Bab 27. Mencari Tahu

25 3 0
                                        

       بسم الله الرحمن الرحيم

       اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ (ﷺ)


_"Kita akan bertemu dengan apa yang kita cari. Kita cari keburukan, maka kita akan dapat keburukan. Jika sebaliknya, kita cari kebaikan maka kebaikan pula yang akan kita dapatkan"_ -

_Arfathan baihaqhi al habibie_

Setelah pulang dari rumah Ana kini gus Fathan menyuruh umi dan abinya untuk istirahat, karena jam yang sudah menunjukan tengah malam.

Umi dan abinya pun langsung masuk ke dalam kamar nya, gus Fathan juga masuk ke dalam kamar nya tetapi ia tidak langsung tidur ia mulai membersihkan dirinya dan mengambil wudhu sebelum tidur.

Sudah menjadi kebiasaan gus Fathan untuk melakukan bersih bersih dan berwudhu sebelum tidur, karena merupakan sunah dari rasullullah.

Setelah itu pun ia langsung merebahkan dirinya tak lupa juga dengan membaca ayat ayat al qur'an sebelum tidur, sesekali ia tersenyum karena sebentar lagi ia akan menikah dengan seorang yang selalu ia doakan.

Ia tak henti henti nya mengucap terimakasih kepada rabb nya karena telah menjawab semua doa doanya.. Semakin ia membaca ayat ayat suci al qur'an mata nya mulai terasa berat perlahan ia memejamkan mata nya dan tertidur dengan pulas.

◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇◆◇

Pagi hari ini Ana kembali ke pesantren, karena ia sudah izin selama dua hari jadi ia memutuskan untuk kembali ke pesantren hari ini.

Sesampainya di depan gerbang ia langsung di sambut oleh pak Dadang selaku satpam penjaga gerbang sekaligus penjaga keamanan lingkungan pesantren.

"Assalamualaikum neng Ana." Sapa pak Dadang.

"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh pak." Jawab nya sambil tersenyum.

"Habis dari mana neng? Beberapa hari ini bapak jarang liat di pesantren?"

"Ana kemaren izin pulang ke rumah pak ada urusan keluarga jadi baru bisa balik ke pesantren sekarang." Jawabnnya.

Pak Dadang pun menggaguk dan mempersilahkan Ana untuk kembali ke asramanya.

"Yaudah pak kalau gitu Ana ke asrama dulu ya, udah kangen sama sahabat sahabat Ana hehe..." Ucap nya di akhiri dengan kekehan.  "Assalamualaikum  warahmatullahi wabarakatuh."

"Iyaa neng waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh."

Setelah itu Ana pun pergi meninggalakn pak Dadang dan ia segera menuju ke asrama nya karena ia sudah sangat rindu dengan sahabat sahabat nya itu.

Sesampainya di asrama Ana mencari keberadaan sahabat sahabat nya itu tetapi tak menemukan nya. Ia pun ingin mencari keluar tetapi tak sengaja ia mendengar ucapan para santri santri yabg sedang membicarakan gus Fathan.

"Ehh,,, aku denger gus Fathan ngelamar seseorang tau.!” ucap salah satu santri.

" Iya aku juga dengar katanya si gus Fathan ngelamar santriwati yang ada di pesantren ini." Ucap salah seorang santri lagi dan membuat semua orang yang mendengar itu menjadi shok berat.

"Hahhh lho yang bener aja bukan nya kemaren gus Fathan di jodohin sama ning Adiba ya?"

"Enggak gus Fathan udah nolak perjodohan itu dan gus Fathan udah ngelamar santriwati di sini."

TAKDIR MEREKA BERTIGA INDAHCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang