بسم الله الرحمن الرحيم
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ (ﷺ)
D
i pagi yang cerah ini matahari sudah mulai menampakan dirinya, udara pagi ini terasa begitu menyegerakan, seorang laki laki dengan balutan handuk di atas pinggang nya baru saja keluar dari kamar mandi.
Ia baru saja selesai mandi dan akan bersiap siap untuk pergi ke toko perhiasan untuk membeli sebuah cincin, setelah memilih milih pakaian yang cocok untuk nya ia pun langsung keluar dan berpamitan kepada umi dan abi.
Sangking bersemangat nya ia sampai tak sadar telah bertabrakan dengan sang adik, yaitu gus Zayyan.
"Ehh, astaghfirullah!!" Ucap gus Zayyan reflek memegangi kepalanya yang sedikit pusing.
"Astaghfirullah, Zay maafin abang yaa!! Abang gak liat ada kamu di situ.." Jawab gus Fathan dengan sedikit menyengir.
"Iya bang gapapa, tapi kenapa abang kelihatan semangat banget? Ada apa bang?" Tanya gus Zayyan.
"Abang mau buru-buru buat ke toko emas mau beli cincin buat Ana." Jawab gus Fathan.
"Ehh yaudah bang, mau zay temenin gak?" Tawar Zay lagi.
Gus Fathan menggeleng tanda tidak mau, dan langsung pergi Meninggalkan Zay yang tengah menatapnya heran.
"Bang Fathan kalau udah jatuh cinta sama Seseorang langsung gercep ya." Guman Zayyan yang menatap kepergian gus Fathan.
◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇
Di sebuah rumah yang bernuasan putih Seseorang sedang sibuk untuk menyiapkan beberapa makanan dan minuman, serta tidak lupa dengan berbagai macam kue dan cemilan.
Ia membantu sang bunda untuk menyiapkan semuanya, karena memang ia di suruh pulang oleh umi Mira, jadi mau tak mau ia harus menurutinya.
Karena memang umi Mira memberi tahu nya kalau nanti malam keluarga mereka akan datang bertamu ke rumah Ana.
Saat sedang asik memotong sayur tiba tiba sang bunda mengagetkannya dari belakang, membuat jantung Ana hampir copot.
DUAARRRRR..
"ASTAGFIRULLAH YA ALLAH MATI.." Ucapan yang keluar dari mulutnya membuat ayah nya yang sedang berada di ruang tamu langsung ke dapur, sedangkan bunda sudah pecah dengan tawanya.
"Ishhh bunda apa apaan sih ngagetin Ana, untung aja ini sayur nya gak tumpah terus tangan Ana gak kena pisau."
"Yaudah kan gak tumpah sama gak kena pisau juga kan tangannya. Lagian bunda liat dari tadi sibuk banget, emang nya kamu tau kalau keluarga umi Mira mau datang ke sini mau ngapain.?"
Ana dan umi Mira sengaja tidak memberitahukan tujuan kedatangan mereka pada ayah dan bunda Ana, karena itu kemauan Ana sendiri ia ingin memberi surprise kepada kedua orang tua nya.
"Yee,, malah diam kalau orang tua lagi bicara tuh di jawab Ana bukan malah diam kaya orang bisu." Sindir sang bunda yang membuat lamunan Ana jadi menatap ke arahnya.
"Mending bunda bantuin Ana nyiapin ini deh makanan nya bentar lagi kan keluarga umi Mira mau datang, nanti keburu gak sempat kita nyiapin nya." Timpal Ana mengalihkan topik pembicaraan.
◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇
Dalam sebuah toko yang sangat ramai dengan pembeli gus Fathan sibuk melihat lihat cincin yang ingin ia beli untuk Ana, ia terus berkeliling tetapi tak menemukan yang cocok, hingga akhirnya ada salah satu karyawan yang menghampirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
TAKDIR MEREKA BERTIGA INDAH
Romance#..Cerita ini murni dari pemikiran saya sendiri yaa..# ❗⚠️Di larang plagiat yaa⚠️❗ Cerita ini mengisahkan tentang tiga orang perempuan yang memiliki sifat bar bar, pecicilan, absurd, keras kepala, Lemah lembut, dan penyayang. Mereka bertiga di ken...
