Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh gimana kabar kalian semua? Pastinya baik kan?
Maaf yaa guys baru bisa up sekarang, karena jujur sibuk bngtttt bngttt..
Ehh btw kalian semua pada puasa ga?
Semoga kalian ga bosen yaa sama ceritanya..
Okeeeee Happy Reading guysss....
بسم الله الرحمن الرحيم
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ (ﷺ)
Hari demi hari terus berlalu siang malam silih berganti tak terasa hari ini adalah hari yang sangat di nanti nantikan oleh seorang laki laki yang akan memiliki status sebagai seorang suami.
Tinggal menunggu beberapa jam saja lagi status itu akan ia dapatkan, ia sedang duduk di sebuah balkon kamarnya sembari menghafalkan janji suci yang akan ia ucapkan nanti di depan orang orang yang menjadi saksi atas pernikahannya.
Sesekali ia tersenyum mengingat sebentar lagi ia akan benar benar berstatus sebagai seorang suami, dari perempuan yang sudah lama ia sebut dalam doa nya.
"Kakaa." Cilla masuk begitu saja membuat gus Zayyan terkejut mendengar suara nya yang nyaring itu.
"Astaghfirullahalazim, Cilla." Gus Zayyan seraya mengelus dadanya karena terkejut.
"Kalau mau masuk itu ketuk pintu dulu Cilla jangan main masuk gitu aja."
"Tadi kan Cilla udah ketuk pintu dan ngucap salam, kakak aja tuh yang gak denger, makanya Cilla langsung masuk kan pintunya gak di kunci."
Hening beberapa saat, gus Zayyan fokus memandangi pemandangan dari atas balkon kamarnya itu, sepersekian detik Cilla kembali membuka pembicaraan.
"Kakak ganteng banget deh pakai baju adat kaya gini, pasti nanti kak Tata pangling liat ke tampanan kak zay." Cilla seraya terkekeh.
"Kan emang udah tampan dari lahir dek, kamu aja yang baru nyadar." Balas gus Zayyan di sertai kekehan kecil.
Cilla tak mengubris lagi ucapan dari sang kakak itu, mata nya mulai berkaca kaca, pasti nanti setelah gus Zayyan menikah ia sudah tidak bisa seperti dulu lagi yang selalu bercanda dan bermain bersama gus Zayyan.
Melihat perubahan dari sang adik pun, gus Zayyan merasa ada sesuatu yang aneh, tadi gadis itu tampak bahagia dan senang tapi mengapa sekarang malah sedih seperti ini.
"Ehh kok nangis, adek kakak yang cantik ini kenapa hmm?" Gus Zayyan mengusap air mata Cilla dengan lembut.
Tanpa aba aba Cilla langsung memeluk kakak tercintanya itu, gus Zayyan yang tiba tiba di peluk pun langsung membalas pelukannya itu, ia membiarkan sang adik menangis dalam dekapannya.
Setelah merasa sudah sedikit lega Cilla merenggangkan pelukannya.
"Nanti kalau kakak, udah nikah jangan lupain Cilla ya?"
Gus Zayyan tersenyum "kakak gak akan pernah bisa lupain adek kesayangan abang yang paling cantik ini, ohh apa karena ini adek abang jadi nangis hmm."
Bukannya menjawab Cilla malah kembali memeluk kakaknya karena malu, saat sedang asik berpelukan tiba tiba terdengar suara seseorang yang sedang berdeham.
"Ekhem."
Kedua kakak beradik yang sedang berpelukan itu pun langsung menoleh ke arah sumber suara ternyata yang datang adalah Rayyan.
"Enak ya pelukan gak ngajak ngajak." Ucap Ray dengan nada memalas.
"Ish kak, ada yang ngambek nih gara gara gak di ajak pelukan." Balas Cilla dengan sengaja mengeratkan pelukannya pada sang kakak.
KAMU SEDANG MEMBACA
TAKDIR MEREKA BERTIGA INDAH
Romansa#..Cerita ini murni dari pemikiran saya sendiri yaa..# ❗⚠️Di larang plagiat yaa⚠️❗ Cerita ini mengisahkan tentang tiga orang perempuan yang memiliki sifat bar bar, pecicilan, absurd, keras kepala, Lemah lembut, dan penyayang. Mereka bertiga di ken...
