Bab 03. pertemuan

126 30 11
                                        


                 
                            بسم الله الرحمن الرحيم   

        اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ (ﷺ




Happy Reading ❃

 

Sesampainya di rumah Ana langsung masuk tanpa mengucap salam.

Inilah kebiasaan buruk yang sering di lakukan Ana, padahal ayah dan bunda selalu mengingatkannya.

Sampai sampai ayah membuat tulisan ucapkan salam ketika masuk dan di tempel di pintu. Tapi Ana seolah olah tidak melihat tulisan itu.

"YUHUUU bunda, ayah Ana cantik nan lucu pulang, " teriak Ana dari luar pintu.

"Salamnya mana Naa" Kata Ayah.

"Ehhh lupa Assalamu'alaikum bunda, ayah"

"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" Jawab ayah dan bunda.

"Ehhh Ana kesini dulu bunda mau nanya, " Panggil bunda ketika Ana ingin menaiki Anak tangga.

"Hmm kenapa bun? "

"Kamu buat ulah lagi di sekolah?"

Mampus kayanya pak sapi cerita sama bunda. (Batin ana)

Ayah yang sedang mendengar itu pun terheran, kenapa bunda Fatma tidak memberitahukan apa apa.

"Ana nggak buat apa apa kok bun"

"Nggak mungkin, tadi guru kamu nelpon bunda terus bilang kalo kamu di hukum lagii. "

"Ana jujur sama ayah dan bunda, kamu bikin ulah apalagi di sekolah? "

"Ana cuma tidur di kelas aja kok" Jawab ana dengan wajah tak berdosa.

Bunda dan ayah benar benar tidak habis pikir dengan kelakuan putri mereka ini,

bisa bisanya santai sekali mengatakan itu, padahal harga diri mereka sudah jatuh karena ulahnya.

"Astaghfirullah, cuma kamu bilang, ngapain sih kamu tidur di kelas, dirumah aja tidurnya kaya kebo." Marah bunda dengan geleng geleng kepala.

Ayah yang melihat perdebatan antara ibu dan anak itu pun melerai, jika sudah seperti ini tidak ada yang mau mengalah.

"Ana kesini nak, " Panggil Ayah pada putrinya.
Ana berjalan ke arah ayahnya dengan wajah yang menunduk, karena takut di marahi.

"Ana sayang, sudah berapa kali ayah bilang sama kamu, kalo adab itu lebih tinggi dari pada ilmu. Orang berilmu belum tentu beradab tapi orang beradab sudah pasti berilmu. Karena dia tau cara menghargai orang lain," nasehat ayah untuk Ana.

"Maafin Ana yah,  Ana salah" dengan wajah yang masih menunduk.

"Pasti ayah maafin nak, tapi ingat jangan di ulangi lagi yaa, jaga adab pada siapa pun baik itu orang yang lebih tua maupun yang lebih muda."

" Iyaa yah, Ana ngerti"

"Ehh tapi ayah tetap ada hukuman buat kamu, hapalkan surah Al-kahfi," ayah beri waktu seminggu.

Ya, ayah nya memang selalu memberi hukuman menghafal surah jika ia melakukan kesalahan.

Karena sangking seringnya membuat ulah sampai tidak sadar jika hafalannya sudah 3 juz. Ditambah lagi dengan surah pilihan seperti,  Al- maidah, Ar-rahman, Al-waqiah.

Dan minggu kemaren Ana baru saja menyetorkan surah Yasin. Untuk murojaahnya Ayah memilih waktu sehabis dzuhur, ashar, dan magrib, supaya tidak mudah hilang.

TAKDIR MEREKA BERTIGA INDAHCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang