بسم الله الرحمن الرحيم
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ (ﷺ)
_apa yang sudah ditakar tidak akan tertukar, dan apa yang menjadi takdir sudah pasti akan hadir._
_Arfathan Baihaqhi al-habibie_
H
A
P
P
Y
R
E
A
D
I
N
G
Hari ini adalah hari yang spesial bagi Ana karena tinggal menunggu beberapa jam saja ia akan menjadi seorang istri, perasaannya sekarang campur aduk, senang, takut cemas ntah lah itu semua menjadi satu dalam hatinya.
Kini ia sedang di make up oleh MUA dengan natural, ia tidak ingin terlalu menor takut kaya badut katanya. Ia di temani oleh Ayya dan Tata, Fira dan Rahma tidak ikut menemani Ana karena mereka berdua ada urusan jadi tidak bisa menemani nya.
Saat sudah selesai di make up kini Ana memandangi wajahnya di cermin 'cantik'. Sungguh sangat cantik dirinya sekarang Ayya dan Tata juga tak kalah cantik karena mereka berdua juga ikut di make up tetapi natural juga.
"MasyaAllah Ana kamu cantik bangett." Puji Tata menatap kecantikan Ana.
"Iyaa na bener kamu cantik banget hari ini, aku aja sampai gak ngenalin kamu kalau lagi make up gini." Timpal Ayya juga ikut memuji Ana.
"Makasih ya, kalian berdua juga cantik kok." Jawab Ana sembari tersenyum.
Tiba tiba bunda Ana masuk ke dalam kamar dengan membawa paper bag, bunda langsung menyerahkan paper bag itu pada Ana.
"Apa itu bund?" Tanya Ana penasaran.
"Buka aja biar tau apa isinya." Jawab bunda sembari tersenyum.
Ana pun mulai membuka isi dari paper bag itu, Tata dan Ayya juga penasaran apa yang ada dalam paper bag itu kemudian Ana mengeluarkan sebuah cadar berwarna putih yang sangat indah.
"C-cadar?"
"Iya, nak calon suami mu yang nyuruh bunda ngasih cadar itu dan calon suami juga menyuruh kamu untuk memakainya." Ucap sang bunda.
"Tapi bund-"
"Gak ada tapi tapi itu perintah dari suami mu bunda hanya menyampaikan, jadi kamu harus memakainya."
Tak ada pilihan lain Ana terpaksa memakai cadar itu, ia menatap dirinya di cermin sunggu berbeda ia sangat sangat cantik saat menggunakan cadar itu.
"MasyaAllah anak bunda cantik banget." Ucap bunda seraya memeluk Ana, ia tak menyangka sekarang Ana sebentar lagi akan menggelar status menjadi seorang istri.
Rasanya bunda tidak rela jika ada yang merebut anak perempuan satu satunya itu, tetapi ia juga tidak boleh egois kan cuma jadi istri ia juga ingin agar cepat cepat menggendong cucu.
"MasyaAllah Ana kamu beneran cantik banget kalau pakai cadar gitu." Timpal Ayya menatap Ana.
"Makasih ya ay, lo juga cantik make up gitu."
"Hahaa, jelas dong Ayya kan emang udah cantik, kalau pakai make up gini malah tambah cantik." Pede Ayya pada dirinya sendiri, Ana dan Tata yang mendengar itu pun hanya pura pura tertawa saja agar Ayya senang.
Jiwa pede nya sudah kambuh, jadi percuma jika meladeni nya lebih baik ikuti saja dari pada ia ngambek nantinya.
Di luar sudah banyak tamu tamu yang datang, untuk menyaksikan pernikahan antara gus Fathan dan Ana.
KAMU SEDANG MEMBACA
TAKDIR MEREKA BERTIGA INDAH
Romance#..Cerita ini murni dari pemikiran saya sendiri yaa..# ❗⚠️Di larang plagiat yaa⚠️❗ Cerita ini mengisahkan tentang tiga orang perempuan yang memiliki sifat bar bar, pecicilan, absurd, keras kepala, Lemah lembut, dan penyayang. Mereka bertiga di ken...
