بسم الله الرحمن الرحيم
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ (ﷺ)
Pagi hari ini cuaca sedikit tidak mendukung, dikerjakan hujan yang turun dengan derasnya membasahi bumi. Seorang gadis yang sudah mempunyai janji dengan seseorang terpaksa harus ia urungkan.
Gadis yang tak lain adalah Ana itu kini menatap sebuah taman kecil yang terletak di samping asramanya, ia memerhatikan setiap titik hujan yang turun membasahi bumi.
Saat ia sedang asik melamun tiba tiba netranya melihat ke arah beberapa santri yang sedang asik bermain hujan. Ada sebuah kebahagiaan di sana.
Terus memandangi santri yang sedang bermain hujan itu tiba tiba Tata dan Ayya masuk, dan Ana tidak menyadari kedatangan mereka.
"Ehh Ay kenapa tuh anak kaya ngelamun gitu?" Tanya Tata pada Ayya.
"Nggak tau Ta, gimana kalau kita kagetin aja." Ucap Ayya sedikit berbisik karena tidak mau sampai kedengaran oleh Ana.
"Hmm,, boleh juga tuh." Jawab Tata yang tampak setuju dengan ide sahabatnya.
"Oke,, hitung ya 1,2,3."
"DOORRR"
"ASTAGHFIRULLAH INNALILLAHI, YA KARIMM.," Ucap Ana terkaget karena ulah kedua sahabatnya.
Sedangkan kedua sahabat itu tak merasa bersalah karena telah menggagetkannya, malah mereka tertawa sampai terbahak bahak melihat ekspresi dari Ana.
"Apa apaan sih kalian ngagetin aja tau nggak, untung aja jantung gue nggak copot, dan gue nggak langsung kena serangan jantung." Ucap Ana dengan tatapan tajam.
"Hehe,, maaf Na lagian kita liatin dari tadi lo kaya orang kesurupan aja bengong sendirian, lagi mikirin apa sih?" Tanya Ayya.
"Iya Na, lo lagi mikirin apa? Apa ada masalah? Lo bisa cerita sama kita kalau ada masalah." Timpal Tata bertanya.
"Nggak ada, gue nggak ada masalah kok." Jawab Ana sambil kembali memandangi ke arah jendela.
"Terus lo kenapa?" Tanya Tata lagi.
"Gue bingung, kan gue hari ini ada janji sama ning Cilla buat pergi ke pasar karena mau belanja." Ucap Ana dengan tatapan sendu.
"Terus masalahnya apa?" Tanya Ayya.
"Ck, lo nggak ingat kalau gue nggak bisa kena hujan, nanti kalau gue sakit terus di rawat kan jadi repot." Jawab Ana.
"Ya, elah gue kira masalah apa ternyata cuma itu, kan lo bisa pakai payung Analia, dan lo juga bisa pakai jas hujan biar nggak basah." Ucap Tata.
"Nah bener tuh apa yang di bilang sama Tata, lagian ya lo punya otak tapi nggak di pakai buat mikir anjir, heran gue, otak lo tu cuma di pakai buat ngehaluin cowok cowok fiksi doang, makanya nggak bisa mikir, dengan hal sepele ini." Timpal Ayya dengan ketus.
"Hehh jangan bawa bawa cowok fiksi gue dong. Lagian gue juga nggak kepikiran kalau bisa pakai payung sama jas hujan." Jawab Ana.
"Hedeh terserah lo deh, makanya lain kali punya otak tuh mikir, udah sana lo pergi, katanya mau nemenin ning Cilla buat belanja." Ucap Tata yang sudah pasrah dengan kelakuan sahabatnya ini.
"Yee, sabar dong gue ambil payung sama jas hujan nya dulu baru ke tempat ning Cilla."
◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇
Setelah selesai mengambil payung dan jas hujan Ana langsung memakainya dan pergi ke tempat ning Cilla.
Tak memerlukan waktu lama akhirnya ia sampai di depan ndalem, dan ia langsung melepas jas hujannya lalu masuk ke dalam.
KAMU SEDANG MEMBACA
TAKDIR MEREKA BERTIGA INDAH
Romantik#..Cerita ini murni dari pemikiran saya sendiri yaa..# ❗⚠️Di larang plagiat yaa⚠️❗ Cerita ini mengisahkan tentang tiga orang perempuan yang memiliki sifat bar bar, pecicilan, absurd, keras kepala, Lemah lembut, dan penyayang. Mereka bertiga di ken...
