Setelah pertengkaran yang berada di parkiran cafe Mentari, Chynza dan Chenle tengah mengelilingi Jakarta. Dengan menggunakan mobil milik Chenle, Ferrari F8 Tributo akhirnya dikeluarkan dari basement apartemennya.
"Sejak kapan kamu beli mobil ini?"
"Hm? Sejak dua tahun lalu. Kenapa?"
"Pas kamu world tour ke Indo, kamu pake mobilnya buat keliling?"
"Terakhir pake beberapa bulan lalu, dipake sore atau tengah malem gitu, makan di restoran seafood sama Jaemin Hyung." Jelas Chenle
"Ooh yang celana kamu ke angkat sebelah ya?" Ledek Chynza
"Y."
Jawaban singkat Chenle membuat Chynza tertawa lepas.
"Diem!"
"Hahaha aku inget banget! Ada yang videoin kalian waktu itu, tapi kalian udah keluar terus pas aku liat kamu tuh, celana kamu ke angkat sebelah. Kebiasaan banget sih?!"
"Biarin"
"Emangnya gak digigit nyamuk?"
"Ya itu! Karena digigit nyamuk aku garukin sampe ke angkat celananya!" Jawab Chenle dengan kesal dan berhasil membuat Chynza tertawa lepas, lagi.
"Diem ih! Kamu dari tadi ledekin aku terus?!"
"Lucu banget siih kalo lagi ngambek gini," gemas Chynza sambil mengunyel-unyel pipi Chenle.
"Ish! Diem!"
"Iyaa deeh maaf yaa bayi lumba-lumba?" Ucap Chynza meminta maaf tetapi sambil meledeknya lagi.
"..."
"Yahh oke beneran ngambek kalo gini si bayi. Mau es krim? Gelato? Gula kapas? Ke taman?" Bujuk Chynza
"Semuanya."
"Oke. Kita ke taman itu! Disana ada banyak jajanan"
Chenle mengangguk menuruti, toh ia juga yang ingin semuanya itu.
Setelah memarkirkan mobil, mereka langsung mencari jajanan yang tadi Chynza sebutkan, dimulai dari gelato.
"Kalo dah beli gelato, gak usah beli es krim gak sih? Sama aja?" Tanya Chynza
"Gak! Aku beli gelato! Nanti kamu beli es krim biar aku bisa rasain dua-duanya!"
"Iya deh iyaa bayii"
Jadi sebenarnya.. yang lebih tua siapa? Batin Chynza.
"Le?"
"Hm?"
"Le?"
"Hmmm?!"
"Lebih tua aku atau kamu sih? Kok kamu bayi banget?!"
"Kamu kayaknya,"
"Dih ngeselin,"
"Makanya jangan ngeledekin aku terus!"
"Biarin wlee." ledek Chynza sambil menjulurkan lidahnya.
•••
Sekarang tangan keduanya sudah penuh dengan jajanan. Dua tangan Chenle memegang satu cup gelato dan gula kapas, sedangkan dua tangan Chynza memegang es krim dan popcorn.
Bukannya terlihat seperti orang dewasa, keduanya malah terlihat seperti anak kecil yang sedang menunggu orangtuanya. Mereka duduk anteng dengan kaki yang terkadang mengayun.
Gemes banget kalo dibayangin huhu🥹🤏🏻
"Le?"
"Apa sayang"
"Pulang yuk!"
"Kamu udah ketemu Papa?"
"Belum. Hayuk pulang! Ke rumah kamu ya? Aku mau ketemu Papa"
"Okey. Let's go!"
Mereka kembali ke parkiran dengan tangan yang saling bergandengan.
Kayak anak kecil😭🤏🏻
"Kamu gak dimarahi staff, Le?"
"Kenapa aku dimarahin? Kan aku gak buat salah?" Bingung Chenle
"Makan gelato sendirian. Gula kapas gede banget. Minta es krim aku pulak. Terus popcorn karamel aku juga kamu makan hampir setengahnya!"
"Hehe asal kamu gak kasih tau staff, yaa aku gak bakal diomelin." cengir Chenle
Chynza yang mendengar hanya memutar bola matanya malas.
"Yang mana rumahnya?"
"Itu. Rumah putih"
"Besar banget bujet dah," gumam Chenle yang masih terdengar oleh Chynza
"Kayak rumahnya kagak besar aja."
Setelah Chenle kembali memarkirkan mobilnya, keduanya langsung memasuki rumah besar milik Papa Chynza.
"Assalamu'alaikum Papaa!!"
"Wa'alaikumussalam. Gak usah teriak-teriak bisa gak?!"
"Hehe"
"Lohh? Chenle?"
"Hehe, iya Pa,"
"Ayo masuk sini ya ampun dua anak Papa."
Chenle yang mendengar itu tersenyum tipis.
•
•
•
•
Ciee dua anak Papa ciee ahaha
Jangan lupa voment dear😚🫂
👇🏻
KAMU SEDANG MEMBACA
Model || ZHONG CHENLE
Любовные романы"Nikah? Sama siapa?" "Ya sama calon suami kamu. Emangnya kamu belum nemu calon suami yang pas?" "Belum." "Rekan model kamu aja" "Dih? Emang dia mau sama aku?" "Mau kali? Coba aja tanya" "Enak aja. Males! Papa aja yang tanyain sono!" "Dih? Kalo di...
