بسم الله الرحمن الرحيم
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ (ﷺ)
Assalamu'alaikum semuaa hallo Ana up lagi nihhhh
Jangan lupa tinggalkan jejak yaaa...
~Happy Reading~
Pagi hari yang cerah ini kini matahari mulai menampakan dirinya di bagian timur, daun daun dan pepohonan masih terasa basah karena embun pagi, kini tepat jam 07:05 Seperti biasa sudah banyak para santri dan satriwati yang sedang bertugas untuk melaksanakan tugas rutin sesuai dengan jadwal piket.
Ntah itu mulai dari menyapu halaman, mengepel teras ndalem, menyiaram tanaman, membuang sampah dan yang lain lain, mereka melakukan tugas mereka masing masing tanpa ada yang melanggar.
Sama seperti Seorang gadis yang sedang menyapu dedaunan yang ada di halaman muka mesjid, ia sedang melakukan tugasnya dengan penuh semangat dan ceria. Gadis itu tak lain adalah Tata.
Tata mendapat jadwal piket di hari selasa, bersama dengan Rahma dan Ana, tetapi mereka membagi tugas agar semua pekerjaan mereka cepat selesai, Ana memilih untuk membuang sampah, dan Rahma yang akan mengepel teras ndalem.
Ana sudah selesai dengan tugas nya untuk membuang sampah, kini ia ingin menemui Tata yang sedang menyapu halaman, dan berniat untuk membantu nya menyelesaikan tugasnya.
"Assalamu'alaikum Tata ku sayangg." Teriak Ana menghampiri Tata.
"Waalaikumsalam, Ana lho bisa nggak pagi pagi nggak usah teriak, kuping gue nggak budeg ya jadi nggak usah teriak teriak gitu." Jawab Tata sedikit sinis.
"Yee lho kaya nggak tau gue aja, kan udah emang hobi gue buat teriak teriak, seoarang Analia tanpa teriak.. Owhh nggak bisa lah." Balasnya santai sambil terkekeh.
"Ish iya deh sipaling hobi teriak dan bikin kuping orang sakit."
"Ehh tunggu lho ngapain di sini? lho bolos dari piket ya?" Tanya Tata pada sahabatnya itu.
"Yeee enak aja lho ngatain gue bolos piket, gue udah piket cuma udah selesai, makanya gue nyamperin lho kesini."
"Owhh kirain bolos."
"Ehh lho udah selesai belum nyapu nya, lama bet dah cuma nyapu halaman doang." Cibir Ana sinis.
"Sabar dong, lho kira nggak cape apa nyapu halaman seluas gaban gini sendiri, mana yang lain udah pada milih tugas masing masing, jadinya gue deh yang kebagian nyapu nih halaman."
"Kasian, mau gue bantuin nggak? Mumpung mood gue bagus hari ini." Tawar Ana pada Tata.
"Hmm nggak usah deh, lagian dikit lagi selesai nih mending lho tunggu di teras mesjid aja nanti kalo udah gue samperin." Jawab Tata pada Ana.
"Hmm okeyyy jangan lama lama yaa." Balas Ana sambil berjalan ke arah teras mesjid untuk menunggu sahabatnya.
Setelah sekian lama menunggu akhirnya Tata datang juga dan langsung segera ia menghampiri Ana yang sedang duduk santai sambil bermain dengan seekor kucing yang sangat menggemaskan.
"Naa" Panggil Tata, membuat Ana menongak dan langsung menatap ke arahnya.
"Emm iya, udah selesai?" Tanya Ana sambil mengusap usap kucing yang ada di pangkuannya.
"Udah, ayo kita susulin Rahma di ndalem." Ucap Tata dan langsung di angguki oleh Ana.
"Bentar gue lepas dulu nih kucing."
KAMU SEDANG MEMBACA
TAKDIR MEREKA BERTIGA INDAH
Romance#..Cerita ini murni dari pemikiran saya sendiri yaa..# ❗⚠️Di larang plagiat yaa⚠️❗ Cerita ini mengisahkan tentang tiga orang perempuan yang memiliki sifat bar bar, pecicilan, absurd, keras kepala, Lemah lembut, dan penyayang. Mereka bertiga di ken...
