Bab 33. Salah Paham

37 3 1
                                        

Maaf ya guys baru bisa up sekarang, sibuk bngtt soalnyaa..

         بسم الله الرحمن الرحيم   

  
    اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ (ﷺ)

Dibalik *setiap Larangan-Nya*, ada *kasih sayang* yang tak selalu langsung kita pahami. ❞

 

Happy Reading~


Pagi hari yang cerah matahari sudah menampakan dirinya, tepat hari ini Ana akan kembali ke asrama nya dan mulai belajar lagi, setelah hampir seminggu ia tidak mengikuti pembelajaran.

Sebelum pergi ke asrama ia ingin memasak makanan untuk suaminya, karena sudah kewajibannya untuk melayani suaminya termasuk memasak makanan untuk suami nya.

Ia perlahan melihat ke adaan di luar takut ada santriwati yang sedang melakukan piket, ia tidak mau ada santri nanti yang salah paham padanya karena berada di ndalem.

Dirasa tidak ada ada santri yang piket ia pun perlahan keluar dan berjalan menuju dapur hari ini ia akan memasak makanan kesukaan suaminya yaitu ayam kecap dan udang balado.

Perlahan ia membuka kulkas dan menyiapkan semua bahan bahan yang ingin  digunakan ia mengeluarkan beberapa jenis sayur udang dan juga ayam, kemudian ia mulai membersihkan ayam dan udang tak lupa juga ia mencuci sayur.

Saat sedang asik membersihkan ayam dan udang tiba tiba saja ada seorang tangan kekar memeluknya dari belakang dan membuat ia jadi terkejut.

"Astaghfirullah kucing  ayamm aaaaa" Reflek Ana seraya menyebutkan nama hewan.

"Ish mas apaan sih ngagetin aja tau gak, udah sana ihh Ana lagi masak ini jangan ganggu dulu nanti ada yang liat bakal jadi fitnah." Ucap Ana seraya ingin melepaskan pelukan sang suami.

Bukannya melepaskan pelukannya gus Fathan justru semakin mengeratkan pelukannya, Ana sudah tak tau lagi bagaimana cara menghadapi sikap manja suaminya itu.

Jika di luar gus Fathan mode datar dan tegas berbeda sekali jika ia berada di samping istrinya itu ia berubah menjadi mode seperti anak kecil yang berusia tiga tahun.

"Mas." Panggil Ana.

"Hmm." Jawab gus Fathan dengan dehaman saja.

"Lepas dulu dong Ana mau nyiapin ini ke meja, nanti kalau mas meluk Ana terus makanan nya gak siap siap, terus nanti mas gak bisa makan bukan cuma mas tapi abi sama umi juga." Ucap Ana panjang lebar gus Fathan yang mendengar penuturan sang istri itu pun terpaksa melepaskan pelukannya.

Ana berjalan menuju meja makan untuk menyiapkan makanannya dan gus Fathan mengekori dari belakang, ia pun langsung duduk di salah satu kursi yang ada di sana.

"Mas, boleh panggilin umi sama abi gak di atas Ana masih nyiapin ini." Ucap Ana pada sang suami.

"Iya sayang mas panggil umi sama abi dulu." Jawab gus Fathan beranjak untuk memanggil abi dan uminya.

Setelah itu gus Fathan pergi ke atas untuk memanggil umi dan abinya, sedangkan Ana menyiapkan beberapa makanan, tak selang lama semua sudah berkumpul di meja makan.

"Wahh kayanya enak nih abi udah gak sabar mau makan." Ucap abi.

"Iya nih umi juga gak sabar pengen nyobain masakan mantu umi pasti enak banget." Timpal umi Mira memuji masakan menantunya itu yang tak lain adalah Ana.

TAKDIR MEREKA BERTIGA INDAHCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang