Happy reading~
Jangan lupa voment😉🤏🏻
•
•
•
•
Jari lentik itu mulai bergerak, pemiliknya adalah seorang pemuda yang tengah berbaring diatas ranjang rumah sakit, pemuda berumur dua puluh tiga tahun itu dinyatakan koma pada sebelas tahun lalu.
Matanya perlahan membuka membiaskan cahaya yang masuk. Ruangan bercat putih kini ia lihat, banyak suara suara yang tak pernah ia dengar sebelumnya. Suara dari monitor EKG terdengar sangat menyakitkan di telinganya. Matanya mulai bergerak kesana kemari mencari seseorang yang ia butuhkan saat ini.
"Kakak..." Lirih pemuda itu
"Kak! Dia sadar!" Pekik salah satu Zuster yang sedang berjaga dimalam hari
"Panggil dokter jaga! Aku akan mencoba bicara dengannya," ujar sang Perawat
"Baik!"
"Tuan? Sudah bangun?" Tanya Perawat
Pemuda itu yang masih susah untuk berbicara hanya mengedipkan matanya sekali menjawab pertanyaan sang perawat.
"Kakak..." Lirihnya lagi dengan suara yang berbisik
"Kakak?" Gumam perawat itu
Dokter jaga malam segera datang, ia langsung memeriksa pasien yang berada di ICU selama lima tahun.
Setelahnya, dokter jaga menjelaskan bahwa pasien sudah sadar dan bisa dikabarkan kepada keluarganya, pasien tersebut akan dipindahkan pagi harinya ke ruang rawat inap setelah persetujuan dari keluarganya.
Pemuda itu menahan air matanya yang berada dipelupuk matanya, mulutnya lagi lagi menggumamkan dengan memanggil Kakak nya.
Kini alat-alat yang menghalangi wajahnya sudah terlepas, hanya tersisa pendeteksi denyut jantung dan alat tensimeter saja yang terpasang.
"Mau minum?" Tanya perawat tadi
Pemuda itu kembali mengedipkan matanya.
Setelah minum, pemuda itu kini hanya menatap sekelilingnya.
"Kakak.., mana?" Ucap pemuda itu
"Kamu cari kak Hana ya?" Tanya sang perawat yang diduga bernama Chyntia.
Pemuda itu tak menjawab melainkan mengangguk.
"Nanti ya kita ketemu kak Hana, kamu harus sembuh dulu biar kak Hana senang," bujuknya sambil tersenyum lembut
Pemuda itu hanya terdiam.
Benaknya kini dipenuhi pertanyaan.
Kemana kak Hana?
Berapa lama aku koma?
Akhir-akhir ini aku gak dengar suara kak Hana...
Aku... Kenapa?
Kenapa bisa ada di sini? Bukannya aku lagi sama kak Hana?
Ia memejamkan matanya kembali, memikirkan hal tersebut membuat kepalanya sangat sakit.
Kilasan saat bersama sang kakak, terlihat sangat bahagia. Ia rindu kakaknya, pelukan hangatnya, kecupannya, elusan lembutnya, tutur katanya, tatapan matanya, semua hal tentang Ji-han ia rindukan.
Siapa Ji-han?
Matanya terbuka kembali saat ia mengingat nama itu. Sambil menerawang jauh ke sana, kepalanya kembali pusing saat ia ingin mengingat kembali nama itu. Siapa dia? Batinnya.
Bukannya.. nama kakaknya Hanara?
Kenapa nama Ji-han begitu tak asing baginya?
Sesaat ia memikirkan nama yang membuatnya terserang pusing, ia kembali tertidur untuk menjemput mimpi indahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kakak? || ZHONG CHENLE
Romance"Kakak?!! Aku ga mau jauh-jauh dari kakak! Pokoknya aku mau sama kakak terus! Awas aja kalo kakak ninggalin aku" Huhh~ baru saja ditinggal beberapa menit ke kamar mandi, sudah ngambek aja si adek gemass. "Kakak gak ninggalin adek kok, kakak baru aja...
