23. Hari Jum'at

28 2 1
                                        

Siang ini, tepatnya jam sepuluh pagi pada hari Jum'at yang cerah, Chenle tengah bermanja dengan Chynza. Tenang saja, hanya berpelukan dengan menaruh wajahnya pada ceruk leher Chynza yang masih tertutup hijabnya.

"Sekarang hari Jum'at ya?"

"Iya."

"Aku mandi jam berapa?"

"Jam sebelas aja ntar, habis mandi langsung wudhu terus ke masjid,"

"Oke. Papa pulang gak kalo hari Jum'at?"

"Pulang biasanya. Paling bentar lagi pulang,"

"Ooh~"

"ASSALAMU'ALAIKUM SEMUAA! PAPA PULANG!" Salam sang Papa saat memasuki rumah,

Nah kan baru aja dibilang..

"Wa'alaikumussalam," jawab keduanya.

"Aduh ya ampun pasutri lagi manja banget siiih," pekik Papa

"Berisik! Mandi sana!"

"Dih? Ngusir? Gak mau diganggu ya?!"

"Y" jawab Chynza singkat

"Ngeselin banget sih? Anak siapa sih?!"

"Anak Papa Ahmad Jerikho Arhavi! Kenapa? Gak suka?!"

"Ulululu ngambek niiih?"

Chenle yang berada disana hanya bisa terdiam. Ia tak mengerti mereka ngobrol apa, tapi dari raut wajah Chynza bisa dipastikan bahwa Chynza tengah mode ngambek.

"Kalian ngomong apa sih?" Tanya Chenle dengan bahasa China nya.

"Kepo!" Jawab keduanya kompak dengan bahasa China juga

Ahahaha Chenle kasian sekali kau nak😭

Chenle kembali terdiam dengan mata yang mengerjap lucu.

"Kamu ngomongin apa ih?!" Tanya Chenle dengan bahasa Korea sekarang.

"Mandi sana! Udah jam sebelas tuh! Mandi yang wangi. Bawa baju koko 'kan?"

"Bawa. Ya udah aku mandi aja. Dari tadi kalian cuekin aku ih resek!"

Ngambek deh Chenlenya wkwkwk.

•••

"Sayang?" Celetuk Chenle dengan menongolkan kepalanya pada pintu kamar Chynza.

"Udah mandi?"

"Udah dooong,"

"Gak ke cium tuh wanginya?"
"Sini masuk."

Chenle lantas masuk saat sudah disuruh masuk. Ia memakai baju koko putih lengan panjang dengan sarung warna hitam yang dibelah tengah lalu kepalanya dihiasi dengan peci berwarna putih kesukaannya.
Jangan lupakan parfum oud kiswah yang sangat semerbak itu.

"Wangi banget siiih?"

"Eh? Jangan sentuh aku! Aku udah wudhu!"

"Ehh? Oke oke mianhae."

Chynza masih memandangi Chenle yang kini sedang bermain ponsel di sofa kamarnya. Chenle hari ini terlihat sangat berbeda! Sangat tampan dengan penampilannya yang baru kali ini ia lihat.

"Udah siap, Chen?"

"Udah, Papa"

"Yuk langsung ke masjid! Takut ketinggalan,"

"Okee ayo."

"Daah Chynza!" Ucap keduanya kompak

Chynza yang mendengar hanya bisa mengerjapkan matanya. Kompak banget mereka?! Kayak bapak-anak? Batin Chynza.

Lantas saat sudah terdengar adzan Dzuhur, Chynza langsung mengambil air wudhu untuk melaksanakan shalat Dzuhur.

Setelah beberapa menit selepas shalat Dzuhur, Chynza tak langsung membuka mukenanya, ia lantas beranjak untuk duduk di sofa dengan Al-Qur'an ditangannya. Ia akan membaca surat Al Kahfi seperti biasanya.

Sesaat setelah menyelesaikan bacaannya, dua pria kesayangannya sudah pulang dengan suara yang kompak saat bersalam.

"Sayang?"

"Hm?"

"Habis ngapain?"

"Baca Al Kahfi. Kenapa?"

"Gak apa-apa."

"Udah laper ya? Aku siapin makan dulu. Papa mana?"

"Kenapa sayang?" Tanya sang Papa saat mendengar ia dicari oleh anak kesayangannya.

"Kirain langsung balik ke kantor?"

"Enggak kok. Hari ini mau makan siang sama dua anak kesayangan Papa, boleh kan?"

"Boleh laaah" jawab keduanya kompak, lagi.

Sang Papa terkekeh mendengarnya, lalu merangkul pundak keduanya untuk menuruni anak tangga dan menuju meja makan.

"Aku siapin dulu, kalian duduk aja."

"Aku bantu," celetuk Chenle

Chynza tak menolak, ia langsung beranjak ke dapur untuk mengambil makan siang hari ini dan dibawanya ke meja makan.

"Cocok banget kalian? Cepet nikahnya ya? Papa gak sabar nimang cucu" gumam Papa.




Aduh makan siang bareng guys!

Aku jadi irii deeh🥺

Cepetan nikah gak kalian berdua?!

See you all😚
Jangan lupa voment🫂
👇🏻

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 30, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Model || ZHONG CHENLE Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang