Bab 07. Rumah sakit

109 23 3
                                        

بسم الله الرحمن الرحيم

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ (ﷺ)

•••


'Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.'

gimana nih kabar kalian para {Akhwat, ikhwan}

Allo aku up lagi nih...
Udah pada baca sholawat belum nih?
Kalo belum baca dulu yaa..♡

Jangan lupa tinggalkan jejak yaa...
Kalo ada kesalahan mohon di koreksi yaa..

~Happy Reading~


Pukul menunjukan jam 16:36, seorang gadis baru saja pulang dari sekolah, setelah menghabiskan banyak waktu bersama teman temannya tadi, Gadis itu tak lain adalah Analia.

Seperti biasa masuk tanpa mengucapkan salam, ia melihat di ruang tamu sedang duduk dua insan paruh baya, itu adalah bunda dan ayahnya.

Ana terus berjalan menaiki anak tangga tanpa memperdulikan orang tuanya yang menatapnya aneh.

Ayah dan bunda bingung dengan kelakuan putrinya ini, tidak biasanya melihat anak yang se heboh Ana menjadi pendiam seperti orang sedang sariawan.

"Bun Ana kenapa ya?" Tanya ayah.

"Bunda juga nggak tau!." Jawab bunda.

"Tapi nggak kaya biasanya jadi pendiam gitu, biasanya Ana tuh kalo pulang langsung teriak teriak kaya orang kesurupan." Ucap ayah.

"Iya juga ya mas biasanya dia yang paling heboh, tapi kok sekarang nggak ya?" Tanya bunda mulai bingung.

Bahkan Ana tidak menyapa keduanya, ia hanya berlalu melewati orang tuanya sambil menaiki anak tangga.

Sesampainya di kamar Ana langsung mengganti baju seragamnya, setelah itu ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang empuk. Sambil memainkan benda pipih miliknya.

Tiba tiba suara ketukan pintu mengalihkan perhatiannya.

Tok..! Tok..! Tok..!

"Anaa," Teriak seseorang dari luar

Sebenarnya ia tahu jika itu adalah bundanya, tapi ia memilih untuk tidak menghiraukan, malah sekarang ia berpura pura tidur.

Bunda yang merasa tidak ada jawaban dari putrinya itupun memutuskan untuk masuk ke dalam kamarnya.

Ceklek!

Saat bunda membuka pintu, bunda di buat terkejut karena tidak biasanya Ana tertidur sehabis sepulang sekolah. Bunda berniat ingin membangunkannya tapi tidak tega karena mungkin Ana terlalu kecapean sehabis pulang sekolah.

Bunda pun kembali keluar kamar, niat tadi hanya untuk mengajaknya makan tapi ia urungkan saat melihat Ana yang tertidur dengan pulas.

"Mending tunggu nanti malam aja." Gumam bunda. Sembari keluar dari kamarnya.

◆◇◆◇◆◇◆◇

Di sebuah pesantren tepatnya di ndalem seorang pemuda dengan jubah hitam yang ia kenakan baru saja ingin keluar untuk pergi kemesjid untuk melaksanakan sholat magrib berjamaah, sebelum itu ia berpamitan dulu kepada abi dan umi nya.

TAKDIR MEREKA BERTIGA INDAHTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang