بسم الله الرحمن الرحيم
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ (ﷺ)
●
●
Tak terasa hari berganti hari sudah satu minggu pernikahan Ana dan gus Fathan, selama satu minggu ini juga mereka berada di jakarta.
Jadi hari ini mereka memutuskan untuk kembali ke pesantren, karena Ana yang terus meminta untuk kembali ke pesantren, pasalnya ia sudah banyak tertinggal pelajaran.
Sebenarnya gus Fathan tidak mempermasalahkan itu, karena ia sendiri juga bisa mengajarkan Ana. Tapi Ana selalu menolak karena katanya jika belajar di pesantren jauh lebih seru, selain itu ia juga bisa berkumpul kembali bersama sahabat sahabat nya.
Di dalam kamar Ana sedang merapikan baju bajunya dan juga baju gus Fathan, tidak banyak hanya dua koper saja, sebenarnya satu koper saja sudah cukup untuk baju nya dan juga baju gus Fathan.
Tetapi bukan Ana namanya kalau tidak membawa semua benda benda yang aneh aneh, di mulai dengan membawa boneka teddy bear nya, novel, skincare beberapa make up dan juga beberapa jenis mainan yang menurutnya harus di bawa.
Gus Fathan pun tidak keberatan jika Ana harus membawa semua mainan nya, selagi itu membuat Ana senang dan bahagia.
"Gus, udah semua nih ayo berangkat." Teriak Ana dari dalam kamar.
Tetapi tidak ada jawaban dari gus Fathan, Ana juga tidak melihat keberadaan suaminya itu.
"Ck! Kemana sih gus Fathan." Gumam Ana dengan kesal.
Tiba tiba saja gus Fathan keluar dari kamar mandi dengan baju kaos berwarna hitam, rambut yang basah. Ana bisa menebak jika gus Fathan baru selesai mandi.
Ana menatap tajam gus Fathan, gus Fathan yang di tatap seperti itu pun mulai bingung, kenapa Ana tiba tiba menatapnya seperti itu.
"Kenapa natap saya seperti itu?" Tanya gus Fathan dengan bingung.
"Gus nanya? Bertanya tanya?" Jawab Ana ketus sembari menyilangkan kedua tangannya.
"Kenapa humaira? Saya ada salah sama kamu? Atau apa?" Tanya gus Fathan lagi.
"Tadi Ana panggil gus kenapa gak nyahut?"
"Kan tadi saya mandi jadi tidak mendengar jika kamu sedang memanggil." Jawab nya.
Ana yang mendengar itu pun memutar bola matanya malas.
"Ck! Gak peka banget jadi suami." Gerutu Ana dengan bibir yang di manyunkan.
"Hei itu kenapa bibinya kaya bebek, mau saya cium hmm?" Goda gus Fathan.
"Apaan sih gus gak jelas banget, udah deh mending cepat keringin tuh rambut, biar cepat kita berangkat."
"Emm bantu keringin dong." Goda gus Fathan lagi, Ana pun dengan cepat membantu gus Fathan untuk mengeringkan rambutnya.
Ana membantu gus Fathan mengeringkan rambutnya dengan sangat pelan dan lembut, Ana terus mengusap rambut lebat gus Fathan dan akhirnya selesai.
"Udah selesai gus." Ucapnya.
"Ana saya gak mau kamu panggil gus jika sedang berdua seperti ini, kamu hanya boleh memanggil saya gus jika saat saya sedang mengajar." Ucap gus Fathan menatap lekat wajah Ana.
"Tapi kan Ana udah kebiasaan manggil gus, kalau mau di ganti jadi Ana harus manggil gus dengan sebutan apa?" Jawabnya nya bingung.
"Terserah kamu apa aja."
KAMU SEDANG MEMBACA
TAKDIR MEREKA BERTIGA INDAH
Romance#..Cerita ini murni dari pemikiran saya sendiri yaa..# ❗⚠️Di larang plagiat yaa⚠️❗ Cerita ini mengisahkan tentang tiga orang perempuan yang memiliki sifat bar bar, pecicilan, absurd, keras kepala, Lemah lembut, dan penyayang. Mereka bertiga di ken...
