Bab 22. Cerita Tentang Rasulullah

69 11 1
                                        

بسم الله الرحمن الرحيم

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ (ﷺ)

"Tidak ada kata terlambat untuk bertaubat,
Ingat sebesar apapun dosamu Allah
Adalah maha pengampun."
#_Habib Umar bin Hafidz_#

❀Happy Reading❀

Pagi hari tiba, kini matahari sudah mulai menampakan dirinya, daun daunan dan tanah masih terlihat basah akibat embun pagi.
Cuaca yang cerah ini membuat siapa saja akan bersemangat menjalani hari.

Di sebuah halaman sudah terlihat beberapa santri dan santriwati yang sedang sibuk mengerjakan tugas rutin mereka. Mereka tampak bersemangat mengerjakan tugas piket hari ini.

Begitu pula dengan tiga orang gadis yang sedang bersemangat menyapu halaman mereka tak lain adalah Ayya, Ana dan Rahma.

"Ehh udah selesai kan nyapu nya?" Tanya Ayya pada kedua sahabatnya.

"Udah nih, tinggal buang sampah aja lagi." Jawab Ana sambil mengumpulkan sampah daun yang mereka sapu tadi.

"Ehh biar aku aja yang buang sampahnya, kalian tunggu di sini ya." Ucap Rahma pada keduanya.

"Iya rah kita tungguin di sini." Jawab Ana dan Ayya bersamaan.

Setelah itu Rahma mengambil dua kantong sampah dan langsung membuangnya ketempat pembuangan sampah.

Tak perlu waktu lama akhirnya Rahma selesai membuang sampahnya dan setelahnya ia langsung kembali untuk menemui kedua sahabatnya itu.

"Ehh guys ayo kita ke kelas, hari ini kan ada jadwal gus Fathan yang ngajar." Ucap Rahma.

"Ayo." Jawab keduanya.

Setelah itu mereka pergi ke kelas untuk mengikuti pelajaran yang akan di ajarkan oleh gus Fathan.

Sesampainya di kelas mereka bertiga langsung duduk di kursi masing masing.

"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh." Salam gus Fathan sembari berjalan memasuki kelas.

"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh gus." Jawab semua Santriwati.

"Baik sebelum kita mulai pelajaran hari ini sebaiknya kita berdoa terlebih dahulu agar ilmu yang saya sampaikan bisa dengan mudah di pahami. Berdoa di mulai." Gus Fathan mulai memimpin doa sebelum belajar dan di ikuti oleh semua santriwati.

"Baik hari ini kita akan mempelajari sebuah kisah tentang Rasulullah yang bisa membuat kita sedih dan juga baper, mohon di simak dan apabila ada yang penting bisa di catat faham semua. " Jelas gus Fathan.

"Faham gus." Jawab mereka semua.

"Saat itu baginda Rasulullah telah jatuh sakit, beliau sakit lumayan lama, sehingga keadaan beliau sangat lemah.

"Pada suatu hari, Rasulullah SAW meminta Bilal memanggilnya semua sahabat untuk datang ke mesjid. Dan tidak lama penuh lah mesjid itu dengan para sahabat."

Semua santri mendengarkan cerita dari gus Fathan dengan semangat tidak ada yang bercanda atau bahkan bermain main, semuanya mendengarkan dengan baik.

"Semua sahabat merasa rindu setelah sekian lama tidak mendapat tausiyah dari Rasulullah. Rasulullah duduk dengan lemah di atas mimbar, wajahnya terlihat pucat, menahan rasa sakit yang tengah di deritanya."

Kemudian Rasulullah bersabda :
"Wahai sahabat sahabatku semua, aku ingin bertanya, apakah telah aku sampaikan semua kepada kalian semua bahwa sesungguhnya Allah SWT itu adalah satu satunya ilah yang layak di sembah?"

TAKDIR MEREKA BERTIGA INDAHCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang