan melepaskan malah mengeratkan, menyalurkan kemarahan nya saat itu, netra Dingin itu menatap tajam netra tegas orang di hadapannya, menatap penuh amarah seakan musuhnya yang berada di depannya.
Adhitya lalu mendorong tubuh Nathan kuat membuat Nathan langsung terhuyung.
"Jangan kurang ajar kamu sama papa. Bukan didikan seperti ini yang papa ajarkan kepada kamu, Nathan. Kali ini kamu keterlaluan, cuma karena perempuan itu? Kamu berani melawan papa?"
"Perempuan itu? Papa bilang perempuan itu? Asal papa tau dia lebih dari apapun. Kenapa? Kenapa papa tega sama aku. Salah aku apa?"
"Suatu hari kamu bakalan tau niat papa, hari ini kamu boleh benci dan marah dengan keputusan papa. Suatu hari kamu bakalan berterimakasih kepada papa. Sekarang kamu keluar dari rumah papa."
Setelah berdebat panjang dengan sang papa, Nathan. Akhirnya memilih pulang, walaupun tadi ia di seret paksa oleh security yang berjaga di rumah papa nya.
Nathan memukul keras setir mobil nya, menyalurkan seluruh amarah nya di sana. Entah apa yang di rahasiakan oleh sang papa kepadanya. Sampai enggan menjelaskan.
~~~~~
Caca bolak balik menunggu kepulangan sang suami yang tak kunjung menampakkan diri, bukannya tak mau menghubung.i namun panggilan nya satu pun tak di jawab oleh lelaki itu, khawatir, cemas, takut menjadi satu. Khawatir dengan keadaan sang suami saat ini, cemas dengan kehadiran seseorang yang merupakan mas lalu sang suami, takut. Takut akan sesuatu yang tidak diinginkan akan terjadi.
Pintu utama rumah nya terbuka menandakan Nathan sudah pulang, dengan cepat Caca berlari menyambut. Pemandangan pertama kali yang di lihat Caca saat itu adalah sosok Nathan, yang acak acakan. Wajah gusar serta tak mempedulikan Caca saat itu, bukannya tak mau menyapa tapi Caca takut, takut untuk menyapa. Ia memilih diam dan menatap sang suami.
KAMU SEDANG MEMBACA
NEVER ENDING LOVE
Acaktentang seorang lelaki yang di tinggal nikah oleh kekasihnya tepat di hari pernikahan tanpa alasan yang jelas, Nathan Ghifari Aldebaran seorang pemimpin sekaligus CEO Aldebaran corps, Walaupun telah di kecewakan tak membuat Nathan Ghifari membenci...
