Bab 01. Kehebohan seorang Ana

231 33 8
                                        

بسم الله الرحمن الرحيم

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ (ﷺ)

Jangan lupa baca sholawat di atas yaa guys☝

~Happy reading~

"SIAL SIALLL NYA KU BERTEMU DENGAN CINTAA SEMUU....," Senandung Analia dengan suara yang nyaring menyanyikan lagu Mahalini.

"TERTIPU TUTUR DAN CARAMU SEOLAH CINTAIKUU."

Ana semakin menghanyutkan lagu yang di nyanyikannya dalam kamar mandi.

"PUAS KAU CURANGI AKUUU.."

"BAGAIMANA DENGAN AKU.."

"TERLANJUR MENCINTAIMU YANG DATANG.."

"BERI HARAPAN PERGI TANPA BERPAMITAN.."

"TAK KAN KU TERIMA CINTA SESAATMUU.."

Suara Analia semakin nyaring dan membuat siapa saja yang mendengarnya ingin membuang dirinya dari bumi.

"ANALIAAA STOP!! keluar kamu. "
Bunda berteriak dari luar kamar, pasalnya gendang telinganya ingin pecah mendengar nyanyian maut putrinya itu.

"Kenapa sih bun, ganggu aja deh, " Balas Ana dengan wajah yang tak berdosa seraya memasang jilbab sekolahnya.

"Pakai nanya lagi," Jawab bunda dengan ketus karena sudah lelah dengan kelakuan Putri nya yang sangat sangat membuat emosi.

"Berapa kali bunda bilang Ana, kalo lagi di kamar mandi itu jangan nyanyi teriak teriak gitu kaya orang kesurupan. Untung Ayah kamu belum pulang. Coba kalo ayah di rumah pasti udah kena siraman rohani."

Ya, walaupun memang setiap hari ayah pergi ke mesjid pukul 05:00 entah itu mendengar ceramah atau malah menggibah sama bapak bapak komplek.

"Iyaa bundaaa jangan marah marah terus nanti ayah malah jajan di luar."

Dengan santai sekali Ana mengatakan itu, padahal kan bisa jadi perang Dunia ke tigaaa..

"Hehh Mulutnyaa mau bunda sumpel pakai kain pel hahhh? Kalo ngomong itu di kasih filter dikit," Balas bunda yang tak habis pikir dengan ucapan Putri semata wayangnya itu.

"Lagiannn mana mungkin Anaa kesurupan, orang Ana sendiri yang jadi setannya. "

"Ya, alhamdulillah kalo kamu sadar jadi nggak perlu di ruqiyyah dulu"

"Ihhhh bunda, Ana itu kan anak yang sholehah, rajin dan tidak sombong masa mau di ruqiyyah, mending di kasih warisan aja"

"Terserahmu, Naa penting kamu senang"

" Yaudah Ana mau sarapan dulu sambil menikmati hidup yang indah ini. Dadahhh bundaaaaa."

Analia pergi menuju meja makan untuk sarapan sebelum pergi berangkat ke sekolah.
Bunda hanya geleng geleng kepala melihat tingkah anaknya itu entah itu menurut ke siapa, padahal kan dulu Ayah nya tegas dan berwibawa, tapi kenapa hasil produksi nya jadi absurd gini.

◆◇◆◇◆◇◆◇

Setelah perdebatan antara ibu dan anak itu kini semua nya melakukan ritual sarapan bersama, Ana yang ingin pergi kesekolah dan Ayahnya ingin berangkat kerja.
Jadi ayah itu punya beberapa cabang caffe 2 di semarang dan 1 di jakarta jadi harus bolak balik jakarta semarang.

"Assalamu'alaikum." Salam ayah yang baru pulang dari mesjid dan segera memsuki rumah"
"Waalaikumsalam mas, ayo sarapan dulu, " Bunda menyalami tangan suaminya dan duduk di meja makan.

TAKDIR MEREKA BERTIGA INDAHCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang