.
.
.
Aster kembali ke kelas setelah mencari-cari Lovelyn kesana kemari dan tidak membuahkan hasil. Dia kira Lovelyn sudah kembali ke kelas, tapi nyatanya belum. Masa iya ngilang di jam istirahat? Bukankah tadi dia pergi bersama dua orang guru? Tapi kenapa bahkan setelah mencari ke ruang guru pun, mereka tak ada? Aster kebingungan sendiri.
"Ada?" Tanya Bayu yang ternyata sejak tadi hanya menunggu saja di kelas sedang Gio malah asik main game.
"Telpon aja, ribet amat lu!" Komentar Gio yang masih juga fokus pada ponselnya sendiri.
Ah.. Ya. Aster melupakan ini saking paniknya mencari Lovelyn ke berbagai spot di Utopia. Akhirnya, sesuai saran Gio, Aster merogoh saku dan mencari nomor ponsel Lovelyn kemudian langsung ia hubungi. Dering pertama dan seterusnya, masih juga belum ada jawaban. Aster malah mendengar getaran ponsel tak jauh dari tempatnya berdiri.
"Gak bawa hp dia.." Bayu yang juga ikut ngeuh akhirnya mengambil ponsel Lovelyn yang ternyata di simpan di kolong meja tempat duduknya.
"Buk Gea ada di kantor?" Tanya Bayu ikut berusaha mencari solusi karena sejak kembali tadi, entah mengapa Aster terlihat panik. Jika Lovelyn tadi pergi bersama Bu Gea, pasti ada di kantor kan? Pikir Bayu.
"Udah ke kantor dan mereka gak ada. Cepet banget jalannya." Aster kembali berpikir keras lalu duduk sambil mengambil ponsel Lovelyn di tangan Bayu.
"Tar juga balik Ter.. Lu bucin banget dah.." Keluh Gio yang kali ini enggan Aster tanggapi.
Eh.. Tapi..
Aster menyalakan layar ponsel Lovelyn dan ternyata sama sekali tak ada sandi, kunci, atau semacamnya hingga membuat Aster dengan jelas melihat satu nama yang membuat jantungnya kembali bergemuruh.
Ayaz
'aku di depan gerbang sekolah kamu..'
Deg!
Agh.. Satu chat itu saja membuat Aster tau pasti dimana Lovelyn berada sekarang. Dan tentu dia tidak akan membiarkan mereka lepas begitu saja.
Sreeettt brakkk
Aster tiba-tiba bangkit dan langsung berlari ke luar kelas menuju pintu gerbang sekolah tentu saja. Bayu dan Gio sempat tertegun lalu setelah saling menoleh satu sama lain, mereka akhirnya ikut berlari menyusul.
"Kenapa harus lari-lari si?" Tanya Gio sambil terengah.
"Lovelyn ketemuan sama Ayaz." Jawab Bayu yang lumayan cepat untuk mencerna keadaan.
"Lah?" Gio tak habis pikir namun tak lagi berkata-kata dan hanya berlari menyusul. Mereka paham betul jika Lovelyn bersama pria lain, tentu akan menyakiti Aster. Tak hanya perasaannya. Namun fisiknya juga. Orang-orang terdekat Aster penting untuk mengetahui itu.
"Kemana buk?" Sampai di gerbang, yang Aster lihat hanya dua orang guru yang nampaknya hendak kembali masuk ke sekolah. Aster bertanya sambil melihat ke seluruh penjuru namun tak menemukan Lovelyn di sana.
"Apa?" Tanya salah satu guru itu.
"Lovelyn!" Aster menyalak saking gemasnya. Padahal selama ini dia tidak pernah se-kasar itu pada guru.
"Oh.. Barusan temennya jemput. Katanya ada urusan sebentar. Nanti juga balik." Jawab ibu Gea.
"Urusan apa? Kemana?" Tanya Aster lagi. Gio dan Bayu hanya mendengarkan tak jauh dari sana.
"Saya gak tau."Guru itu malah kebingungan. "Katanya temen Lovelyn di suruh ayahnya jemput ke sini. Makannya ibu izinin.." Lanjutnya lagi.
"Pakai apa mereka?" Tanya Aster lagi. Mereka pun heran, kenapa Aster berbicara sebanyak ini padanya. Padahal sebelumnya bahkan bertatapan seperti ini pun sangat jarang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aster (End)
Fantasi(FOLLOW DULU ATUH, BIAR SAMA-SAMA ENAK YE_KAN..) CERITA INI MENGANDUNG KETIDAKJELASAN, KEGABUTAN, KEHOREAMAN, KEGILAAN, KESIN**TINGAN, KEJENUHAN, KEBISINGAN, KEHENINGAN SEMUANYA POKONAMAH.. JADI JANGAN TERLALU BEREKSPEKTASI TINGGI.. BISI KECOA.. ~ ...
