tentang seorang lelaki yang di tinggal nikah oleh kekasihnya tepat di hari pernikahan tanpa alasan yang jelas, Nathan Ghifari Aldebaran seorang pemimpin sekaligus CEO Aldebaran corps,
Walaupun telah di kecewakan tak membuat Nathan Ghifari membenci...
Akhisha terbangun dari tidurnya tatkala merasakan benda berat yang sedang melingkar di pinggangnya, perlahan ia membuka matanya menyesuaikan pencahayaan, ia melirik jam dinding menunjukkan pukul 05 pagi,
Kemudian Akhisha melihat tangan Nathan yang sedang memeluk erat pinggangnya, Akhisha tersenyum "katanya gak boleh lewatin batas, eh dia yang bikin dia yang langgar" perempuan itu telah berbalik kearah Nathan dan posisinya sekarang menghadap Nathan, tanggan Nathan masih setia melingkar di pinggangnya,
Tangan Akhisha terangkat tuk mengusap rambut tebal Nathan, ia mengusap pelan rambut suaminya itu supaya tidak membuat Nathan terbangun,
"Gantengnya," puji Akhisha yang setia menatap wajah teduh Nathan saat tertidur, bulu mata lentiknya sangat cantik, Caca jadi ngebayangin betapa ganteng dan cantiknya kelak anak anak mereka, ngebayangin seperti itu aja udah bikin hatinya senang,
Nathan melenguh saat merasakan hembusan nafas Akhisha menyapu kulit wajahnya, dan kemudian matanya terbuka, Nathan kaget melihat Akhisha sedang berada di pelukannya dengan tangan nya yang melingkar di pinggang gadis itu,
"Lo ngelewatin batasannya ya?" Tanya Nathan langsung melepaskan tangan nya dari pinggang Akhisha,
"Lah, bukannya kakak yang ngelewatin, dia yang salah malah nyalahin orang lain, bilang aja nyaman tidurnya sambil meluk aku iya kan?" Goda Caca,
Nathan tak menjawab melihat kondisi tangganya yang di pinggang Akhisha ia tahu betul memang dirinya lah yang salah, Nathan kemudian beranjak,
"Kak mau kemana?" Tanya Caca melihat Nathan tiba tiba bangun,
"Mandi" jawabnya singkat,
"Mandi bareng ya kak" Caca ikut beranjak, dan hendak ikut masuk kedalam kamar mandi tapi terlebih dahulu di tutup oleh Nathan,
Nathan memegang dada merasakan detak jantung nya cepat, nafas Nathan tak beraturan sungguh jantung nya sangat berdebar saat melihat Caca, bukan cinta tapi ada rasa lain di hatinya, istri kecilnya itu selalu saja membuat Nathan berpikiran yang tidak tidak,
"Tahan tahan, gue gak boleh khilaf".
Akhisha tersenyum puas senang sekali rasanya ia menggoda suaminya itu, sembari menunggu Nathan selesai mandi ia berniat untuk memasak sarapan, karena pasti hari ini suaminya akan berangkat kerja, dan dirinya juga akan ke kampus mengingat sudah beberapa hari absen,
Selesai membereskan tempat tidur caca langsung membuat sarapan, hanya sarapan ringan, ia hanya membuat omelette, hanya beberapa menit Caca selesai membuat omelette dan meletakkan di piring menaruhnya di meja makan,
Caca kembali kekamar nya, ia kira Nathan telah selesai, ternyata Lelaki itu masih di kamar mandi, Caca menggedor kamar mandi beberapa kali tapi ia tak mendapatkan sahutan, "kak Nathan, gantian dong, Caca juga mau mandi" teriaknya dari luar,
"Kak, masih di dalam kan?"
"Kak Nathan kok gak jawab sih, bukain dong"
Nathan membuka pintu itu setelah digedor beberapa kali oleh Caca, "berisik" kata Nathan saat keluar,
Caca menatap intens Nathan nafasnya tertahan sulit sekali mengatur nya, sosok Nathan sekarang sangat sexy di matanya dengan handuk yang terlilit di pinggang dengan dada bidang yang terekspos serta perut sixpack Nathan, sungguh perfect,
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.